Kota Malang
Jadi Penyumbang Perekonomian, Pemkot Malang Optimalkan Peran UMKM

Memontum Kota Malang – Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) digadang menjadi penyumbang pertumbuhan ekonomi. Karena itu, Pemkot Malang melalui Diskopindag Kota Malang, terus melakukan berbagai upaya untuk menggenjot dan mendukung UMKM di Kota Malang.
Kepala Diskopindag, Eko Sri Yuliadi, mengatakan jika pihaknya telah memberikan pembinaan, pengembangan dengan melakukan pelatihan, agar para UMKM di Kota Malang tetap tumbuh dan bisa terus berkembang. “Kita berikan dukungan untuk UMKM itu dalam bentuk sarana dan prasarana. Kita juga fasilitasi untuk pengurusan perizinan seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), merk dagang, sertifikasi halal, secara gratis,” ujar Eko, Senin (13/03/2023) tadi.
Selain itu, menurutnya juga akan diberikan reward atau penghargaan bagi para UMKM yang telah berprestasi. Seperti, para UMKM yang bisa mengexplore dan menasionalkan usaha yang dimiliki.
“Tentu akan kita beri reward bagi yang berprestasi, kemudian kita ajak untuk mengikuti pameran atau expo dan sebagainya,” katanya.
Baca juga :
- Sempat Terjadi Aksi Saling Dorong, PN Malang Eksekusi Rumah di Perum Bumi Palapa Kota Malang
- Nasib Sekolah di Lahan UM, Pemkot Malang Siapkan Opsi Merger
- Ancam Mahasiswa dengan Pisau dan Celurit, Dua Begundal Ditangkap Polisi
- Gencarkan Deteksi Dini, 925 Warga Kota Malang Positif TBC dalam Lima Bulan
- Disimpan di Pembalut, Seorang Perempuan Coba Selundupkan Obat-Obatan ke Lapas Malang
Kemudian, ditambahkannya jika Diskopindag juga akan menjurus hingga ke tataran bawah. Yakni dengan membuat sahabat UMKM di setiap RT/RW/kelurahan. Dimana sahabat UMKM itu sendiri merupakan masyarakat yang mempunyai kepedulian terhadap UMKM.
“Jadi orang yang peduli dengan UMKM itu bisa jadi sahabat UMKM. Mau perusahaan lembaga BUMN atau swasta yang lainnya silahkan yang ingin bergabung menjadi sahabat UMKM. Sebelum puasa, kita akan segera launching sahabat UMKM,” tutur Eko.
Sebagai informasi, untuk jumlah UMKM di Kota Malang, secara umum ada sekitar 80 ribu UMKM. Namun, yang sudah dikurasi yakni sekitar 21 ribu UMKM. Untuk yang sudah memiliki NIB yakni lebih dari 5 ribu UMKM, dan yang memiliki sertifikat halal ada sekitar hampir dua ribu UMKM.
“Untuk UMKM Kota Malang, paling banyak itu sektor kuliner. Harapan kami UMKM yang ada itu bisa naik kelas, bisa berpartisipasi dalam pertumbuhan ekonomi. Karena kedepan, yang akan terus bertahan itu UMKM,” imbuhnya. (rsy/sit)

Kota Malang4 mingguUsai Pasar Gadang dan Kebalen, Pemkot Malang Siapkan Penataan Bertahap untuk Pasar Blimbing
Kota Malang4 mingguDukung Penertiban PKL Pasar Kebalen, DPRD Kota Malang Kembali Soroti Pengembalian Fungsi Jalan
Kota Malang4 mingguTinjau Penertiban PKL Pasar Kebalen, Wali Kota Malang Sampaikan Aturan Baru
Kota Malang4 mingguHadiri Peresmian SPPG Kedungkandang, Wali Kota Wahyu Sebut SPPG di Kota Malang Minim Permasalahan
Kota Malang1 mingguPenjualan Hewan Kurban Lesu, Pedagang di Kota Malang Sebut Pembeli Turun Drastis
Kota Malang3 mingguWali Kota Malang Sebut Proses Pembentukan Dinas Damkar Tunggu Pembahasan DPRD
Kota Malang2 mingguProgram Angkutan Pelajar Gratis Jadi Harapan Baru Sopir Angkot di Kota Malang
Hukum & Kriminal4 mingguKurun Sebulan, Polresta Malang Tangkap 39 Tersangka Narkotika

















