Kota Malang
Kekurangan Tenaga Pengajar, Ketua PGRI Kota Malang Dorong Pemerintah Tambah Tenaga Pendidik

Memontum Kota Malang – Kota Malang masih kekurangan tenaga pengajar, baik di jenjang SD maupun SMP. Hal itu dikatakan Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Malang, Agus Wahyudi, Senin (04/08/2025) tadi.
Diuraikan Agus, bahwa kondisi itu terjadi karena banyak guru Aparatur Sipil Negara (ASN) yang purna tugas, namun belum langsung ada pengganti. Sehingga, berdampak pada beban jam mengajar guru yang kerap melebihi batas maksimal 40 Jam Pelajaran (JP) perminggu.
“Kami di Kota Malang masih kekurangan guru. Jadi jumlah jam pembelajaran guru yang saat ini maksimal 40 JP, kenyataannya masih ada yang lebih dari itu. Banyak guru yang bekerja ekstra karena kekurangan guru,” kata Agus.
Untuk langkah sementara yang diambil, menurutnya, memaksimalkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang tersedia. Salah satunya, dengan mendorong guru mata pelajaran yang jamnya masih 24 JP, untuk membantu mengajar mata pelajaran lain.
Baca juga :
“Kalau ditotal dari jenjang SD dan SMP, kekurangan guru masih mencapai ratusan. Sekitar 200 sampai 300-an kebutuhan guru yang belum terpenuhi,” tambahnya.
Lebih lanjut Agus juga menjelaskan, bahwa saat ini sekolah tidak bisa merekrut guru honorer baru. Karena, itu sesuai kebijakan pemerintah pusat. Namun, pemerintah tengah menyiapkan skema pengangkatan guru honorer yang telah terdata untuk menjadi guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
“Dengan kebijakan terbaru, sekolah tidak boleh merekrut honorer. Maka kita menyesuaikan. Guru honorer yang sudah masuk database akan dinaikkan statusnya menjadi Guru PPPK,” lanjutnya.
Dalam hal ini, Agus berharap agar pemerintah segera menambah jumlah guru, sesuai dengan pemetaan kebutuhan di daerah. “Kalau jumlah guru ditambah, berarti khusus jalur PPPK ya. Untuk kebijakan berikutnya, kami tetap menunggu arahan dari pusat,” imbuhnya. (rsy/sit)

Kota Malang1 mingguLima Pengurus Karang Taruna Kecamatan di Kota Malang Layangkan Surat Terbuka, Tolak Langkah Caretaker
Hukum & Kriminal3 mingguKecanduan Judi Online, Residivis Kambuhan Curi 14 iPhone
Kota Malang4 mingguTertibkan Bangunan di Atas Aset Pemkot Malang, Kawasan RTH Buring Bakal Dikembalikan sesuai Fungsi
Kota Malang4 mingguDukung Program 1.000 Event, Pemkot Malang Benahi Kepatuhan Pelaku Usaha Pariwisata
Kota Malang1 mingguDPRD Malang Desak Pemkot Tegas Tindaklanjuti Putusan Pembongkaran Tembok Griya Shanta
Hukum & Kriminal4 mingguLanjutan Sidang Karyawan Bank Digugat Tetangga, Mediasi Gagal
Kota Malang5 hariPemkot Malang Bakal Uji Coba Jalan Tembus Griya Shanta
Kota Malang3 mingguKota Malang Raih Peringkat Pertama PPA Awards Jatim, Musrenbang Tematik hingga RT Berkelas Jadi Andalan

















