Kota Malang
Tempat Penginapan di Kota Malang Mulai Fully Booked

Memontum Kota Malang – Memasuki masa Natal dan Tahun Baru (Nataru), sektor pariwisata di Kota Malang, nampak sangat menggeliat. Hal tersebut terlihat dari banyaknya hotel yang menerima tamu di akhir pekan ini, bahkan tak jarang penginapan di Kota Malang, sudah fully booked. Berkaitan dengan ramainya wisatawan yang datang, Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni, menegaskan bahwa pihaknya tetap menghimbau para pengelola destinasi wisata, hotel, maupun resto untuk taat protokol kesehatan (Prokes).
“Memang benar sudah mulai banyak orang yang datang ke Kota Malang. Di samping memang kegiatan dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi, banyak yang ditempatkan di sini. Banyak sekali penginapan yang full ya, pada pingin staycation di Kota Malang,” kata Ida saat ditemui pada acara Press Gathering, Jumat (24/12/2021).
Baca juga
- Komisi B DPRD Kota Malang Dorong MCC Dikelola dengan Skema BLUD, Diskopindag Siap Kaji
- Satpol PP Kota Malang Pastikan Penertiban Warung Liar GOR Ken Arok Tetap Jalan, SP1 Terbit Awal Agustus
- Portal Griya Shanta Ditutup, Pemkot Malang Pastikan Uji Coba Jalan Tembus Tetap Berjalan
- DPRD Kota Malang Sampaikan Enam Rekomendasi, Soroti Rendahnya Belanja Modal
- Langganan Juara OSN, MAN 2 Kota Malang Kini Jadi Percontohan Nasional Tata Kelola Madrasah
Mobilitas yang cukup meningkat tajam akibat kunjungan, tambahnya, pun juga terjadi. Meskipun bagus untuk prospek pertumbuhan perekonomian di Kota Malang, namun pengelola destinasi wisata harus tetap berkomitmen mengimplementasikan Aplikasi PeduliLindungi.
“Yang penting mereka disiplin dalam menerapkan PeduliLindungi, tiap keluar masuk. Ditambah lagi, pada Inmendagri terbaru itu ada sanksi bagi yang tidak melengkapi aplikasi PeduliLindungi. Dan itu sudah rajin saya sosialisasikan dan sampaikan kepada mereka lewat asosiasi masing-masing, seperti Perhimpunan Hotel dan Resto Indonesia (PHRI), maupun pengelola mall,” bebernya.
Selain itu, tambahnya, Satgas Covid-19 di lingkungan internal hotel, resto, maupun tempat wisata juga perlu untuk dibangun dan diterapkan. Agar jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, pihak pengelola bisa cepat tanggap menghadapinya.
“Kalau kejadian di lapangan kan yang menangani Satgas Covid-19 Kota Malang. Tetapi kalau di hotel, resto, atau tempat wisata kita haruskan mereka punya Satgas Covid-19 sendiri dan bekerja sama dengan puskesmas atau Rumah Sakit (RS) terdekat,” terang Ida. (mus/sit)

Kota Malang1 mingguLima Pengurus Karang Taruna Kecamatan di Kota Malang Layangkan Surat Terbuka, Tolak Langkah Caretaker
Hukum & Kriminal3 mingguKecanduan Judi Online, Residivis Kambuhan Curi 14 iPhone
Kota Malang4 mingguTertibkan Bangunan di Atas Aset Pemkot Malang, Kawasan RTH Buring Bakal Dikembalikan sesuai Fungsi
Kota Malang4 mingguDukung Program 1.000 Event, Pemkot Malang Benahi Kepatuhan Pelaku Usaha Pariwisata
Kota Malang1 mingguDPRD Malang Desak Pemkot Tegas Tindaklanjuti Putusan Pembongkaran Tembok Griya Shanta
Hukum & Kriminal4 mingguLanjutan Sidang Karyawan Bank Digugat Tetangga, Mediasi Gagal
Kota Malang6 hariPemkot Malang Bakal Uji Coba Jalan Tembus Griya Shanta
Kota Malang3 mingguKota Malang Raih Peringkat Pertama PPA Awards Jatim, Musrenbang Tematik hingga RT Berkelas Jadi Andalan

















