Pemerintahan
Langgar PPKM Darurat, Pemkot Malang Siapkan Sanksi Tegas

Memontum Kota Malang – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) berupaya maksimal dalam penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat mulai 03-20 Juli.
Sejumlah aturan yang termuat di dalamnya benar-benar akan ditegakkan, seperti larangan dine-in di tempat makan, pembatasan kegiatan operasional hingga pukul 20.00, penutupan pusat perbelanjaan, dan masih banyak lagi. Jika kedapatan warga melanggar ketentuan tersebut, Wali Kota Malang, Sutiaji, secara tegas akan memberikan sanksi.
Baca juga:
“Sanksi sudah termuat dalam Surat Edaran (SE) maupun Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri). Contoh saja Pedagang Kaki Lima (PKL) boleh, asalkan take away tidak makan di tempat. Kalau kedapatan melanggar, tegas kami beri sanksi,” ujar Wali Kota.
Karena sudah pada tahap PPKM Darurat, sanksi yang diberikan lebih tegas. “Kalau dalam normatif memang harus kasih teguran, kemudian lisan, lalu tertulis. Tertulis itu pun bertahap, nah sekarang saat PPKM Darurat sudah tidak seperti itu,” tambahnya.
Tak hanya masalah tempat makan atau cafe, berkaitan dengan wisata pun juga begitu. Sanksi tegas akan digulirkan jika tak patuh Inmendagri Nomor 15 Tahun 2021.
“Ketika pengelola bandel, kita sampaikan bahwa ijin akan dicabut, ini kedaruratan. Tidak ada SP satu atau SP dua, jika pada peringatan pertama tidak taat, besoknya kita lihat tetap tidak taat, kita cabut ijin jenis usahanya,” sambungnya.
Meski begitu, pria berkacamata itu miliki keyakinan bahwa warga Kota Malang sudah sadar akan PPKM Darurat ini.
“Karena yang kita perjuangkan saat ini adalah kelangsungan negara. Kalau ada negara tapi tidak ada penduduknya, semua pada meninggal dunia, crowdednya luar biasa. Kita lihat lonjakan kasus covid-19 tertinggi di Indonesia mengalami puncaknya,” tegas Sutiaji.
Ia berpesan pada Forkopimda sekaligus warga Kota Malang untuk kompak dalam rangka mensukseskan PPKM Darurat.
“Mudah-mudahan kita tertib dan kompak semua. Kita akan bangkit akan hari-hari berikutnya serta adanya pengurangan angka konfirmasi positif. Harapannya nanti Bed Occupancy Rate (BOR) kita semakin turun presentasenya,” harap Sutiaji. (hms/mus/ed2)

Kota Malang1 mingguLima Pengurus Karang Taruna Kecamatan di Kota Malang Layangkan Surat Terbuka, Tolak Langkah Caretaker
Hukum & Kriminal3 mingguKecanduan Judi Online, Residivis Kambuhan Curi 14 iPhone
Kota Malang4 mingguTertibkan Bangunan di Atas Aset Pemkot Malang, Kawasan RTH Buring Bakal Dikembalikan sesuai Fungsi
Kota Malang4 mingguDukung Program 1.000 Event, Pemkot Malang Benahi Kepatuhan Pelaku Usaha Pariwisata
Kota Malang1 mingguDPRD Malang Desak Pemkot Tegas Tindaklanjuti Putusan Pembongkaran Tembok Griya Shanta
Hukum & Kriminal4 mingguLanjutan Sidang Karyawan Bank Digugat Tetangga, Mediasi Gagal
Kota Malang6 hariPemkot Malang Bakal Uji Coba Jalan Tembus Griya Shanta
Kota Malang3 mingguKota Malang Raih Peringkat Pertama PPA Awards Jatim, Musrenbang Tematik hingga RT Berkelas Jadi Andalan

















