Kota Malang
Giliran Perbaikan Jembatan Oro Oro Dowo Kota Malang Tuai Tanya Kapan Kejelasan Perampungan

Memontum Kota Malang – Belum rampung mengenai kejelasan pengerjaan gorong-gorong Jalan Raya Dieng, DPUPRPKP Kota Malang kembali diketahui melakukan perbaikan Jembatan penghubung Jalan Jaksa Agung Soeprapto 2E dengan Oro-Oro Dowo Gang 13 Kota Malang, atau yang biasa dikenal dengan Jembatan Sopan. Mirisnya, tidak ubahnya pengerjaan di Dieng, dalam perbaikan jembatan penghubung Oro-Oro Dowo Kota Malang, tanya mengenai kapan jadwal perampungan, pun muncul.
Adalah Waluyo, salah satu warga dan pengguna jalan, yang mengatakan jika dalam pengerjaan jembatan tersebut harus bisa terselesaikan dalam waktu dekat. Sebab, meskipun itu merupakan jalan alternatif, tetapi sering dilewati oleh banyak pengendara motor.
“Harusnya, perbaikan ini selesai dalam waktu dekat ini. Jembatan itu ditinggikan 1 sampai 2 meter, setahu saya. Diharapkan dengan perbaikan ini, tentunya bisa memperkokoh dan tidak rusak lagi. Pastinya, bisa cepat juga,” kata Waluyo.
Sekedar diketahui, jembatan tersebut juga lebih dikenal dengan Jembatan Sopan, sebab pengguna jalan yang melintasi jembatan tersebut harus turun dan menuntun kendaraan masing-masing.
Baca juga :
- Komisi B DPRD Kota Malang Dorong MCC Dikelola dengan Skema BLUD, Diskopindag Siap Kaji
- Satpol PP Kota Malang Pastikan Penertiban Warung Liar GOR Ken Arok Tetap Jalan, SP1 Terbit Awal Agustus
- Portal Griya Shanta Ditutup, Pemkot Malang Pastikan Uji Coba Jalan Tembus Tetap Berjalan
- DPRD Kota Malang Sampaikan Enam Rekomendasi, Soroti Rendahnya Belanja Modal
- Langganan Juara OSN, MAN 2 Kota Malang Kini Jadi Percontohan Nasional Tata Kelola Madrasah
Kepala Bidang Bina Marga DPUPRPKP, Kota Malang, Muhammad Nur Cholis, dikonfirmasi terpisah mengatakan jika jembatan tersebut tengah dilakukan perbaikan. Sebab, lantai jembatan yang dari awal terbuat dari kayu, kini telah banyak yang keropos.
“Jembatan Oro-Oro Dowo itu jembatan gantung yang lapisan lantainya pakai kayu. Setelah dicek, ternyata kayunya banyak yang lapuk,” ujarnya, Senin (19/12/2022) tadi.
Perbaikan yang saat ini tengah dilakukan, ujarnya, yakni mengganti kayu-kayu tersebut dengan bordes (pelat baja,red). Tentunya dalam perbaikan itu, hanya untuk memperkokoh bangunan dan mengganti dasarnya, bukan untuk memperlebar badan jembatan.
“Kita coba evaluasi dan ganti untuk memakai bordes yang lebih tebal dengan menghitung beban jembatan. Karena, dahulu menggunakan kayu dan di atasnya ada aspal. Kalau dibordes, otomatis tidak ada aspalnya,” jelasnya.
Hingga saat ini, paparnya, pengerjaan jembatan tersebut telah mencapai 80 persen dan dipastikan dapat segera dilintasi kembali hingga tanggal 25 Desember 2022 mendatang. (rsy/sit)

Kota Malang1 mingguLima Pengurus Karang Taruna Kecamatan di Kota Malang Layangkan Surat Terbuka, Tolak Langkah Caretaker
Hukum & Kriminal3 mingguKecanduan Judi Online, Residivis Kambuhan Curi 14 iPhone
Kota Malang4 mingguTertibkan Bangunan di Atas Aset Pemkot Malang, Kawasan RTH Buring Bakal Dikembalikan sesuai Fungsi
Kota Malang4 mingguDukung Program 1.000 Event, Pemkot Malang Benahi Kepatuhan Pelaku Usaha Pariwisata
Kota Malang1 mingguDPRD Malang Desak Pemkot Tegas Tindaklanjuti Putusan Pembongkaran Tembok Griya Shanta
Hukum & Kriminal4 mingguLanjutan Sidang Karyawan Bank Digugat Tetangga, Mediasi Gagal
Kota Malang6 hariPemkot Malang Bakal Uji Coba Jalan Tembus Griya Shanta
Kota Malang3 mingguKota Malang Raih Peringkat Pertama PPA Awards Jatim, Musrenbang Tematik hingga RT Berkelas Jadi Andalan

















