Hukum & Kriminal
Terkait Hutang, Pengusaha Mie Digugat Mantan Menantu

Memontum Kota Malang – Wiwiek Marlina (42) warga Jl Terusan Borobudur, Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang menggugat mantan mertuanya Connie Kurniawati (68), warga Jl Yulius Usman, Kelurahan Kasin, Kecamatan Klojen, Kota Malang.
Wiwik yang didampingi Wintarsa Anugraha SH MH, kuasa hukumnya akhirnya merasa lega karena majelis hakim mengabulkan gugatannya.
Humas PN Kota Malang, Djuanto SH MH, saat ditemui Memontum.com mengatakan bahwa amar putusan menghukum tergugat membayar uang sejumlah Rp. 555.952.848.
“Sebagaimana putusan Majelis Hakim, mengabulkan gugatan dari penggugat. Amar putusanya, menghukum tergugat membayar sejumlah Rp. 555.952.848,” ujar Djuanto, Rabu (17/3/2021) siang.
Baca juga: Pihak PT Surabaya Sebut Penundaan Eksekusi Ruko Jl Galunggung Kewenangan PN Kota Malang
Dengan adanya putusan ini, tergugat mempunyai waktu 14 hari sejak putusan, apakah ada langkah hukum lain atau tidak.
“Ada batasan waktu 14 hari, masih bisa melakukan langkah hukum lain,” ujar Djuanto.
Sementara itu menurut Wiwiek selaku penggugat bahwa Connie adalah ibu dari Peter Darsono, suaminya. Wiwiek dan Piter menikah Tahun 2004.
Namun Peter akhirnya meninggal dunia pada 30 Mei 2013. “Saya dulu menantunya depot Mie Sawahan Kota Malang. Saya menikah dengan Peter, anaknya Connie. Dari pernikahan itu kami dikaruniai 2 anak. Namun suami saya meninggal pada Tahun 2013,” ujar Wiwiek.
Pada Tahun 2014, Connie datangi Wiwiek untuk untuk meminjam uang Rp 500 juta. “Dulu saya meneruskan usaha suami Mie Sawahan di Jl Borobudur. Mertua saya datang meminjam uang Rp. 500 juta untuk renovasi depot Mie Sawahan Jl Yulius Usman. Pada saat itu saya tidak punya uang hingga saya pinjamkan ke Bank Panin, dengan agunan Sertifikat Hak Milik ruko di Jalan Terusan Borobudur atas nama mertua,” terang Wiwiek.
Pengajuan pinjaman pada PT Bank Panin adalah penggugat dengan persetujuan tergugat. Dikuatkan dengan akta pengakuan hutang dan pemberian jaminan.
Dalam perjalanannya Wiwek-lah yang mengangsur pinjaman tersebut dengan perbulannya harus membayar Rp. 16,5 juta.
“Angsuran 36 bulan. Selama 33 bulan saya yang selalu membayar ke Bank Panin. Perbulannya saya harus membayar Rp. 16,5 juta. Setelah 33 bulan, saya tanyakan proses pembayarannya ke Bu Connie. Saat saya tagih-tagih malah saya disuruh mengosongkan ruko beserta usahanya. Angsuran hanya kurang 3 bulan, kemudian dibayar oleh Bu Connie dan sertifikat jaminan diambil tanpa tanda tangan saya. Kenapa kok bisa Bank Panin mengeluarkan sertifikat itu,” ujar Wiwiek.
Karena selama 33 bulan itu Wiwiek yang terus membayar maka dia pun menagih uangnya kepada mantan mertuanya tersebut.
“Saya hanya diberi janji-janji saja hingga pada Agustus 2020, saya naikan gugatan tentang aliran dana. Uang saya Rp 555 juta supaya dikembalikan. Uang itu untuk biaya anak-anak saya,” ujar Wiwiek.
Kuasa Hukum Tergugat, Rudy Murdany SH, menerangkan, pihaknya akan banding. “Perkara ini menurut kami sebenarnya nebis in idem. Dan kita akan lakukan upaya banding atas putusan ini,” ujar Rudy. (gie)

Kota Malang4 mingguUsai Pasar Gadang dan Kebalen, Pemkot Malang Siapkan Penataan Bertahap untuk Pasar Blimbing
Kota Malang4 mingguDukung Penertiban PKL Pasar Kebalen, DPRD Kota Malang Kembali Soroti Pengembalian Fungsi Jalan
Kota Malang4 mingguTinjau Penertiban PKL Pasar Kebalen, Wali Kota Malang Sampaikan Aturan Baru
Kota Malang4 mingguHadiri Peresmian SPPG Kedungkandang, Wali Kota Wahyu Sebut SPPG di Kota Malang Minim Permasalahan
Kota Malang1 mingguPenjualan Hewan Kurban Lesu, Pedagang di Kota Malang Sebut Pembeli Turun Drastis
Kota Malang3 mingguWali Kota Malang Sebut Proses Pembentukan Dinas Damkar Tunggu Pembahasan DPRD
Kota Malang2 mingguProgram Angkutan Pelajar Gratis Jadi Harapan Baru Sopir Angkot di Kota Malang
Hukum & Kriminal4 mingguKurun Sebulan, Polresta Malang Tangkap 39 Tersangka Narkotika

















