Kota Malang

Industri Rokok Terus Tumbuh, Pemkot Malang Soroti Minimnya Tenaga Kerja Lokal

Diterbitkan

-

Kepala Disnaker-PMPTSP Kota Malang, Arif Tri Sastyawan. (ist)

Memontum Kota Malang – Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Tenaga Kerja Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang, memastikan bahwa tahun depan, sedikitnya ada 10 pabrik rokok baru yang diproyeksikan mulai beroperasi. Sehingga, total ada 62 pabrik rokok di Kota Malang.

Kepala Disnaker-PMPTSP Kota Malang, Arif Tri Sastyawan, menyampaikan bahwa di balik pesatnya investasi tersebut, Pemkot Malang justru menghadapi persoalan serius. Yakni minimnya minat warga lokal Kota Malang untuk mengisi lowongan kerja di sektor itu.

“Tentunya dengan penambahan 10 pabrik ini menandakan ada geliat ekonomi yang cukup positif. Namun, penyerapan tenaga kerja justru lebih banyak diisi pendatang dari luar kota. Karena anak-anak kita yang baru lulus SMA banyak yang tidak tertarik menjadi pelinting rokok,” jelas Arif, Jumat (12/12/2025) tadi.

Padahal menurut Arif, untuk gaji yang didapatkan bisa di atas UMK, yakni Rp 4 juta sampai Rp 5 juta. Namun, banyak yang lebih memilih bekerja di toko atau kafe. Pihaknya pun juga sudah turun langsung ke beberapa pabrik.

Advertisement

Baca juga :

“Para pemilik pabrik telah membuka selebar-lebarnya kesempatan bagi warga Kota Malang, namun pendaftar lokal tetap minim. Akhirnya, pabrik mau tidak mau merekrut tenaga kerja dari luar daerah demi memenuhi kebutuhan produksi,” tambahnya.

Melihat kondisi tersebut, Disnaker-PMPTSP bersama Diskopindag kini tengah menyusun strategi agar peluang kerja besar ini bisa terserap oleh tenaga kerja lokal. Salah satunya melalui edukasi untuk mengubah stigma bahwa pekerjaan linting rokok adalah pekerjaan rendahan.

“Untuk Sigaret Kretek Tangan (SKT), risikonya rendah dan proses perizinannya dipermudah pemerintah pusat melalui NIB. Tapi peluang kerjanya besar dan penghasilannya jelas. Jangan sampai warga kita sendiri tertinggal,” tuturnya.

Lebih lanjut dikatakannya, bahwa dengan bertambahnya pabrik rokok, kebutuhan tenaga kerja bakal melonjak signifikan pada tahun depan. Pihaknya berharap momentum ini bisa menjadi kesempatan bagi warga lokal untuk turut merasakan pertumbuhan ekonomi kota.

Advertisement

“Di tahun 2025 ini saja, sudah ada tambahan 10 pabrik dari sebelumnya 42 pabrik. Jadi kalau ditambah dengan tahun depan, maka ada 62 pabrik,” imbuh Arif. (rsy/sit)

Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Terpopuler

Lewat ke baris perkakas