Kota Malang

Kota Malang Gencarkan Validasi Data Anak Tidak Sekolah, Targetkan Kota Layak Anak

Diterbitkan

-

Kepala Bappeda Kota Malang, Dwi Rahayu. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Pemerintah Kota Malang terus berupaya mewujudkan Kota Layak Anak (KLA) melalui berbagai program intervensi, termasuk penanganan anak tidak sekolah. Apalagi, hal ini juga menjadi salah satu program prioritas dalam kepemimpinan Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan, yang harus segera dituntaskan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang, Dwi Rahayu, menyampaikan bahwa dalam hal ini penting untuk dilakukan validasi data kembali. Itu dilakukan, untuk memastikan efektivitas program pendidikan. 

“Kita sudah memiliki Peraturan Daerah (Perda) terkait KLA. Harapannya, Kota Malang bisa naik status dari Nindya menjadi Kota Layak Anak yang lebih baik. Namun, jumlah anak tidak sekolah ini meningkat berdasarkan data terbaru,” kata Dwi, Senin (16/12/2024) tadi.

Menurut Dwi, data dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, sebelumnya ada sekitar 5 ribu anak yang tidak sekolah. Kemudian, dari angka tersebut menunjukkan kenaikan menjadi 6 ribu anak.

Advertisement

Baca juga :

“Ini menjadi perhatian serius, karena seharusnya angka tersebut menurun setelah intervensi melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Kami ingin memastikan apakah data ini benar atau ada kesalahan pencatatan. Disdikbud harus memvalidasi secara menyeluruh,” tegas Dwi. 

Sebagai langkah jangka panjang, Pemkot Malang akan terus mendorong verifikasi data anak tidak sekolah dan memastikan untuk mendapatkan akses pendidikan melalui PKBM. Menurutnya, anak tidak sekolah atau anak putus sekolah tersebut akan diarahkan ke PKBM yang berlokasi dekat dengan tempat tinggalnya untuk memudahkan proses belajar. 

“Kita harus memastikan anak-anak yang terdata benar-benar mendapatkan layanan pendidikan. Validasi data menjadi langkah awal untuk intervensi yang lebih efektif,” tambahnya. 

Di akhir, Dwi optimis bahwa dengan kolaborasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan dukungan masyarakat, Kota Malang dapat menjadi Kota Layak Anak yang lebih baik. “Indikator Kota Layak Anak sangat beragam, termasuk penanganan anak tidak sekolah. Jika semua program berjalan sesuai rencana, target ini bisa tercapai,” imbuh Dwi. (rsy/sit)

Advertisement
Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Terpopuler

Lewat ke baris perkakas