Kota Malang
Tingkatkan Kesiapsiagaan Masyarakat, Wali Kota Malang Buka Pelatihan Manajemen Dasar Kebencanaan

Memontum Kota Malang – Kesiapsiagaan terhadap kebencanaan harus semakin ditingkatkan oleh masyarakat. Terutama, untuk masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana. Hal ini, disampaikan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, saat membuka Pelatihan Manajemen Dasar Kebencanaan bertema ‘Meningkatkan Pengetahuan dan Wawasan Manajemen Bencana’, yang digelar di Regent Park Hotel Kota Malang, Selasa (06/05/2025) tadi.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, ini dihadiri oleh 122 relawan Kelurahan Tangguh dan warga yang tinggal di kawasan rawan bencana di Kecamatan Sukun dan Lowokwaru.
Wali Kota Wahyu dalam sambutannya mengapresiasi BPBD yang telah menyelenggarakan pelatihan ini. Diterangkan, bahwa kegiatan seperti ini menjadi kewajiban pemerintah untuk hadir dalam pelatihan untuk mengantisipasi jika terjadi bencana. “Kita tidak bisa memprediksi bencana yang setiap saat bisa saja terjadi. Maka dengan pelatihan ini, diharapkan masyarakat nemiliki ketrampilan kesiapsigaan terhadap bencana,” kata Wali Kota Wahyu.
Dengan pelatihan ini, masyarakat terutama yang tinggal di daerah rawan bencana, akan bisa mengantisipasi dan siap jika sampai terjadi bencana. “Dengan pelatihan ini, masyarakat bisa mengambil langkah-langkah untuk menyelamatkan diri sendiri, keluarga dan masyarakat sekitar. Kita targetkan 53 ribu masyarakat mendapat pelatihan tentang manajemen dasar kebencanaan ini,” tambahnya.
Baca juga :
Karena pelatihan ini sangat penting, pihaknya berharap ada keseriusan para peserta untuk bisa mendengar dan melaksanakan arahan-arahan untuk kesiapan dini terhadap bencana. “Serap seluruh ilmunya, diskusikan tantangan nyata yang dihadapi dan jadikan kegiatan ini sebagai wadah jejaring relawan. Kepada para peserta yang hadir, nantinya juga bisa memberikan wawasan dan pengetahuan kesiapsiagaan kepada rekan-rekannya dan masyarakat,” tegasnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang, Prayitno, mengatakan bahwa pelatihan ini menyasar seluruh warga yang tinggal di daerah rawan bencana. Sebab di Kota Malang, 70 persen wilayah kelurahan, masyarakatnya tinggal di area rawan bencana.
“Dari Lim kecamatan di Kota Malang, sekitar 39 kelurahan rawan bencana. Orang-orang ini harus kita beri edukasi dengan tatap muka dan pelatihan cara mengamankan diri, menggunakan alat dan sebagainya,” ujarnya.
Bencana banjir dan longsor, ujarnya, menjadi satu paket bencana yang sering terjadi di Kota Malang. Bencana hidrometeorologi, seperti angin kencang yang mengakibatkan pohon tumbang dan puting beliung, juga perlu diantisipasi.
“Banjir, longsor dan angin kencang termasuk rumah terkena puting beling, harus selalu diantisipasi. Saat ini peserta pelatihan dari Kecamatan Klojen dan Lowokwaru. Selanjutnya untuk Kecamatan Sukun, Blimbing dan Kedungkandang,” jelasnya. (pro/gie)

Kota Malang4 mingguUsai Pasar Gadang dan Kebalen, Pemkot Malang Siapkan Penataan Bertahap untuk Pasar Blimbing
Kota Malang4 mingguDukung Penertiban PKL Pasar Kebalen, DPRD Kota Malang Kembali Soroti Pengembalian Fungsi Jalan
Kota Malang4 mingguTinjau Penertiban PKL Pasar Kebalen, Wali Kota Malang Sampaikan Aturan Baru
Kota Malang4 mingguHadiri Peresmian SPPG Kedungkandang, Wali Kota Wahyu Sebut SPPG di Kota Malang Minim Permasalahan
Kota Malang1 mingguPenjualan Hewan Kurban Lesu, Pedagang di Kota Malang Sebut Pembeli Turun Drastis
Kota Malang3 mingguWali Kota Malang Sebut Proses Pembentukan Dinas Damkar Tunggu Pembahasan DPRD
Kota Malang2 mingguProgram Angkutan Pelajar Gratis Jadi Harapan Baru Sopir Angkot di Kota Malang
Hukum & Kriminal4 mingguKurun Sebulan, Polresta Malang Tangkap 39 Tersangka Narkotika

















