Kota Malang
Kota Malang Ditetapkan Unesco sebagai Kota Kreatif Dunia Bidang Media Arts

Memontum Kota Malang – Kota Malang resmi terpilih sebagai salah satu Creative City atau kota kreatif dunia oleh Unesco untuk kategori Media Arts. Penetapan tersebut, diumumkan oleh Direktur Jenderal Unesco, Audrey Azoulay, pada peringatan World Cities Day 2025 di markas besar Unesco, Paris, Prancis, Kamis (30/10/2025) lalu.
Menanggapi itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan rasa bangganya atas capaian tersebut. Menurutnya, dari enam kota di Indonesia yang diajukan, hanya Kota Malang dan Ponorogo yang berhasil masuk dalam jejaring kota kreatif dunia.
“Ini kebanggaan dan prestasi luar biasa. Unesco tidak main-main dalam penilaian. Prosesnya panjang dan melelahkan, bahkan mereka turun langsung ke lapangan tanpa pemberitahuan,” kata Wali Kota Wahyu, Sabtu (01/11/2025) tadi.
Dikatakan Wali Kota Wahyu, bahwa penilaian terhadap Kota Malang sudah dilakukan sejak satu tahun lalu. Pemkot bersama pelaku ekonomi kreatif (Ekraf), media dan akademisi melengkapi berbagai persyaratan, termasuk kesiapan infrastruktur dan ekosistem pendukung Media Arts.
“Banyak hal yang mereka lihat, mulai dari gim, film, hingga digital storytelling. Saat mereka turun, semua sudah berjalan dengan baik. Ini bukti kerja sama antara pemerintah, pelaku ekraf, media dan masyarakat,” ujarnya.
Baca juga :
Wali Kota Wahyu juga menegaskan, bahwa Pemkot Malang akan terus menjaga dan mengawal posisi ini. “Sejak saya menjadi Pj hingga sekarang Wali Kota, ekraf selalu kami dorong sebagai sektor utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Saat pandemi pun, sektor ini tetap hidup,” tambahnya.
Dirinya juga menambahkan, hadirnya Malang Creative Center (MCC) menjadi bukti komitmen Pemkot dalam mendukung pengembangan Media Arts. “Dari MCC, banyak karya anak muda yang kini mendapat perhatian dunia. Termasuk gim dan film yang dinilai positif oleh Unesco,” lanjutnya.
Sementara itu, Satrya Wibawa, Wakil Delegasi Tetap Republik Indonesia untuk Unesco di Paris, menyebut bahwa terpilihnya Kota Malang menunjukkan pemerataan ekosistem kreatif di Indonesia. “Penambahan Kota Malang membuktikan bahwa kreativitas Indonesia tumbuh kuat di daerah yang memiliki akar budaya, inovasi digital, dan energi kolaborasi luar biasa,” tutur Satrya.
Dirinya juga menambahkan, status Creative City bukan sekadar penghargaan, tetapi juga mandat untuk memperkuat kerja sama internasional melalui program, festival, riset, serta jejaring kreatif lintas negara. Sebagai Kota Media Arts, Malang akan memiliki kesempatan luas untuk berkolaborasi dengan kota-kota kreatif dunia lain seperti Changsha (Tiongkok) dan Gwangju (Korea Selatan). (rsy/sit)

Kota Malang1 mingguLima Pengurus Karang Taruna Kecamatan di Kota Malang Layangkan Surat Terbuka, Tolak Langkah Caretaker
Hukum & Kriminal3 mingguKecanduan Judi Online, Residivis Kambuhan Curi 14 iPhone
Kota Malang4 mingguTertibkan Bangunan di Atas Aset Pemkot Malang, Kawasan RTH Buring Bakal Dikembalikan sesuai Fungsi
Kota Malang4 mingguDukung Program 1.000 Event, Pemkot Malang Benahi Kepatuhan Pelaku Usaha Pariwisata
Kota Malang1 mingguDPRD Malang Desak Pemkot Tegas Tindaklanjuti Putusan Pembongkaran Tembok Griya Shanta
Hukum & Kriminal4 mingguLanjutan Sidang Karyawan Bank Digugat Tetangga, Mediasi Gagal
Kota Malang6 hariPemkot Malang Bakal Uji Coba Jalan Tembus Griya Shanta
Kota Malang3 mingguKota Malang Raih Peringkat Pertama PPA Awards Jatim, Musrenbang Tematik hingga RT Berkelas Jadi Andalan

















