Kota Malang
Delapan Program Prioritas DPUPRPKP Kota Malang Belum Masuk Anggaran Tahun 2023

Memontum Kota Malang – Sebanyak delapan program prioritas, belum dianggarkan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, pada tahun 2023. Hal ini disampaikan oleh Kepala DPUPRPKP, Diah Ayu Kusumadewi, dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Verifikasi Usulan Rencana Pembangunan Tahun Anggaran 2023, Rabu (23/02/2022).
Dijelaskannya, delapan program prioritas yang belum dianggarkan pada 2023 tersebut, diantaranya adalah pembangunan Jalan Soekarno Hatta, pembangunan jembatan Muharto Barat, pembangunan jembatan Muharto Timur, pelebaran kaki simpang, pembangunan underpass, PSU Perumahan PNS Kelurahan Bandulan, Drainase Jalan Jonge – D Sentani – D Toba – Jalan Ki Ageng Gribik dan Drainase Kerinci-Sulfat.
“Itu belum masuk di 2023. Pagu kita sudah melebihi. Sehingga, jika delapan program prioritas itu dimasukkan sudah tidak mungkin. Saat ini masih melihat yang lebih prioritas, ya itu yang kita masukkan,” katanya.
Pagu indikatif DPUPRPKP tahun 2023, sekitar Rp 306 Miliar. Dimana, jumlah tersebut akan dibagi pada beberapa kegiatan. Seperti gaji, tunjangan, intensif dan rekening listrik PJU sebesar Rp 42 Miliar.
Baca juga :
- Komisi B DPRD Kota Malang Dorong MCC Dikelola dengan Skema BLUD, Diskopindag Siap Kaji
- Satpol PP Kota Malang Pastikan Penertiban Warung Liar GOR Ken Arok Tetap Jalan, SP1 Terbit Awal Agustus
- Portal Griya Shanta Ditutup, Pemkot Malang Pastikan Uji Coba Jalan Tembus Tetap Berjalan
- DPRD Kota Malang Sampaikan Enam Rekomendasi, Soroti Rendahnya Belanja Modal
- Langganan Juara OSN, MAN 2 Kota Malang Kini Jadi Percontohan Nasional Tata Kelola Madrasah
Kemudian juga terbagi pada kegiatan operasional seperti, TPOK, operasional sekretariat, perkantoran terpadu, Rusunawa, alat berat, sosialisasi, pemeliharaan insidentil dan lainnya. Pada kegiatan ini diperkirakan dengan anggaran Rp 59 Miliar.
Selain itu, tentunya untuk prirotitas pembangunan Kota Malang yang berasal dari Musrenbang, Jembatan Majapahit, Kahuripan, Brawijaya, rehab jembatan berlubang, sosialisasi air limbah domestik, pembangunan IPAL dengan plot Rp 205 Miliar. “Insyallah 8 program tersebut di penganggaran selanjutnya, di tahun 2024 bisa menjadi prioritas,” tuturnya.
Menanggapi hal itu, Wali Kota Malang Sutiaji, mengatakan jika memang masih terdapat PR. Hal ini memang harus menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. “Termasuk banjir, gorong-gorong di kawasan Jalan Soekarno Hatta, itu kan nominalnya luar biasa, bisa sampai Rp 128 miliar. Ada jembatan-jembatan, nantinya bisa dilanjutkan,” ujarnya. (cw2/gie)

Kota Malang1 mingguLima Pengurus Karang Taruna Kecamatan di Kota Malang Layangkan Surat Terbuka, Tolak Langkah Caretaker
Hukum & Kriminal3 mingguKecanduan Judi Online, Residivis Kambuhan Curi 14 iPhone
Kota Malang4 mingguTertibkan Bangunan di Atas Aset Pemkot Malang, Kawasan RTH Buring Bakal Dikembalikan sesuai Fungsi
Kota Malang4 mingguDukung Program 1.000 Event, Pemkot Malang Benahi Kepatuhan Pelaku Usaha Pariwisata
Kota Malang1 mingguDPRD Malang Desak Pemkot Tegas Tindaklanjuti Putusan Pembongkaran Tembok Griya Shanta
Hukum & Kriminal4 mingguLanjutan Sidang Karyawan Bank Digugat Tetangga, Mediasi Gagal
Kota Malang6 hariPemkot Malang Bakal Uji Coba Jalan Tembus Griya Shanta
Kota Malang3 mingguKota Malang Raih Peringkat Pertama PPA Awards Jatim, Musrenbang Tematik hingga RT Berkelas Jadi Andalan

















