Kota Malang
Dinsos Kota Malang Ungkap 4 Ribu Data Warga Bermasalah di DTSEN dan Berpotensi Salah Sasaran Bansos

Memontum Kota Malang – Pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) di Kota Malang, terus dilakukan secara berkala. Hal itu penting dilakukan, karena masih ditemukan adanya data bermasalah yang berpotensi menimbulkan salah sasaran penerima Bantuan Sosial (Bansos).
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kota Malang, Donny Sandito, menyampaikan bahwa saat ini DTSEN sudah mencapai 100 persen, dengan mencakup data warga sesuai rilis Badan Pusat Statistik (BPS). Namun, proses verifikasi tetap berjalan melalui berbagai jalur, seperti pelaporan langsung ke Dinsos, pendaftaran mandiri, maupun melalui Musyawarah Kelurahan (Muskel).
“Kalau di Kota Malang, error-nya itu hanya sekitar 4 ribu jiwa dari total 189 ribu di data lama (DTKS). Errornya bisa macam-macam, misalnya penerima Bansos tapi masuk desil di atas 4, atau warga yang seharusnya di desil 6 hingga 7 malah tercatat di desil 3 hingga 4. Nah, itu yang harus diperbaiki,” jelas Donny, Selasa (16/09/2025) tadi.
Kemudian, dikatakannya bahwa penerima Bansos memang ditentukan dari desil 1 hingga 4. Sehingga, jika ada warga yang tercatat menerima bantuan tetapi berada di desil 5 ke atas, maka secara otomatis bantuan akan dihentikan oleh Kementerian Sosial (Kemensos).
Baca juga :
“Contohnya penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Itu semestinya ada di desil 1 hingga 2. Kalau hasil groundchecking menunjukkan mereka ada di desil lebih tinggi, ya diputus bantuannya,” ujarnya.
Meski begitu, Donny menegaskan bahwa warga tetap memiliki kesempatan untuk mendaftar ulang secara mandiri. Salah satunya melalui aplikasi Cek Bansos milik Kemensos.
“Bisa mendaftar sendiri. Tetapi, kalau dari kami tetap harus melalui musyawarah kelurahan untuk diverifikasi. Setelah itu, hasilnya dimasukkan ke Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG), untuk kemudian diajukan ke Kemensos dan BPS,” katanya.
Dengan sistem pemutakhiran ini, Donny berharap tidak ada lagi warga yang salah sasaran sebagai penerima bansos. “Makanya, kami terus perbaiki yang 4.000 error tadi. Itu jadi fokus intervensi Dinsos Kota Malang,” imbuh Donny. (rsy/sit)

Kota Malang1 mingguLima Pengurus Karang Taruna Kecamatan di Kota Malang Layangkan Surat Terbuka, Tolak Langkah Caretaker
Hukum & Kriminal3 mingguKecanduan Judi Online, Residivis Kambuhan Curi 14 iPhone
Kota Malang4 mingguTertibkan Bangunan di Atas Aset Pemkot Malang, Kawasan RTH Buring Bakal Dikembalikan sesuai Fungsi
Kota Malang4 mingguDukung Program 1.000 Event, Pemkot Malang Benahi Kepatuhan Pelaku Usaha Pariwisata
Kota Malang1 mingguDPRD Malang Desak Pemkot Tegas Tindaklanjuti Putusan Pembongkaran Tembok Griya Shanta
Hukum & Kriminal4 mingguLanjutan Sidang Karyawan Bank Digugat Tetangga, Mediasi Gagal
Kota Malang6 hariPemkot Malang Bakal Uji Coba Jalan Tembus Griya Shanta
Kota Malang3 mingguKota Malang Raih Peringkat Pertama PPA Awards Jatim, Musrenbang Tematik hingga RT Berkelas Jadi Andalan

















