Kota Malang
Gubernur Jatim bersama Kepala Daerah Ikuti Silaturahim Pesantren Peserta EKO-TREN OPOP di Kota Malang

Memontum Kota Malang – Program peningkatan kesejahteraan masyarakat berbasis pondok pesantren (Ponpes), yakni One Pesantren One Produk (OPOP) tahun 2023, terus digalakkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim). Hal itu, bertujuan untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan kepada para santri dan menjadikan pesantren sebagai institusi pemberdayaan masyarakat sekitar.
Hal ini dikatakan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Mikro (Diskop UKM) Provinsi Jatim, Andromeda Qomariah, pada gelaran silaturahim pesantren peserta Ekonomi Masyarakat berbasis Pesantren (EKO-TREN) OPOP Tahun 2023, di salah satu hotel Kota Malang, Jumat (17/03/2023) sore. “Dengan adanya program OPOP ini, maka masing-masing pesantren setidaknya memiliki satu produk unggulan. Meskipun dalam realisasinya, mereka rata-rata lebih dari satu. Sehingga, melalui program tersebut nantinya para santri yang mengelola usaha mendapatkan upah,” kata Andromeda.
Kemudian, ditambahkan jika OPOP tersebut terdiri dari tiga pilar, yakni santri preneur, pesantren preneur dan sosio preneur. Pihaknya juga menargetkan, jika dari ketiga pilar tersebut di tahun 2024, bisa menggandeng 1000 Ponpes di Jawa Timur.
Baca juga :
- Sempat Terjadi Aksi Saling Dorong, PN Malang Eksekusi Rumah di Perum Bumi Palapa Kota Malang
- Nasib Sekolah di Lahan UM, Pemkot Malang Siapkan Opsi Merger
- Ancam Mahasiswa dengan Pisau dan Celurit, Dua Begundal Ditangkap Polisi
- Gencarkan Deteksi Dini, 925 Warga Kota Malang Positif TBC dalam Lima Bulan
- Disimpan di Pembalut, Seorang Perempuan Coba Selundupkan Obat-Obatan ke Lapas Malang
“Targetnya itu sampai tahun 2024 ada 1000 pondok pesantren. Tetapi alhamdulillah, di tahun ini sudah tercapai. Kemudian untuk sociopreneur itu sudah melebihi dari target,” lanjutnya.
Saat disinggung daya ungkit perekonomian di wilayah Jatim, pihaknya mengatakan, jika sekarang sangat luar biasa. Sehingga, melalui kegiatan tersebut nantinya Pemprov akan memberikan sertifikasi legalitas, sertifikat halal, desain produk, kualitas produk, kemudian peningkatan kualitas Sumber Data Manusia (SDM). Termasuk, digitalisasi dan penyusunan laporan keuangan.
“Dengan adanya OPOP ini, nantinya mereka (pesantren) bisa menggratiskan biaya santri. Jadi yang mondok sebagian besar mulai gratis, artinya mereka sudah bisa mengembangkan usahanya,” imbuhnya.
Sebagai informasi, dalam kegiatan tersebut juga turut hadir Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, Wali Kota Malang, Sutiaji, Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto, Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, perwakilan Wali Kota dan Bupati Jatim serta jajaran Pemerintahan di lingkungan Provinsi Jatim. (rsy/sit)

Kota Malang4 mingguUsai Pasar Gadang dan Kebalen, Pemkot Malang Siapkan Penataan Bertahap untuk Pasar Blimbing
Kota Malang4 mingguDukung Penertiban PKL Pasar Kebalen, DPRD Kota Malang Kembali Soroti Pengembalian Fungsi Jalan
Kota Malang4 mingguTinjau Penertiban PKL Pasar Kebalen, Wali Kota Malang Sampaikan Aturan Baru
Kota Malang4 mingguHadiri Peresmian SPPG Kedungkandang, Wali Kota Wahyu Sebut SPPG di Kota Malang Minim Permasalahan
Kota Malang1 mingguPenjualan Hewan Kurban Lesu, Pedagang di Kota Malang Sebut Pembeli Turun Drastis
Kota Malang3 mingguWali Kota Malang Sebut Proses Pembentukan Dinas Damkar Tunggu Pembahasan DPRD
Kota Malang2 mingguProgram Angkutan Pelajar Gratis Jadi Harapan Baru Sopir Angkot di Kota Malang
Hukum & Kriminal4 mingguKurun Sebulan, Polresta Malang Tangkap 39 Tersangka Narkotika

















