Kota Malang
Bencana di Kota Malang Terus Meningkat, BPBD Sebut Banjir Mendominasi sejak 2022

Memontum Kota Malang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang mencatat tren kenaikan kejadian bencana dalam tiga tahun terakhir. Kepala BPBD Kota Malang, Prayitno, menyampaikan bahwa sejak tahun 2022 hingga tahun 2024, bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor dan cuaca ekstrem menjadi kejadian yang paling mendominasi.
Dari data BPBD, pada tahun 2022 tercatat ada sekitar 479 kejadian bencana. Angka tersebut terus naik hingga mencapai 494 kejadian pada tahun 2024, dengan banjir menjadi bencana paling banyak dialami oleh warga Kota Malang.
“Curah hujan yang tinggi berpengaruh pada kondisi permukaan wilayah. Setiap musim penghujan, banjir menjadi permasalahan utama. Setelah itu, disusul longsor serta cuaca ekstrem seperti angin kencang,” jelas Prayitno, Sabtu (06/12/2025).
Tentunya, dari setiap kejadian bencana tersebut, menurutnya selalu diawali laporan dari Kelurahan Tangguh Bencana. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan asesmen untuk mengetahui tingkat kerusakan, penyebab, hingga dampaknya.
Baca juga :
“Dari asesmen itu, kami menentukan bentuk bantuan yang diperlukan. Jika ada korban luka atau persoalan kesehatan, tim kesehatan akan diterjunkan. Bila terjadi kerusakan rumah atau jembatan, maka Tim Reaksi Cepat dari Dinas PU akan bergerak,” ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan, menurutnya BPBD Kota Malang juga telah membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) lintas OPD, yang bertugas membuat laporan komprehensif sebagai bahan pengambilan keputusan Sekretaris Daerah Kota Malang. Dari laporan tersebut, OPD terkait dapat langsung diperintahkan menangani kondisi di lapangan.
“Dukungan dari masyarakat, seperti relawan dan Kelurahan Tangguh Bencana, sudah ada. Namun beberapa kebutuhan alat masih harus dipenuhi oleh instansi terkait,” lanjutnya.
Melihat kondisi bencana yang meningkat, terutama banjir, Prayitno menilai perlu adanya langkah mitigasi yang lebih permanen. Salah satunya melalui pembenahan sistem drainase di Kota Malang, yang dinilai belum optimal dalam menampung curah hujan ekstrem.
“Dari data terakhir tahun 2024, bencana di Kota Malang cukup tinggi dan mayoritas berupa banjir. Ini menunjukkan bahwa perlunya treatment menyangkut sistem drainase dan infrastruktur lainnya,” imbuh Prayitno. (rsy/sit)

Kota Malang1 mingguLima Pengurus Karang Taruna Kecamatan di Kota Malang Layangkan Surat Terbuka, Tolak Langkah Caretaker
Hukum & Kriminal3 mingguKecanduan Judi Online, Residivis Kambuhan Curi 14 iPhone
Kota Malang4 mingguTertibkan Bangunan di Atas Aset Pemkot Malang, Kawasan RTH Buring Bakal Dikembalikan sesuai Fungsi
Kota Malang4 mingguDukung Program 1.000 Event, Pemkot Malang Benahi Kepatuhan Pelaku Usaha Pariwisata
Kota Malang1 mingguDPRD Malang Desak Pemkot Tegas Tindaklanjuti Putusan Pembongkaran Tembok Griya Shanta
Hukum & Kriminal4 mingguLanjutan Sidang Karyawan Bank Digugat Tetangga, Mediasi Gagal
Kota Malang6 hariPemkot Malang Bakal Uji Coba Jalan Tembus Griya Shanta
Kota Malang3 mingguKota Malang Raih Peringkat Pertama PPA Awards Jatim, Musrenbang Tematik hingga RT Berkelas Jadi Andalan

















