Kota Malang
Dinkes Kota Malang Sasar Pemeriksaan Kesehatan untuk Siswa Tahun Ajaran Baru

Memontum Kota Malang – Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mulai melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh bagi siswa baru tahun ajaran 2025/2026. Pemeriksaan itu ditujukan, bagi siswa Kelas 1 SD/MI, Kelas 1 SMP dan Kelas 1 SMA atau sederajat, baik negeri maupun swasta.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif, menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan dengan menyesuaikan kategori usia. Sebab, anak-anak dan remaja itu berbeda. Program tersebut, berlangsung sejak akhir Juli 2025 dan ditargetkan rampung selama Agustus 2025.
“Kelas 1 SMP dan Kelas 1 SMA itukan sudah remaja, jadi item pemeriksaannya beda. Anak-anak ada sekitar 6 sampai 8 item, remaja ada 12 item. Pemeriksaan ini dilakukan oleh Puskesmas di masing-masing wilayah, disesuaikan jadwal UKS sekolah,” ucap Husnul, Selasa (05/08/2025) tadi.
Jenis pemeriksaan sendiri, tambahnya, meliputi pemeriksaan mata, telinga, gigi, fisik umum, hingga pemeriksaan penunjang seperti laboratorium. Program tersebut, sejalan dengan instruksi pemerintah pusat terkait pemeriksaan kesehatan pelajar secara lebih rinci dan berstandar nasional.
“Dahulu pemeriksaan UKS hanya sebatas fisik ringan, tanpa laboratorium. Sekarang sesuai program pemerintah, ini lebih detail dan lengkap,” ujarnya.
Baca juga :
Kemudian, dikatakannya bahwa pemeriksaan itu penting sebagai baseline data kesehatan siswa baru yang akan menjadi acuan pemantauan selama satu tahun pelajaran. Hasilnya, akan direkap dan disampaikan ke sekolah dalam bentuk rapor kesehatan siswa.
“Kita jadi punya gambaran status kesehatan siswa sejak awal. Misalnya, apakah berat badan kurang, ada karies gigi, anemia, atau lainnya. Dari situ bisa ditindaklanjuti oleh puskesmas,” jelasnya.
Setelah pemeriksaan awal selesai, Dinas Kesehatan akan menyerahkan data rapor kesehatan ke sekolah dan memastikan tindak lanjut melalui Puskesmas wilayah. Pemeriksaan itu juga terintegrasi dengan buku rujukan UKS.
“Harapannya, selama kelas 1, kondisi siswa bisa dipantau dan ditangani. Jadi saat naik kelas 2, pemeriksaan berikutnya sudah menjadi bagian dari pemantauan berkelanjutan,” tambahnya.
Sebagai informasi, sebelumnya pemeriksaan kesehatan yang akan dilakukan itu, Dinkes juga telah melakukan hal serupa di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 16 Kota Malang. Dalam pemeriksaan itu, telah ditemukan beberapa kasus ringan seperti karies gigi dan satu kasus anemia.
“Yang di SR itu hasilnya mayoritas bagus. Kasus yang ditemukan bisa langsung ditangani puskesmas. Di SR sendiri juga ada pos kesehatan yang terus memantau,” imbuh Husnul. (rsy/sit)

Kota Malang1 mingguLima Pengurus Karang Taruna Kecamatan di Kota Malang Layangkan Surat Terbuka, Tolak Langkah Caretaker
Hukum & Kriminal3 mingguKecanduan Judi Online, Residivis Kambuhan Curi 14 iPhone
Kota Malang4 mingguTertibkan Bangunan di Atas Aset Pemkot Malang, Kawasan RTH Buring Bakal Dikembalikan sesuai Fungsi
Kota Malang4 mingguDukung Program 1.000 Event, Pemkot Malang Benahi Kepatuhan Pelaku Usaha Pariwisata
Kota Malang1 mingguDPRD Malang Desak Pemkot Tegas Tindaklanjuti Putusan Pembongkaran Tembok Griya Shanta
Hukum & Kriminal4 mingguLanjutan Sidang Karyawan Bank Digugat Tetangga, Mediasi Gagal
Kota Malang6 hariPemkot Malang Bakal Uji Coba Jalan Tembus Griya Shanta
Kota Malang3 mingguKota Malang Raih Peringkat Pertama PPA Awards Jatim, Musrenbang Tematik hingga RT Berkelas Jadi Andalan

















