Kota Malang
Disnaker PMPSTP Kota Malang Targetkan Nilai Investasi 2026 Tembus Rp 3,4 Triliun

Memontum Kota Malang – Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPSTP) Kota Malang memproyeksikan target investasi pada tahun 2026 berada di kisaran Rp 3,2 hingga Rp 3,4 triliun. Hal itu disampaikan, menyusul adanya tren peningkatan investasi daerah yang konsisten dalam dua tahun terakhir.
Kepala Disnaker-PMPSTP Kota Malang, Arif Tri Sastyawan, mengatakan hingga saat ini target resmi investasi tahun 2026 masih menunggu rilis dari pemerintah pusat, seiring belum ditetapkannya target investasi nasional. “Target 2026 belum keluar, karena target investasi nasional juga belum dirilis. Tahun 2025 nasional, itu di angka Rp 1.900 triliun. Melihat tren sebelumnya, prediksi kami target nasional bisa di kisaran Rp 2.100 triliun,” ujar Arif, Sabtu (31/01/2026) tadi.
Dengan proyeksi tersebut, Arif menyebut target investasi Kota Malang pada 2026 berpeluang berada di angka Rp 3,2 hingga Rp 3,4 triliun. Dengan menggenjot investasi dari sektor perumahan dan perhotelan, termasuk rencana pembangunan sejumlah hotel.
“Kami berharap sektor-sektor tersebut bisa menjadi penopang utama pencapaian target investasi 2026. Kalau investasi hotel ini masuk, insyaallah bisa tercapai,” katanya.
Baca juga :
Optimisme tersebut juga didukung oleh capaian investasi Kota Malang pada tahun 2025 yang berhasil melampaui target Kementerian Investasi dan Hilirisasi. Dari target Rp 3,06 triliun, realisasi investasi tercatat mencapai Rp 3,11 triliun atau surplus sekitar Rp 5 miliar.
“Dengan capaian tersebut menempatkan Kota Malang sebagai daerah dengan realisasi investasi terbaik kedua di Jawa Timur setelah Surabaya,” tambahnya.
Lebih lanjut dikatakannya, pada tahun 2024 realisasi investasi Kota Malang berada di angka Rp 2,96 triliun dan meningkat dua persen pada tahun 2025. Peningkatan tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata daerah lain di Jawa Timur yang hanya berada di kisaran 0,5 hingga 1 persen.
“Target peningkatan dari kementerian sebesar dua persen dan itu bisa kami capai,” lanjutnya.
Ditambahkannya, bahwa sektor perdagangan menjadi kontributor terbesar realisasi investasi tahun 2025 dengan porsi hampir 45 persen, yang didominasi oleh sektor ritel dan supermarket. Kemudian, kontributor lainnya berasal dari sektor restoran dan perhotelan. (rsy/sit)

Kota Malang1 mingguLima Pengurus Karang Taruna Kecamatan di Kota Malang Layangkan Surat Terbuka, Tolak Langkah Caretaker
Hukum & Kriminal3 mingguKecanduan Judi Online, Residivis Kambuhan Curi 14 iPhone
Kota Malang4 mingguTertibkan Bangunan di Atas Aset Pemkot Malang, Kawasan RTH Buring Bakal Dikembalikan sesuai Fungsi
Kota Malang4 mingguDukung Program 1.000 Event, Pemkot Malang Benahi Kepatuhan Pelaku Usaha Pariwisata
Kota Malang1 mingguDPRD Malang Desak Pemkot Tegas Tindaklanjuti Putusan Pembongkaran Tembok Griya Shanta
Hukum & Kriminal4 mingguLanjutan Sidang Karyawan Bank Digugat Tetangga, Mediasi Gagal
Kota Malang6 hariPemkot Malang Bakal Uji Coba Jalan Tembus Griya Shanta
Kota Malang3 mingguKota Malang Raih Peringkat Pertama PPA Awards Jatim, Musrenbang Tematik hingga RT Berkelas Jadi Andalan

















