SEKITAR KITA
Ini Strategi Percepatan dan Prinsip Pijakan Kota Malang Bangkit dari Pandemi

Memontum Kota Malang – Pandemi Covid-19 memicu terpuruknya segala lini dan aspek. Oleh karenanya, pemerintah daerah selalu miliki terobosan untuk bangkit di masa pandemi, agar roda perekonomian masyarakat tetap berjalan. Di Kota Malang, mulai membangun kembali sektor perekonomian yang memiliki tulang punggung utama pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kreatif.
“Demi memaksimalkan hal tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menginisiasi adanya Malang Digital Service (Maldis),” ujar Wali Kota Malang, Sutiaji, Kamis (17/06) tadi.
Baca juga:
- Komisi B DPRD Kota Malang Dorong MCC Dikelola dengan Skema BLUD, Diskopindag Siap Kaji
- Satpol PP Kota Malang Pastikan Penertiban Warung Liar GOR Ken Arok Tetap Jalan, SP1 Terbit Awal Agustus
- Portal Griya Shanta Ditutup, Pemkot Malang Pastikan Uji Coba Jalan Tembus Tetap Berjalan
Maldis hadir di tengah-tengah masyarakat, tambahnya, untuk mendekatkan produsen dan konsumen. Pasalnya, saat ini kekuatan ekonomi mulai bergeser dari transaksi langsung menuju e-commerce.
“Jadi, bagaimana antara demand dan perusahaan bisa nyambung, harus kita kuatkan itu,” sambung Wali Kota Malang.
Selain Maldis, ujarnya, ada empat strategi percepatan lainnya. Yaitu, Malang berbagi (Malber), Malang Herbal (Malherb), Malang Beli Produk Lokal (Malpro), dan Malang Bahagia (Malba).
“Untuk Malber, itu merupakan strategi Pemkot Malang, yang mengandalkan penguatan penthahelix selama masa pandemi. Kemudian, Malherb pengembangan produk herbal sebagai alternatif suplemen kesehatan masyarakat,” jelas Sutiaji.
Dorongan penguatan ekonomi dan UMKM lokal, hadir dalam strategi Malpro. Kemudian, puncaknya adalah Malba.
“Kalau bahagia, imunnya kuat. Jika kita memandang sesuatu jangan hanya dilihat saat ini, tapi apa yang terjadi dan bagaimana kita bisa mengatasi,” imbuh Wali Kota Malang.
Selain itu, diakui pria kelahiran Lamongan ini, Pemkot Malang juga miliki tiga prinsip utama pijakan untuk bangkit di masa pandemi. “Tiga hal tersebut adalah adaptif, karakter yang kuat, dan visioner,” tegasnya.
Menurut orang nomor satu di Kota Malang itu, prinsip adaptif, identitas diri, dan futuristik atau visioner dirasa perlu dimiliki untuk bertahan bahkan bangkit dari lesunya akibat pandemi.
“Jangan pernah memandang bahwa hari ini cukup hari ini, harus kedepan. Sehingga, kita punya idealis punya gagasan terus-menerus karena punya masa depan,” sambung Sutiaji.
Bagi Wali Kota Malang, adaptif pada masa pandemi Covid-19 yaitu dengan menyesuaikan diri dengan keadaan. Meskipun, masih dalam masa pandemi Covid-19 bukan berarti kreatifitas terhenti. Justru dalam situasi seperti ini, pemilik kursi N1 itu menegaskan, kreatifitas harus terus diasah dan dimaksimalkan.”Konsep tersebut kemudian dipadukan dengan cara berfikir yang visioner,” terangnya. (hms/mus/sit)

Kota Malang1 mingguLima Pengurus Karang Taruna Kecamatan di Kota Malang Layangkan Surat Terbuka, Tolak Langkah Caretaker
Hukum & Kriminal3 mingguKecanduan Judi Online, Residivis Kambuhan Curi 14 iPhone
Kota Malang4 mingguTertibkan Bangunan di Atas Aset Pemkot Malang, Kawasan RTH Buring Bakal Dikembalikan sesuai Fungsi
Kota Malang4 mingguDukung Program 1.000 Event, Pemkot Malang Benahi Kepatuhan Pelaku Usaha Pariwisata
Kota Malang1 mingguDPRD Malang Desak Pemkot Tegas Tindaklanjuti Putusan Pembongkaran Tembok Griya Shanta
Hukum & Kriminal4 mingguLanjutan Sidang Karyawan Bank Digugat Tetangga, Mediasi Gagal
Kota Malang6 hariPemkot Malang Bakal Uji Coba Jalan Tembus Griya Shanta
Kota Malang3 mingguKota Malang Raih Peringkat Pertama PPA Awards Jatim, Musrenbang Tematik hingga RT Berkelas Jadi Andalan

















