SEKITAR KITA
Investasi Emas Digital, Masyarakat Bisa Beli Mulai Rp 5 Ribu

Memontum Kota Malang – Jakarta Futures Exchange (JFX) dan Kliring Berjangka Indonesia (KBI) telah mendapat persetujuan dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) untuk membuat program investasi emas digital.
Hal tersebut disampaikan disela-sela kegiatan Seminar Peluang Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi di era 4.0 dan Membangun Masa Depan Profesi Menjanjikan, di salah satu hotel Kota Malang, Selasa (6/4).
Baca juga:
- Sempat Terjadi Aksi Saling Dorong, PN Malang Eksekusi Rumah di Perum Bumi Palapa Kota Malang
- Nasib Sekolah di Lahan UM, Pemkot Malang Siapkan Opsi Merger
- Ancam Mahasiswa dengan Pisau dan Celurit, Dua Begundal Ditangkap Polisi
- Gencarkan Deteksi Dini, 925 Warga Kota Malang Positif TBC dalam Lima Bulan
- Disimpan di Pembalut, Seorang Perempuan Coba Selundupkan Obat-Obatan ke Lapas Malang
Mendengar kabar tersebut, Wali Kota Malang, Sutiaji, yang saat itu juga tengah didapuk sebagai narasumber seminar menyambut baik hal itu.
“Melalui bisnis berjangka ini kedepan mungkin bisa menguatkan sektor-sektor ekonomi kita. Tak hanya menengah ke atas, namun juga masyarakat menengah ke bawah bisa,” ungkapnya.
Menurut orang nomor satu di jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Malang ini, segala lapisan masyarakat bisa menyumbang peran penguatan sektor ekonomi salah satunya dengan investasi.
“Tadi teman-teman dari JFX dan KBI mengatakan bahwa mereka akan buat program investasi emas digital. Kalau beli emas di toko minimal setengah gram. Tapi melalui investasi emas digital, dengan uang Rp20 ribu pun sudah bisa beli emas,” jelas Sutiaji.
Bahkan pemilik kursi N1 itu mengatakan bahwa program ini kedepan seiring dengan perkembangan Kota Malang 4.0.
Namun untuk saat ini disampaikan Dirut JFX, Stephanus Paulus Lumintang, program tersebut masih dalam tahap finalisasi.
“Untuk saat ini belum kami launching, karena kita sedang mempersiapkan tahap finalisasinya. Mudah-mudahan bisa tahun ini dilaunching,” ujarnya pada awak media.
Diungkap pria yang akrab disapa Paulus itu, saat ini pihaknya sedang menggodok perihal depositori. Dimana itu dipergunakan untuk tempat penyimpanan fisik emas.
“Jadi nasabah melakukan transaksi emas tidak langsung dapat fisiknya. Emas fisiknya disimpan di satu tempat, nah ini perlu ada tempat penyimpanan atau yang biasa disebut depositori. Oleh karena itu kami harus menentukan depositori yang kredibel. Jadi emas yang disimpan di situ aman,” bebernya.
Dijelaskan Paulus keuntungan investasi emas digital ini beragam. Jika pada perdagangan biasa, emas fisik langsung diserahkan pada konsumen. Jika konsumen ingin menjual, harus membawa lagi ke toko perhiasan.
“Melalui investasi emas digital ini praktis tidak perlu membawa fisik emas kesana-kemari. Sehingga mengurangi resiko pencurian, atau kerusakan emas saat disimpan di rumah,” imbuh Paulus.
Minimal pembelian disampaikan Paulus hanya Rp5 ribu dan nantinya harga emas pun akan mengikuti naik turunnya harga di pasaran.
“Minimal pembelian Rp5 ribu. Jadi nanti konsepnya seperti tabungan, tetapi saldonya adalah gram bukan nominal uang,” tegasnya. (mus/ed2)

Kota Malang4 mingguUsai Pasar Gadang dan Kebalen, Pemkot Malang Siapkan Penataan Bertahap untuk Pasar Blimbing
Kota Malang4 mingguDukung Penertiban PKL Pasar Kebalen, DPRD Kota Malang Kembali Soroti Pengembalian Fungsi Jalan
Kota Malang4 mingguTinjau Penertiban PKL Pasar Kebalen, Wali Kota Malang Sampaikan Aturan Baru
Kota Malang4 mingguHadiri Peresmian SPPG Kedungkandang, Wali Kota Wahyu Sebut SPPG di Kota Malang Minim Permasalahan
Kota Malang1 mingguPenjualan Hewan Kurban Lesu, Pedagang di Kota Malang Sebut Pembeli Turun Drastis
Kota Malang3 mingguWali Kota Malang Sebut Proses Pembentukan Dinas Damkar Tunggu Pembahasan DPRD
Kota Malang2 mingguProgram Angkutan Pelajar Gratis Jadi Harapan Baru Sopir Angkot di Kota Malang
Hukum & Kriminal4 mingguKurun Sebulan, Polresta Malang Tangkap 39 Tersangka Narkotika

















