Kota Malang
Inflasi Kota Malang Mei 2026 Terkendali, Cabai Merah Jadi Penyumbang Kenaikan Harga Terbesar

Memontum Kota Malang – Cabai merah, minyak goreng, hingga telepon seluler menjadi komoditas yang paling besar menyumbang inflasi di Kota Malang selama Mei 2026. Berdasarkan rilis Bank Indonesia (BI) Malang, Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Malang pada Mei 2026 mengalami inflasi sebesar 0,18 persen secara bulanan (month to month/mtm). Sementara itu, secara tahunan inflasi tercatat sebesar 3,10 persen (year on year/yoy).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang, Indra Kuspriyadi, mengatakan inflasi di Kota Malang masih berada dalam kondisi terkendali dan sesuai sasaran yang ditetapkan. “Inflasi Kota Malang masih terjaga dalam rentang sasaran 2,5 plus minus 1 persen,” ujar Indra, Kamis (04/06/2026) tadi.
Indra menjelaskan, cabai merah menjadi komoditas penyumbang inflasi terbesar dengan andil mencapai 0,04 persen. Kenaikan harga cabai merah dipicu terbatasnya pasokan akibat cuaca ekstrem yang memengaruhi produksi di sejumlah daerah sentra.
Selain itu, harga minyak goreng juga mengalami kenaikan, seiring meningkatnya permintaan menjelang Idul Adha. Itu dipengaruhi bertambahnya biaya kemasan sebagai dampak naiknya harga bahan baku.
“Tekanan inflasi juga berasal dari kenaikan harga telepon seluler yang dipengaruhi biaya logistik dan gangguan rantai pasok global komponen elektronik,” tambahnya.
Baca juga :
Meski begitu, laju inflasi berhasil tertahan oleh sejumlah komoditas yang mengalami penurunan harga. Telur ayam ras menjadi penyumbang deflasi terbesar dengan andil minus 0,06 persen, disusul emas perhiasan dan daging ayam ras yang masing-masing memberikan andil minus 0,04 persen.
Penurunan harga telur ayam ras dan daging ayam ras dipengaruhi meningkatnya pasokan dari produsen. Sementara itu, harga bawang putih turun seiring meningkatnya realisasi impor sejak April 2026.
“Harga emas perhiasan mengikuti penurunan harga emas global. Tarif ojek online roda dua pun juga mengalami penurunan akibat program promosi dan diskon yang diterapkan sejumlah aplikasi,” katanya.
Indra menegaskan, stabilitas inflasi di Kota Malang tidak lepas dari sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang terus melakukan berbagai langkah pengendalian. Upaya tersebut antara lain melalui pemantauan harga pangan, koordinasi kerja sama antardaerah dengan sentra produksi bawang merah, inspeksi mendadak ke pasar dan distributor guna mencegah penimbunan barang, hingga mengikuti rapat koordinasi nasional pengendalian inflasi.
Ke depan, BI bersama pemerintah daerah akan terus memperkuat Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera (GPIPS) serta program 4K yang meliputi keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektif.
“Sinergi ini akan terus diperkuat agar inflasi tetap berada dalam sasaran yang ditetapkan dan daya beli masyarakat tetap terjaga,” imbuh Indra. (rsy/sit)

Kota Malang1 mingguLima Pengurus Karang Taruna Kecamatan di Kota Malang Layangkan Surat Terbuka, Tolak Langkah Caretaker
Hukum & Kriminal3 mingguKecanduan Judi Online, Residivis Kambuhan Curi 14 iPhone
Kota Malang4 mingguTertibkan Bangunan di Atas Aset Pemkot Malang, Kawasan RTH Buring Bakal Dikembalikan sesuai Fungsi
Kota Malang4 mingguDukung Program 1.000 Event, Pemkot Malang Benahi Kepatuhan Pelaku Usaha Pariwisata
Kota Malang1 mingguDPRD Malang Desak Pemkot Tegas Tindaklanjuti Putusan Pembongkaran Tembok Griya Shanta
Hukum & Kriminal4 mingguLanjutan Sidang Karyawan Bank Digugat Tetangga, Mediasi Gagal
Kota Malang5 hariPemkot Malang Bakal Uji Coba Jalan Tembus Griya Shanta
Kota Malang3 mingguKota Malang Raih Peringkat Pertama PPA Awards Jatim, Musrenbang Tematik hingga RT Berkelas Jadi Andalan

















