SEKITAR KITA
Hujan 2 Jam, 25 Kawasan di Kota Malang Teridentifikasi sebagai Titik Banjir dan 230 Rumah Terendam

Memontum Kota Malang – Cuaca ekstrim yang melanda Kota Malang pada Selasa (19/10/221) lalu sekitar pukul 13.15, menyisakan sebuah catatan. Selain membuat 10 titik yang teridentifikasi terendam banjir, nyatanya berdasarkan data yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), ada total 25 titik yang terendam banjir dengan ketinggian 15 hingga 110 centimeter.
Dimana, Kecamatan Blimbing menjadi kawasan terbanyak terdata menjadi kawasan endapan air. Yakni, sebanyak 12 titik lokasi teridentifikasi mengalami banjir. Disusul kemudian, Kecamatan Lowokwaru 6 titik, Kecamatan Klojen 4 titik, Kecamatan Kedungkandang 3 titik, dan nihil di Kecamatan Sukun.
Titik-titik tersebut, diantaranya adalah Jalan Tembaga, Jalan Borobudur, Jalan Danau Toba Raya, Jalan Ir. Rais Gg, Jalan Cengger Ayam, Jalan Galunggung, Jalan Danau Sentani Raya, Jalan Teluk Grajakan, Jalan Tenaga Utara, Jalan Pasar Besar, Jalan Kalpataru, Jalan Bukit Barisan, Jalan Kedawung Gg.1, Komplek Irama Purwantoro, Jalan Candi Bima, Jalan Lesanpuro, Jalan Industri barat, Jalan Kebun jeruk belakang, Jalan Letjend S Parman, Jalan Raya Blimbing, Jalan Taman siswa, dan Jalan Raya Sulfat.
“Salah satu penyebabnya, memang saluran drainase yang tidak mampu menampung besarnya debit air hujan,” terang Kepala BPBD Kota Malang, Alie Mulyanto, Kamis (21/10/2021).
Akibat kejadian tersebut, kemacetan sempat terjadi di sejumlah titik banjir. Pasalnya, banyak kendaraan roda empat dan roda dua mengalami kemacetan, serta banyaknya material lumpur yang masuk ke rumah warga hingga jalanan.
“Sehingga, kami saat itu segera berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) untuk tindakan rekomendasi,” sambungnya.
Beberapa upaya cepat tanggap dilakukan pihaknya, yaitu dengan melakukan asesmen di lokasi kejadian. Kemudian pembersihan material atau sampah yang terbawa oleh banjir.
“Tidak lupa kami koordinasi juga dengan perangkat setempat, seperti lurah dan camat. Lalu, normalisasi aliran air yang masih tergenang dengan mesin pompa,” jelas Alie.
Banjir dan genangan akibat hujan dengan intensitas lebat selama kurang lebih 2 jam itu juga menimbulkan sejumlah kerugian. Alie menyebutkan kerugian Materil kurang lebih 230 unit rumah terendam banjir, dan sebanyak 230 KK terdampak.
“Memasuki musim penghujan, masyarakat diimbau untuk tetap waspada bahaya banjir jika hujan dengan intensitas sangat tinggi terjadi menerus selama lebih dari satu jam,” terangnya. (mus/sit)

Kota Malang1 mingguLima Pengurus Karang Taruna Kecamatan di Kota Malang Layangkan Surat Terbuka, Tolak Langkah Caretaker
Hukum & Kriminal3 mingguKecanduan Judi Online, Residivis Kambuhan Curi 14 iPhone
Kota Malang4 mingguTertibkan Bangunan di Atas Aset Pemkot Malang, Kawasan RTH Buring Bakal Dikembalikan sesuai Fungsi
Kota Malang4 mingguDukung Program 1.000 Event, Pemkot Malang Benahi Kepatuhan Pelaku Usaha Pariwisata
Kota Malang1 mingguDPRD Malang Desak Pemkot Tegas Tindaklanjuti Putusan Pembongkaran Tembok Griya Shanta
Hukum & Kriminal4 mingguLanjutan Sidang Karyawan Bank Digugat Tetangga, Mediasi Gagal
Kota Malang6 hariPemkot Malang Bakal Uji Coba Jalan Tembus Griya Shanta
Kota Malang3 mingguKota Malang Raih Peringkat Pertama PPA Awards Jatim, Musrenbang Tematik hingga RT Berkelas Jadi Andalan

















