SEKITAR KITA
Insiden ‘Pesawat Kertas’ Beterbangan di Rumdin, Wali Kota Sutiaji Anggap Itu Pesan untuk Selamatkan Yayasan Arema

Memontum Kota Malang – Insiden ‘pesawat kertas’ beterbangan di rumah dinas (Rumdin) Wali Kota Malang, yang bertuliskan ‘Selamatkan Yayasan Arema’ dan ada nyala flare di halaman luar Rumdin, mendapat tanggapan Wali Kota Sutiaji.
Dirinya mengatakan, aksi atau reaksi yang disampaikan tersebut, baginya bukan suatu masalah. Karena, reaksi ‘pesawat kertas’ itu adalah usaha dalam menyampaikan aspirasi pecinta bola di Malang.
Baca juga:
- Sempat Terjadi Aksi Saling Dorong, PN Malang Eksekusi Rumah di Perum Bumi Palapa Kota Malang
- Nasib Sekolah di Lahan UM, Pemkot Malang Siapkan Opsi Merger
- Ancam Mahasiswa dengan Pisau dan Celurit, Dua Begundal Ditangkap Polisi
- Gencarkan Deteksi Dini, 925 Warga Kota Malang Positif TBC dalam Lima Bulan
- Disimpan di Pembalut, Seorang Perempuan Coba Selundupkan Obat-Obatan ke Lapas Malang
“Bagi saya, itu tidak masalah. Itu biasa. Tapi kesannya, seakan-akan rumah kami dilempari, padahal sesungguhnya tidak. Mereka hanya menyampaikan pesan dan flare pun, dinyalakan di luar pagar,” terang Sutiaji tegas, pada Selasa (06/04) tadi.
Pemilik kursi N1 itu mengatakan, bahwa bahasa yang disampaikan pada kertas tersebut, adalah bahasa-bahasa pecinta sepak bola Malang atau Aremania. Di mana, menyampaikan dan mengingatkan, bahwa Arema saat ini terbelah menjadi dua.
“Itu bahasa-bahasanya Aremania. Pesan itu, mengingatkan kalau saat ini Arema sedang terbelah. Saya itu sudah tahu, kemarin kan kami sudah menemui Aremania. Tetapi mereka maunya instan. Hari ini menyampaikan aspirasi, 5 hari lagi harus tuntas masalahnya,” ujar Sutiaji.
Lebih lanjut politisi Partai Demokrat itu mengatakan, bahwa sebenarnya sikapnya sudah jelas dalam menangani permasalahan ini. Dulu saat Wasto masih menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, pihaknya bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bangkesbangpol) sudah mendatangi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kumham).
“Ternyata disana sudah ada pembekuan yayasan. Waktu dulu kan saya janjikan kejelasan yayasan itu bagaimana, dan sudah saya sampaikan bahwa dibekukan,” tambahnya.
Beberapa bulan lalu juga Wali Kota Sutiaji sudah melakukan video conference (vidcon) dengan Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi.
“Menurut beliau konteksnya ada dua dan keduanya diakui oleh PSSI. Nah kalau seperti itu, bukan ranah kami. Karena ranah kami hanya sebatas menjelaskan bagaimana sesungguhnya yayasan tersebut. Kalau sudah menyangkut internal manajemen yayasan itu sudah bukan kapasitas dan domain kami,” papar Sutiaji.
Orang nomor satu di jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Malang itu berharap masyarakat bisa berdiam diri dahulu. Pasalnya, permasalahan ini tidak bisa ditekan harus selesai dalam jangka waktu sekian hari.
“Sementara saya sudah berusaha menghubungi mantan ketua Yayasan Arema, pak M. Nur tapi tidak bisa. Orang terdekatnya bilang untuk jangan diusik ketenangannya. Masih terus kita cari solusi,” paparnya. (mus/sit)

Kota Malang4 mingguUsai Pasar Gadang dan Kebalen, Pemkot Malang Siapkan Penataan Bertahap untuk Pasar Blimbing
Kota Malang4 mingguDukung Penertiban PKL Pasar Kebalen, DPRD Kota Malang Kembali Soroti Pengembalian Fungsi Jalan
Kota Malang4 mingguTinjau Penertiban PKL Pasar Kebalen, Wali Kota Malang Sampaikan Aturan Baru
Kota Malang4 mingguHadiri Peresmian SPPG Kedungkandang, Wali Kota Wahyu Sebut SPPG di Kota Malang Minim Permasalahan
Kota Malang1 mingguPenjualan Hewan Kurban Lesu, Pedagang di Kota Malang Sebut Pembeli Turun Drastis
Kota Malang3 mingguWali Kota Malang Sebut Proses Pembentukan Dinas Damkar Tunggu Pembahasan DPRD
Kota Malang2 mingguProgram Angkutan Pelajar Gratis Jadi Harapan Baru Sopir Angkot di Kota Malang
Hukum & Kriminal4 mingguKurun Sebulan, Polresta Malang Tangkap 39 Tersangka Narkotika

















