Kota Malang
Bangku Tanam di Kawasan Kayutangan Heritage Kota Malang Raib

Memontum Kota Malang – Bangku tanam yang berada di kawasan pedestrian Kayutangan Heritage Kota Malang, diduga hilang diambil orang. Hanya saja, kapan peristiwa itu berlangsung, belum diketahui secara rinci. Sebaliknya, di lokasi hanya didapati bekas baut yang masih tertanam.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Wahyu Setianto, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa hal tersebut. Sementara mengenai proses pemasangan kursi tanam, itu menggunakan metode sekrup, yang dengan mudah bisa dilepas dan diambil orang. Pemasangan itu, ternyata milik proyek Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Jawa Timur.
“Saya amati kursi itu memang sekrupan. Jadi, gampang dilepas orang. Beda dengan yang di Jalan Ijen. Awalnya, saya percaya bahwa kursi yang dipasang di tempat ramai nggak bisa hilang. Tapi ternyata, hilang juga,” jelas Wahyu, Kamis (07/07/2022).
Dikatakan Wahyu, bahwa sebelumnya sejumlah petugas DLH Kota Malang, juga telah dikerahkan untuk keliling pembersihan dan pengawasan sejak pukul 07.00 – 23.00. Namun, terjadi hal yang tidak diinginkan, yakni kehilangan kursi tersebut.
Baca juga :
- Sempat Terjadi Aksi Saling Dorong, PN Malang Eksekusi Rumah di Perum Bumi Palapa Kota Malang
- Nasib Sekolah di Lahan UM, Pemkot Malang Siapkan Opsi Merger
- Ancam Mahasiswa dengan Pisau dan Celurit, Dua Begundal Ditangkap Polisi
- Gencarkan Deteksi Dini, 925 Warga Kota Malang Positif TBC dalam Lima Bulan
- Disimpan di Pembalut, Seorang Perempuan Coba Selundupkan Obat-Obatan ke Lapas Malang
“Tapi kok kecolongan juga. Kami akan lebih intensif lagi melakukan pengawasan. Tapi kita tidak bisa 24 jam, karena tugas kami banyak,” tegasnya.
Untuk pengganti bangku yang hilang tersebut, tidak bisa dilakukan dalam waktu cepat. Sebab, menurutnya perlu melakukan pengadaan untuk diusulkan pada Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2022 di Agustus mendatang. Namun, untuk usulan DLH nantinya tak hanya mengganti satu bangku tersebut, tetapi juga akan melakukan perawatan dan penggantian bangku yang sudah tidak layak.
“Kami akan inventaris, akan kami usulkan di perubahan APBD 2022. Kalau sekarang kita tidak ada anggaran. Seandainya ada stok, ya kami akan langsung ganti,” imbuhnya.
Sementara itu, salah satu penyedia jasa becak keliling yang biasa beristirahat di lokasi kejadian, mengatakan bahwa bangku tersebut diketahui sudah hilang sejak tiga hari yang lalu. “Paling malam-malam pas sepi. Bangku itu kan tandem harus di congkel buat ngambil. Sudah tiga hari itu hilang,” katanya. (rsy/sit)

Kota Malang4 mingguUsai Pasar Gadang dan Kebalen, Pemkot Malang Siapkan Penataan Bertahap untuk Pasar Blimbing
Kota Malang4 mingguDukung Penertiban PKL Pasar Kebalen, DPRD Kota Malang Kembali Soroti Pengembalian Fungsi Jalan
Kota Malang4 mingguTinjau Penertiban PKL Pasar Kebalen, Wali Kota Malang Sampaikan Aturan Baru
Kota Malang4 mingguHadiri Peresmian SPPG Kedungkandang, Wali Kota Wahyu Sebut SPPG di Kota Malang Minim Permasalahan
Kota Malang1 mingguPenjualan Hewan Kurban Lesu, Pedagang di Kota Malang Sebut Pembeli Turun Drastis
Kota Malang3 mingguWali Kota Malang Sebut Proses Pembentukan Dinas Damkar Tunggu Pembahasan DPRD
Kota Malang2 mingguProgram Angkutan Pelajar Gratis Jadi Harapan Baru Sopir Angkot di Kota Malang
Hukum & Kriminal4 mingguKurun Sebulan, Polresta Malang Tangkap 39 Tersangka Narkotika

















