Pemerintahan
Seorang Pasien Covid-19 asal Bunulrejo Dinyatakan Sembuh

Memontum Kota Malang – Seorang pasien positif Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) asal klaster keluarga di wilayah Bunulrejo telah dinyatakan sembuh. Dimana sebelumnya, dari klaster tersebut telah dikonfirmasi ada 10 orang yang telah dinyatakan positif Covid-19. Hal itu disampaikan oleh Kabag Humas Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, Nur Widianto saat dihubungi melalui pesan singkat, Kamis (18/6/2020) siang.
Nur Widianto mengatakan, klaster tersebut memang telah menjadi salah satu perhatian oleh Gugus Tugas Covid-19 Kota Malang. Menurutnya, dalam hal ini, Pemkot Malang juga telah menganjurkan agar klaster tersebut dirawat dan dilakukan karantina di RSUD Kota Malang. Namun pihak tokoh masyarakat dan RW setempat meminta agar bisa dilakukan isolasi mandiri di lingkungannya.
“Pemkot Malang sudah memberikan opsi untuk dilakukan perawatan ke Rumah Sakit Karantina, namun karen tokoh masyarakat dan RW berkomitmen sekaligus meminta untuk melakukan langkah isolasi mandiri dan pengawasan mandiri lingkungan, maka ita hargai dengan tetap terus memonitor,” ujar Nur Widianto.
Sementara itu, lebih lanjut ia menjelaskan, pihaknya hingga kini juga masih terus melakukan tracing kepada tetangga yang ada di lingkungan klaster tersebut. Dan juga tetap memerikan treatment kepada pasien yang memutuskan untuk melakukan isolasi secara mandiri.
“Kita tetap lakukan treatment kepada tetangga di sekitar lingkungan tersebut. Dan tercatat satu pasien sembuh,” imbuh dia.
Sementara itu, untuk klaster keluarga memang telah menjadi Gugus Tugas Covid-19 Kota Malang. Terlebih hingga saat ini, kasus Positif Covid-19 masih mengalami lonjakan. Dengan total angka mencapai 111 kasus per hari Rabu (17/6/2020). Dan dari total tersebut, perhatian Pemkot Malang saat ini juga tertuju pada lonjakan yang ada pada klaster keluarga. Dimana jumlahnya sekitar 40 pasien.
“Klaster keluarga saat ini jumlahnya sekitar 40 an,” ujar Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif yang juga bertindak sebagai juru bicara Covid-19 Kota Malang.
Husnul mengatakan, terdapat banyak faktor yang menyebabkan penularan Covid-19 antar anggota keluarga meningkat. Beberapa diantaranya adalah kepadatan jumlah anggota keluarga di satu rumah, mobilitas akses pasien hingga kedsiplinan dari warga konfirm positif dalam menjalankan isolasi mandiri.
“Karena klaster keluarga itu isolasi mandirinya tidak disiplin. Kemudian dari pemantauan tidak teratur. Sehingga yang konfirmasi positif ini masih keluar rumah, masih berinteraksi. Ini nanti yang kemudian kalau dia isolasi mandiri, maka bagaimana kondisi rumahnya, berapa anggota keluarganya itu harus harus sesuai rasio,” terangnya.(iki/yan)

Kota Malang4 mingguUsai Pasar Gadang dan Kebalen, Pemkot Malang Siapkan Penataan Bertahap untuk Pasar Blimbing
Kota Malang4 mingguDukung Penertiban PKL Pasar Kebalen, DPRD Kota Malang Kembali Soroti Pengembalian Fungsi Jalan
Kota Malang4 mingguTinjau Penertiban PKL Pasar Kebalen, Wali Kota Malang Sampaikan Aturan Baru
Kota Malang4 mingguHadiri Peresmian SPPG Kedungkandang, Wali Kota Wahyu Sebut SPPG di Kota Malang Minim Permasalahan
Kota Malang1 mingguPenjualan Hewan Kurban Lesu, Pedagang di Kota Malang Sebut Pembeli Turun Drastis
Kota Malang3 mingguWali Kota Malang Sebut Proses Pembentukan Dinas Damkar Tunggu Pembahasan DPRD
Kota Malang2 mingguProgram Angkutan Pelajar Gratis Jadi Harapan Baru Sopir Angkot di Kota Malang
Hukum & Kriminal4 mingguKurun Sebulan, Polresta Malang Tangkap 39 Tersangka Narkotika

















