Kota Malang
Pemkot Malang Siapkan Skema Revitalisasi Pasar Tawangmangu Lewat APBN

Memontum Kota Malang – Pemerintah Kota Malang mulai mematangkan langkah revitalisasi Pasar Tawangmangu, Kecamatan Lowokwaru, dengan membuka peluang pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Langkah itu dilakukan, sebagai bagian dari strategi agar pengembangan pasar tidak sepenuhnya bertumpu pada kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, mengatakan bahwa rencana revitalisasi tersebut saat ini tengah dikomunikasikan dengan pemerintah pusat. Bahkan, Pemkot Malang telah melakukan koordinasi langsung dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perdagangan RI untuk mengawal peluang dukungan anggaran.
“Kami sudah menyampaikan rencana revitalisasi Pasar Tawangmangu ke pusat. Saat ini masih dalam proses pembahasan di Kementerian Perdagangan,” ujar Eko, Rabu (14/01/2026) tadi.
Dikatakannya, bahwa konsep revitalisasi yang disiapkan tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik bangunan pasar. Pemkot Malang ingin menghadirkan wajah baru Pasar Tawangmangu yang lebih tertata, nyaman dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat, tanpa meninggalkan identitas pasar tradisional.
Baca juga :
“Para pedagang tetap akan menjadi bagian utama, dengan dukungan fasilitas yang lebih representatif. Kemudian, juga membuka ruang bagi pengembangan unit usaha pendukung, seperti kafe dan ruang interaksi publik, guna meningkatkan daya tarik kawasan,” tuturnya.
Menurut Eko, rencana revitalisasi Pasar Tawangmangu memiliki modal awal yang cukup kuat. Aktivitas ekonomi di sekitar pasar dinilai sudah tumbuh, ditandai dengan keberadaan sejumlah kafe dan tempat berkumpul yang ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai kalangan.
“Ekosistemnya sudah berjalan. Tinggal bagaimana kita menata dan mengemasnya agar lebih hidup dan terintegrasi,” katanya.
Sebagai acuan, Pemkot Malang menjadikan Pasar Klojen sebagai salah satu referensi pengembangan Pasar Tawangmangu. Dengan konsep tersebut, pasar diharapkan tidak hanya menjadi tempat transaksi jual beli, tetapi juga berkembang sebagai ruang publik dan pusat aktivitas ekonomi warga.
“Revitalisasi ini bukan sekadar membangun ulang pasar, tapi bagaimana menciptakan pusat aktivitas ekonomi yang benar-benar hidup dan memberi dampak bagi masyarakat,” imbuh Eko. (rsy/sit)

Kota Malang1 mingguLima Pengurus Karang Taruna Kecamatan di Kota Malang Layangkan Surat Terbuka, Tolak Langkah Caretaker
Hukum & Kriminal3 mingguKecanduan Judi Online, Residivis Kambuhan Curi 14 iPhone
Kota Malang4 mingguTertibkan Bangunan di Atas Aset Pemkot Malang, Kawasan RTH Buring Bakal Dikembalikan sesuai Fungsi
Kota Malang4 mingguDukung Program 1.000 Event, Pemkot Malang Benahi Kepatuhan Pelaku Usaha Pariwisata
Kota Malang1 mingguDPRD Malang Desak Pemkot Tegas Tindaklanjuti Putusan Pembongkaran Tembok Griya Shanta
Hukum & Kriminal4 mingguLanjutan Sidang Karyawan Bank Digugat Tetangga, Mediasi Gagal
Kota Malang6 hariPemkot Malang Bakal Uji Coba Jalan Tembus Griya Shanta
Kota Malang3 mingguKota Malang Raih Peringkat Pertama PPA Awards Jatim, Musrenbang Tematik hingga RT Berkelas Jadi Andalan

















