Kota Malang

Jelang Lebaran, Dishub Kota Malang Petakan Titik Rawan Macet di Pusat Perbelanjaan

Diterbitkan

-

PARKIR: Kawasan parkir di sekitar Ramayana Jalan Merdeka Timur, Kota Malang. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran tahun 2026, sejumlah pusat perbelanjaan di Kota Malang diprediksi akan mengalami lonjakan pengunjung. Kondisi tersebut, diperkirakan berdampak pada meningkatnya kebutuhan ruang parkir, serta potensi kepadatan lalu lintas di beberapa ruas jalan.

Kepala Bidang (Kabid) Parkir Dishub Kota Malang, Rahmat Hidayat, menyampaikan bahwa kondisi itu berpotensi memicu kemacetan, terutama jika parkir meluber hingga ke tepi jalan umum. Sejumlah ruas jalan yang menjadi perhatian, diantaranya Jalan Semeru, Jalan Tenes, Jalan Ijen, Jalan Kawi, hingga pusat perbelanjaan Ramayana, Jalan Merdeka Timur.

“Menjelang Lebaran ini, pusat-pusat perbelanjaan pasti ramai. Karena kebutuhan masyarakat meningkat, maka potensi kepadatan juga ikut naik,” ujar Rahmat, Kamis (05/03/2026) tadi.

Dikatakannya, bahwa di kawasan parkir Ramayana kerap kali mengalami kepadatan kendaraan. Pada kondisi normal, area parkir biasanya hanya terisi dua saf, namun ketika jumlah pengunjung meningkat maka kendaraan yang parkir bisa bertambah menjadi tiga saf. Dampaknya, badan jalan terpakai dan arus lalu lintas pun tersendat.

Advertisement

“Untuk mengantisipasi hal itu nanti akan kita pasang water barrier, supaya kendaraan tidak berhenti di bahu jalan. Lalu agar tidak semua sisi bisa menjadi keluar masuk parkir,” katanya.

Baca juga :

Selain pembatasan di tepi jalan, nantinya juga akan mengoptimalkan kantong parkir yang tersedia, termasuk memaksimalkan penggunaan parkir basement di sejumlah pusat aktivitas. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi penumpukan kendaraan di permukaan jalan.

“Kami siapkan juga pembukaan parkir basement supaya kendaraan tidak menumpuk di luar,” tambahnya.

Sementara itu, untuk kawasan Alun-alun Merdeka, kondisi Satuan Ruang Parkir (SRP) dinilai masih relatif terkendali. Meski begitu, pengawasan tetap diperketat karena pergerakan kendaraan biasanya melonjak signifikan mendekati hari raya.

Advertisement

“Untuk Alun-alun sejauh ini masih aman. Tapi tetap kami pantau karena biasanya mendekati Lebaran pergerakan meningkat,” lanjutnya.

Rahmat juga mengimbau masyarakat, agar lebih bijak mengatur waktu dan rute perjalanan, khususnya pada jam-jam sibuk. Warga yang tidak memiliki kepentingan mendesak disarankan menghindari jalur rawan padat.

“Kalau memang tidak ada kepentingan, sebaiknya hindari Jalan Semeru, Ijen sampai Kawi pada jam-jam ramai,” imbuh Rahmat. (rsy/sit)

Advertisement
Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Terpopuler

Lewat ke baris perkakas