Kota Malang
Program Asirum Diperpanjang, Kalapas Kelas 1 Malang Berikan Wejangan ke WBP yang Terima Program Asimilasi Rumah

Memontum Kota Malang – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas I Malang Kanwil Kemenkumham Jawa Timur, menerima Program Asimilasi di Rumah (Asirum) dan Pembebasan Bersyarat, seusai memenuhi sejumlah persyaratan, Kamis (12/01/2023) tadi. Dari Program Asirum ini, total ada 51 WBP, yang terdiri 49 WBP menerima bebas karena asimilasi di rumah dan 2 Pembebasan Bersyarakat (PB). Mereka, telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif untuk mendapatkan Surat Keputusan (SK) Asimilasi dan PB tersebut.
Program perpanjangan waktu Asirum sendiri, merupakan solusi yang dicanangkan pemerintah dalam mengantisipasi penyebaran Covid -19 di Lapas dan Rutan. Sebelum pulang ke rumah, para WBP ini terlebih dahulu mendapat arahan dari Kepala Lapas (Kalapas) Kelas I Malang, Heri Azhari, agar tidak lagi mengulangi perbuatannya. Kalapas berharap, WBP yang akan bebas ini memanfatkan Program Asimiliasi ini dengan sebaik-baiknya.
Diharapkan pula, tambah Kalapas, WBP dapat memanfaatkan pelatihan kerja yang telah didapat di Lapas Kelas 1 Malang. Sehungga, selalu berinovasi positif, berbuat baik dan bermanfaat saat kembali di tengah-tengah masyarakat serta tidak pernah lagi melanggar hukum.
Baca juga :
- Komisi B DPRD Kota Malang Dorong MCC Dikelola dengan Skema BLUD, Diskopindag Siap Kaji
- Satpol PP Kota Malang Pastikan Penertiban Warung Liar GOR Ken Arok Tetap Jalan, SP1 Terbit Awal Agustus
- Portal Griya Shanta Ditutup, Pemkot Malang Pastikan Uji Coba Jalan Tembus Tetap Berjalan
- DPRD Kota Malang Sampaikan Enam Rekomendasi, Soroti Rendahnya Belanja Modal
- Langganan Juara OSN, MAN 2 Kota Malang Kini Jadi Percontohan Nasional Tata Kelola Madrasah
“Program asimilasi rumah ini bukanlah bebas sepenuhnya. Ada syarat dan ketentuan yang wajib diketahui. Hal yang penting, adalah jangan berbuat tindakan yang melanggar hukum dan meresahkan di tengah-tengah masyarakat,” tegas Heri Azhari.
Selain itu, Kalapas juga memberikan pengarahan kepada WBP lainnya, terkait hak integrasi dan hak yang didapat WBP selama berada di Lapas. Seperti hak mendapatkan pelayanan kesehatan dan kebutuhan alat kebersihan WBP.
Selain itu, juga Program Integritas seperti Asimilasi di Rumah (Asirum), Pembebasan Bersyarat (PB), Cuti Menjelang Bebas (CMB), Cuti Mengunjungi Keluarga (CMK) dan Cuti Bersyarat (CB). Seperti yang tertuang dalam UU No 22 tahun 2022, di mana persyaratan tertentu yang harus dipenuhi WBP agar bisa mendapatkan hak bersyaratnya, adalah dengan berkelakuan baik, aktif mengikuti program pembinaan dan telah menunjukan penurunan tingkat resiko. “WBP harus memahami syarat-syaratnya. Seperti aktif mengikuti program pembinan, hingga kegiatan kerja,” jelasnya. (gie)

Kota Malang1 mingguLima Pengurus Karang Taruna Kecamatan di Kota Malang Layangkan Surat Terbuka, Tolak Langkah Caretaker
Hukum & Kriminal3 mingguKecanduan Judi Online, Residivis Kambuhan Curi 14 iPhone
Kota Malang4 mingguTertibkan Bangunan di Atas Aset Pemkot Malang, Kawasan RTH Buring Bakal Dikembalikan sesuai Fungsi
Kota Malang4 mingguDukung Program 1.000 Event, Pemkot Malang Benahi Kepatuhan Pelaku Usaha Pariwisata
Kota Malang1 mingguDPRD Malang Desak Pemkot Tegas Tindaklanjuti Putusan Pembongkaran Tembok Griya Shanta
Hukum & Kriminal4 mingguLanjutan Sidang Karyawan Bank Digugat Tetangga, Mediasi Gagal
Kota Malang6 hariPemkot Malang Bakal Uji Coba Jalan Tembus Griya Shanta
Kota Malang3 mingguKota Malang Raih Peringkat Pertama PPA Awards Jatim, Musrenbang Tematik hingga RT Berkelas Jadi Andalan

















