Kota Malang
Uji Coba Satu Arah Kayutangan Heritage Tuai Penolakan Sopir Angkot, Ini Respon Dishub Kota Malang

Memontum Kota Malang – Penerapan uji coba satu arah di Kawasan Kayutangan Heritage di Jalan Basuki Rahmad-Kota Malang, hingga kini masih mendapat penolakan. Salah satunya, yakni dengan dilayangkannya surat penolakan dari para sopir angkutan umum kepada pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dan seluruh elemen masyarakat.
Koordinator Aksi, M Kholil, dalam surat tersebut menuliskan jika keputusan uji coba satu arah dapat dipastikan akan mengeluarkan biaya tinggi. Apalagi menurutnya, harga BBM yang mahal dan harus memutar jalur. Sehingga, akan rawan terjadinya kericuhan sesama jalur angkutan umum yang terdampak.
“Ini merupakan bentuk perjuangan kami pengemudi angkutan kota, dalam rangka mengais rezeki untuk menghidupi keluarga kami. Pemkot Malang telah memaksakan kehendak dan kami menjadi tumbalnya. Angkutan kota harusnya menjadi solusi kemacetan dengan perhatian pemkot Malang berupa managemen angkutan publik yang baik,” tulis Kholil dalam surat tersebut.
Baca juga:
- Sempat Terjadi Aksi Saling Dorong, PN Malang Eksekusi Rumah di Perum Bumi Palapa Kota Malang
- Nasib Sekolah di Lahan UM, Pemkot Malang Siapkan Opsi Merger
- Ancam Mahasiswa dengan Pisau dan Celurit, Dua Begundal Ditangkap Polisi
- Gencarkan Deteksi Dini, 925 Warga Kota Malang Positif TBC dalam Lima Bulan
- Disimpan di Pembalut, Seorang Perempuan Coba Selundupkan Obat-Obatan ke Lapas Malang
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengatakan jika seharusnya para sopir angkutan umum tersebut, melihat terlebih dahulu uji coba penerapan satu arah yang akan dilakukan selama tiga minggu kedepan nanti. “Ini kita uji coba dulu dan dilihat dahulu. Harusnya saat uji coba tiga minggu nanti, kan setelah itu akan dilakukan evaluasi. Kurangnya bagaimana dan harus lanjut atau berhenti,” jelas Widjaja, saat ditemui, Rabu (15/02/2023) tadi.
Widjaja menambahkan, jika pihaknya akan tetap melakukan komunikasi secara intens dengan para sopir angkot. Sebab menurutnya, Pemkot Malang dan para sopir angkot sama-sama saling membutuhkan satu sama lain.
“Masih banyak program yang kita harus saling membutuhkan dua pihak. Artinya, sama-sama membutuhkan baik itu dari angkutan maupun Pemkot. Karena dalam rangka meningkatkan layanan angkot, itu nggak mungkin dia sendiri. Contoh, walaupun nanti perbaikan skema angkutan, mungkin skema subsidi nanti kita bicarakan. Tapi sudah kita ajukan ke pimpinan. Keputusan masih belum,” katanya.
Sebagai informasi, untuk uji coba penerapan satu arah nantinya akan dilakukan pada Senin (20/02/2023) mendatang. Dalam hal itu, pihaknya tetap melakukan kordinasi bersama dengan Forum Lalu Lintas, yang terdiri dari Dishub Kota Malang, Kodim 0833, dan Polresta Malang Kota. (rsy/sit)

Kota Malang4 mingguUsai Pasar Gadang dan Kebalen, Pemkot Malang Siapkan Penataan Bertahap untuk Pasar Blimbing
Kota Malang4 mingguDukung Penertiban PKL Pasar Kebalen, DPRD Kota Malang Kembali Soroti Pengembalian Fungsi Jalan
Kota Malang4 mingguTinjau Penertiban PKL Pasar Kebalen, Wali Kota Malang Sampaikan Aturan Baru
Kota Malang4 mingguHadiri Peresmian SPPG Kedungkandang, Wali Kota Wahyu Sebut SPPG di Kota Malang Minim Permasalahan
Kota Malang1 mingguPenjualan Hewan Kurban Lesu, Pedagang di Kota Malang Sebut Pembeli Turun Drastis
Kota Malang3 mingguWali Kota Malang Sebut Proses Pembentukan Dinas Damkar Tunggu Pembahasan DPRD
Kota Malang2 mingguProgram Angkutan Pelajar Gratis Jadi Harapan Baru Sopir Angkot di Kota Malang
Hukum & Kriminal4 mingguKurun Sebulan, Polresta Malang Tangkap 39 Tersangka Narkotika

















