Kabupaten Malang
Arteria Dahlan Kritik Keras Dua Pernyataan Kadiv Humas Polri Soal Miras dan Gas Air Mata di Tragedi Kanjuruhan

Memontum Malang – Anggota Komisi III DPR RI, Arteria Dahlan, mengkritik keras pernyataan atau statement Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo, terkait dengan tragedi Stadion Kanjuruhan Kepanjen. Itu karena, pernyataan yang disampaikannya bisa dianggap memperkeruh keadaan dalam tragedi Kanjuruhan. Dimana dalam pernyataannya, Irjen Dedi mengatakan ada temuan dugaan puluhan botol minuman keras dan menyebutkan bahwa gas air mata tidak mematikan.
“Kami kritik Kadiv Humas Mabes Polri, agar jangan sekali-kali memperkeruh keadaan. Dia menyebutkan ada dua kekeliruan. Pertama, menyebut menemukan puluhan botol minuman keras. Kalau banyak miras di stadion, itu bukan salah suporter. Tapi, salah panitia pelaksana dan pengamanan, kok bisa miras masuk stadion. Suporter tidak bisa disalahkan,” ujarnya.
Politisi PDI-Perjuangan itu kemudian meneruskan, untuk kekeliruan kedua, yakni mengenai pernyataan Dedi yang terkesan terburu-buru dan tidak berdasarkan kajian matang. Karena, Mabes Polri melalui Dedi, mengatakan bahwa gas air mata tidak mematikan suporter dalam tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada 1 Oktober 2022 lalu.
Baca juga :
- Komisi B DPRD Kota Malang Dorong MCC Dikelola dengan Skema BLUD, Diskopindag Siap Kaji
- Satpol PP Kota Malang Pastikan Penertiban Warung Liar GOR Ken Arok Tetap Jalan, SP1 Terbit Awal Agustus
- Portal Griya Shanta Ditutup, Pemkot Malang Pastikan Uji Coba Jalan Tembus Tetap Berjalan
- DPRD Kota Malang Sampaikan Enam Rekomendasi, Soroti Rendahnya Belanja Modal
- Langganan Juara OSN, MAN 2 Kota Malang Kini Jadi Percontohan Nasional Tata Kelola Madrasah
“Kemudian kedua, soal pernyataan gas air mata, yang tidak mematikan. Sebelum ada kajian, sebaiknya kita berhati-hati dan cermat melontarkan pendapat. Kami ini orang Malang dan tentunya, jangan sampai keadaan duka ini diperparah dengan narasi yang negatif,” terang Arteria.
Karenanya, Arteria meminta agar Mabes Polri, bisa membangun komunikasi yang baik. Karena, dirinya melihat upaya Polri di Jakarta dan Polri di daerah, cukup kontradiksi. Polisi di Malang, itu bersujud meminta ampunan atas tragedi ini. Sementara Mabes Polri, sibuk membela diri.
“Kami meminta, komunikasi publik yang dibangun. Yang di lokal Malang dan di Jatim, mencoba komunikasi yang baik. Bahkan, salah satu Kapolres (Kapolresta Malang Kota), Kombes Pol Budi Hermanto, sampai bersujud minta maaf. Sementara, yang pusat masih mengembangkan narasi yang kurang pas. Ini harus dibenahi,” terangnya. (sit)

Kota Malang1 mingguLima Pengurus Karang Taruna Kecamatan di Kota Malang Layangkan Surat Terbuka, Tolak Langkah Caretaker
Hukum & Kriminal3 mingguKecanduan Judi Online, Residivis Kambuhan Curi 14 iPhone
Kota Malang4 mingguTertibkan Bangunan di Atas Aset Pemkot Malang, Kawasan RTH Buring Bakal Dikembalikan sesuai Fungsi
Kota Malang4 mingguDukung Program 1.000 Event, Pemkot Malang Benahi Kepatuhan Pelaku Usaha Pariwisata
Kota Malang1 mingguDPRD Malang Desak Pemkot Tegas Tindaklanjuti Putusan Pembongkaran Tembok Griya Shanta
Hukum & Kriminal4 mingguLanjutan Sidang Karyawan Bank Digugat Tetangga, Mediasi Gagal
Kota Malang6 hariPemkot Malang Bakal Uji Coba Jalan Tembus Griya Shanta
Kota Malang3 mingguKota Malang Raih Peringkat Pertama PPA Awards Jatim, Musrenbang Tematik hingga RT Berkelas Jadi Andalan

















