Kota Malang
Hutan Kota Malabar Kota Malang Memprihatinkan, Pagar dan Pot Rusak

Memontum Kota Malang – Memprihatinkan. Begitulah kondisi Hutan Kota Malabar Kota Malang. Hutan satu-satunya yang berada di tengah Kota Malang, itu kondisinya terkesan tidak terawat.
Saat memontum.com meninjau lokasi, nampak terlihat beberapa sisi pagar kondisinya telah rusak. Seperti di sisi sebelah timur dekat Pasar Oro-Oro Dowo, pagarnya hampir roboh hingga perlu diikat dengan tali. Selain itu, ada juga lampu yang usang dan tampak tidak terawat.
Salah satu warga sekitar, Andarbeni, mengatakan pagar yang rusak itu akibat ulah orang yang tidak bertanggung jawab. Selain tentunya, perawatan pagar. Karena, dirinya sempat beberapa kali melihat orang yang sengaja melompati pagar untuk masuk ke Hutan Kota Malabar tersebut.
“Biasanya, ada orang-orang yang biasa langsung lompat untuk bisa masuk,” ujar Beni, Minggu (12/06/2022).
Baca juga:
- Komisi B DPRD Kota Malang Dorong MCC Dikelola dengan Skema BLUD, Diskopindag Siap Kaji
- Satpol PP Kota Malang Pastikan Penertiban Warung Liar GOR Ken Arok Tetap Jalan, SP1 Terbit Awal Agustus
- Portal Griya Shanta Ditutup, Pemkot Malang Pastikan Uji Coba Jalan Tembus Tetap Berjalan
- DPRD Kota Malang Sampaikan Enam Rekomendasi, Soroti Rendahnya Belanja Modal
- Langganan Juara OSN, MAN 2 Kota Malang Kini Jadi Percontohan Nasional Tata Kelola Madrasah
Tak hanya itu, dirinya juga mengatakan, bahwa belum pernah melihat perawatan secara khusus di Hutan Malabar. Oleh karenanya, dirinya berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memberikan perhatian perhatian dan perawatan sarana dan prasarana yang ada.
“Yang saya tahu, hanya petugas pembersihan taman, yang rutin aktifitas. Namun untuk perawatan lampu, pagar, bangku sama pot, hampir tidak pernah terlihat. Apalagi, beberapa yang ada di sana, juga ada yang sudah pecah. Ini ada karatan walaupun kecil, berarti menandakan kurang terawat,” tambahnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Wahyu Setianto, dikonfirmasi terpisah mengaku memang sudah mengetahui adanya beberapa kerusakan yang ada. Namun, yang menjadi kendala yakni anggaran perbaikan itu masih belum memadai.
“Sebenarnya, kita mau perawatan di anggaran 2022. Tetapi ternyata, anggaran tahun ini juga masih terbatas. Ini kita mau usahakan di PAK, kalau bisa,” jelas Wahyu.
Untuk perawatan yang dilakukan saat ini, paparnya, memang hanya meminimalisir agar pagar tidak semakin rusak. Selain itu, di dalam Hutan Kota Malabar juga masih rutin disapu dan dibersihkan. Ke depan, pihaknya akan merinci mana saja yang butuh untuk segera diperbaiki.
“Minggu kemarin saya sudah ke sana dan memang melihat ada beberapa yang perlu ditangani. Tapi apa saja persisnya yang perlu dibenahi, minggu depan kita mulai inventarisir yang rusak berapa, dan perbaikannya bagaimana,” imbuhnya. (rsy/sit)

Kota Malang1 mingguLima Pengurus Karang Taruna Kecamatan di Kota Malang Layangkan Surat Terbuka, Tolak Langkah Caretaker
Hukum & Kriminal3 mingguKecanduan Judi Online, Residivis Kambuhan Curi 14 iPhone
Kota Malang4 mingguTertibkan Bangunan di Atas Aset Pemkot Malang, Kawasan RTH Buring Bakal Dikembalikan sesuai Fungsi
Kota Malang4 mingguDukung Program 1.000 Event, Pemkot Malang Benahi Kepatuhan Pelaku Usaha Pariwisata
Kota Malang1 mingguDPRD Malang Desak Pemkot Tegas Tindaklanjuti Putusan Pembongkaran Tembok Griya Shanta
Hukum & Kriminal4 mingguLanjutan Sidang Karyawan Bank Digugat Tetangga, Mediasi Gagal
Kota Malang6 hariPemkot Malang Bakal Uji Coba Jalan Tembus Griya Shanta
Kota Malang3 mingguKota Malang Raih Peringkat Pertama PPA Awards Jatim, Musrenbang Tematik hingga RT Berkelas Jadi Andalan

















