Kota Malang
Genjot Capaian PBB 2026, Bapenda Kota Malang Siapkan Program Sambang ke 300 Titik

Memontum Kota Malang – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang, menargetkan penerimaan Pajak Bumi Bangunan (PBB) di tahun 2026 sebesar Rp 73 miliar. Angka penargetan itu, masih sama dengan tahun sebelumnya.
Kepala Bapenda Kota Malang, Handi Priyanto, melalui Kasubid Pajak Daerah I Bapenda Kota Malang, Nico Dadik Prayoga, mengatakan bahwa berbagai upaya jemput bola tetap dilakukan untuk mendorong capaian target tersebut. Salah satunya, melalui program Sambang Kelurahan, Sobo RW, hingga Singgah Perumahan.
“Upaya kami tetap sama dengan tahun lalu, yaitu jemput bola itu terus kami lakukan. Dalam satu tahun sekitar 300 titik lebih yang kami sambangi, meliputi kelurahan, perumahan, hingga tingkat RW/RT,” kata Nico, Senin (09/03/2026) tadi.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan penagihan rutin setiap tahun agar masyarakat tetap ingat untuk membayar PBB. Nico menegaskan bahwa jatuh tempo pembayaran PBB masih sama, yakni pada Juli.
“Pada Maret ini, belum menjadwalkan kegiatan sambang ke lapangan. Kemungkinan antara April atau Mei kami mulai menentukan lokasi mana saja yang perlu didatangi untuk penagihan,” jelasnya.
Baca juga :

Nico menambahkan, pembayaran PBB sendiri sudah dibuka sejak Januari dengan batas waktu hingga Juli. Setelah itu, biasanya ada program penghapusan denda pada Agustus hingga Oktober. Sejauh ini, partisipasi wajib pajak pada awal 2026 tergolong cukup baik.
“Sejauh ini masyarakat cukup patuh. Tapi mungkin ada yang menunda karena kebutuhan menjelang hari raya, sehingga kemungkinan setelah lebaran baru banyak yang melakukan pembayaran,” ucapnya.
Nico juga menegaskan, bahwa saat ini pembayaran PBB semakin mudah karena tidak harus datang ke kantor. Warga cukup mengetahui Nomor Objek Pajak (NOP) untuk melakukan transaksi melalui berbagai kanal pembayaran.
“Pembayaran bisa melalui QRIS, Bank Jatim, BCA, BNI, Mandiri, Kantor Pos hingga Indomaret dan Alfamart. Jadi sekarang jauh lebih simpel,” tuturnya.
Selain itu, Bapenda juga mendorong keterlibatan masyarakat melalui program Agen Laku Pandai Bank Jatim di tingkat RW atau kelompok warga. Melalui skema tersebut, warga dapat membantu penagihan sekaligus penyetoran pembayaran secara langsung.
“Semacam door to door. Kami juga punya sistem untuk memetakan wilayah mana saja yang serapannya masih rendah, sehingga program sambang bisa lebih tepat sasaran,” imbuh Nico. (rsy/sit/adv)

Kota Malang1 mingguLima Pengurus Karang Taruna Kecamatan di Kota Malang Layangkan Surat Terbuka, Tolak Langkah Caretaker
Hukum & Kriminal3 mingguKecanduan Judi Online, Residivis Kambuhan Curi 14 iPhone
Kota Malang4 mingguTertibkan Bangunan di Atas Aset Pemkot Malang, Kawasan RTH Buring Bakal Dikembalikan sesuai Fungsi
Kota Malang4 mingguDukung Program 1.000 Event, Pemkot Malang Benahi Kepatuhan Pelaku Usaha Pariwisata
Kota Malang1 mingguDPRD Malang Desak Pemkot Tegas Tindaklanjuti Putusan Pembongkaran Tembok Griya Shanta
Hukum & Kriminal4 mingguLanjutan Sidang Karyawan Bank Digugat Tetangga, Mediasi Gagal
Kota Malang6 hariPemkot Malang Bakal Uji Coba Jalan Tembus Griya Shanta
Kota Malang3 mingguKota Malang Raih Peringkat Pertama PPA Awards Jatim, Musrenbang Tematik hingga RT Berkelas Jadi Andalan

















