Kabupaten Malang
Arteria Dahlan Kritik Keras Dua Pernyataan Kadiv Humas Polri Soal Miras dan Gas Air Mata di Tragedi Kanjuruhan

Memontum Malang – Anggota Komisi III DPR RI, Arteria Dahlan, mengkritik keras pernyataan atau statement Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo, terkait dengan tragedi Stadion Kanjuruhan Kepanjen. Itu karena, pernyataan yang disampaikannya bisa dianggap memperkeruh keadaan dalam tragedi Kanjuruhan. Dimana dalam pernyataannya, Irjen Dedi mengatakan ada temuan dugaan puluhan botol minuman keras dan menyebutkan bahwa gas air mata tidak mematikan.
“Kami kritik Kadiv Humas Mabes Polri, agar jangan sekali-kali memperkeruh keadaan. Dia menyebutkan ada dua kekeliruan. Pertama, menyebut menemukan puluhan botol minuman keras. Kalau banyak miras di stadion, itu bukan salah suporter. Tapi, salah panitia pelaksana dan pengamanan, kok bisa miras masuk stadion. Suporter tidak bisa disalahkan,” ujarnya.
Politisi PDI-Perjuangan itu kemudian meneruskan, untuk kekeliruan kedua, yakni mengenai pernyataan Dedi yang terkesan terburu-buru dan tidak berdasarkan kajian matang. Karena, Mabes Polri melalui Dedi, mengatakan bahwa gas air mata tidak mematikan suporter dalam tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada 1 Oktober 2022 lalu.
Baca juga :
- Sempat Terjadi Aksi Saling Dorong, PN Malang Eksekusi Rumah di Perum Bumi Palapa Kota Malang
- Nasib Sekolah di Lahan UM, Pemkot Malang Siapkan Opsi Merger
- Ancam Mahasiswa dengan Pisau dan Celurit, Dua Begundal Ditangkap Polisi
- Gencarkan Deteksi Dini, 925 Warga Kota Malang Positif TBC dalam Lima Bulan
- Disimpan di Pembalut, Seorang Perempuan Coba Selundupkan Obat-Obatan ke Lapas Malang
“Kemudian kedua, soal pernyataan gas air mata, yang tidak mematikan. Sebelum ada kajian, sebaiknya kita berhati-hati dan cermat melontarkan pendapat. Kami ini orang Malang dan tentunya, jangan sampai keadaan duka ini diperparah dengan narasi yang negatif,” terang Arteria.
Karenanya, Arteria meminta agar Mabes Polri, bisa membangun komunikasi yang baik. Karena, dirinya melihat upaya Polri di Jakarta dan Polri di daerah, cukup kontradiksi. Polisi di Malang, itu bersujud meminta ampunan atas tragedi ini. Sementara Mabes Polri, sibuk membela diri.
“Kami meminta, komunikasi publik yang dibangun. Yang di lokal Malang dan di Jatim, mencoba komunikasi yang baik. Bahkan, salah satu Kapolres (Kapolresta Malang Kota), Kombes Pol Budi Hermanto, sampai bersujud minta maaf. Sementara, yang pusat masih mengembangkan narasi yang kurang pas. Ini harus dibenahi,” terangnya. (sit)

Kota Malang4 mingguUsai Pasar Gadang dan Kebalen, Pemkot Malang Siapkan Penataan Bertahap untuk Pasar Blimbing
Kota Malang4 mingguDukung Penertiban PKL Pasar Kebalen, DPRD Kota Malang Kembali Soroti Pengembalian Fungsi Jalan
Kota Malang4 mingguTinjau Penertiban PKL Pasar Kebalen, Wali Kota Malang Sampaikan Aturan Baru
Kota Malang4 mingguHadiri Peresmian SPPG Kedungkandang, Wali Kota Wahyu Sebut SPPG di Kota Malang Minim Permasalahan
Kota Malang1 mingguPenjualan Hewan Kurban Lesu, Pedagang di Kota Malang Sebut Pembeli Turun Drastis
Kota Malang3 mingguWali Kota Malang Sebut Proses Pembentukan Dinas Damkar Tunggu Pembahasan DPRD
Kota Malang2 mingguProgram Angkutan Pelajar Gratis Jadi Harapan Baru Sopir Angkot di Kota Malang
Hukum & Kriminal4 mingguKurun Sebulan, Polresta Malang Tangkap 39 Tersangka Narkotika

















