Kota Malang
Pergerakan Pasar di Kota Malang Mulai Normal, Diskoperindag Optimis Target Retribusi Pasar Tercapai

Memontum Kota Malang – Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Malang, menargetkan retribusi pasar di Kota Malang tahun 2023 mengalami kenaikan 25 persen dari tahun sebelumnya. Sebab, pasca pandemi Covid-19, transaksi di pasar dinilai bisa normal kembali. Sehingga, kenaikan retribusi dirasa masih bisa diraih atau akan kembali normal.
Kepala Diskoperindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menjelaskan untuk kenaikan retribusi pasar tersebut ditetapkan naik sebesar Rp 250 juta, dari tahun lalu. Tentu, untuk kenaikan tersebut disikapi serius dengan berbagai upaya akan dilakukan untuk menggenjotnya.
“Tahun lalu target retribusi pasar kita mencapai Rp 7 miliar. Tetapi yang kami dapatkan, itu lebih atau sekitar Rp 7,1 miliar. Di tahun ini, kita optimis dan terus mengupayakan agar bisa mencapai Rp 7,250 miliar. Bahkan, juga bisa lebih,” ujar Eko, Rabu (25/01/2023) tadi.
Untuk mencapai itu, tambahnya, upaya yang akan dilakukan yakni menggenjot pelayanan. Seperti, dalam hal penertiban administrasi kepada masyarakat. Kemudian, juga dalam mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB).
Baca juga:
- Sempat Terjadi Aksi Saling Dorong, PN Malang Eksekusi Rumah di Perum Bumi Palapa Kota Malang
- Nasib Sekolah di Lahan UM, Pemkot Malang Siapkan Opsi Merger
- Ancam Mahasiswa dengan Pisau dan Celurit, Dua Begundal Ditangkap Polisi
- Gencarkan Deteksi Dini, 925 Warga Kota Malang Positif TBC dalam Lima Bulan
- Disimpan di Pembalut, Seorang Perempuan Coba Selundupkan Obat-Obatan ke Lapas Malang
“Mengurus NIB itu administrasinya gratis. Karena, yang kita pungut hanya retribusi penjualan. Ini sebagai pemicu atau pemacu dari pedagang agar lebih percaya kepada pemerintah. Sehingga ke depan pasar rakyat ini akan kita buat lebih maju, dan mempengaruhi pada pendapatan retribusi,” jelasnya.
Lebih lanjut disampaikan, saat ini dalam penarikan retribusi pasar tersebut masih menggunakan kertas. Namun, ke depan pihaknya akan menyiapkan untuk menggunakan QR Code atau Quick Response Code Indonesian Standart (QRIS). Tentunya itu juga untuk mengatasi kebocoran retribusi.
“Tentunya kita ingin tidak ada kebocoran dalam pembayaran retribusi ini dan juga cashless. Ini sudah mengarah kesana, tapi untuk itu kita juga akan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai cashless,” ujarnya.
Disebutkan Eko, untuk pasar yang mencapai retribusi tinggi, itu diantaranya Pasar Blimbing dan Pasar Besar. Kemudian, untuk pasar yang memiliki capaian retribusi menengah yakni Pasar Klojen. Lalu, untuk pasar yang kurang retribusi yakni Pasar Embong Brantas.
“Kalau Pasar Embong Brantas, itu karena pasarnya kecil trus barang yang dijualkan itu second. Kadang pasarnya buka, kadang tutup. Sehingga itu mempengaruhi penghasilan retribusi pasar,” imbuhnya.
Terakhir, dirinya juga menyebut jika Pemerintah Kota Malang akan semakin serius dan komitmen dalam membangun dan memajukan pasar rakyat. Sebab, dari retribusi pasar itu tentunya juga mempengaruhi dalam hal peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang. (rsy/sit)

Kota Malang4 mingguUsai Pasar Gadang dan Kebalen, Pemkot Malang Siapkan Penataan Bertahap untuk Pasar Blimbing
Kota Malang4 mingguDukung Penertiban PKL Pasar Kebalen, DPRD Kota Malang Kembali Soroti Pengembalian Fungsi Jalan
Kota Malang4 mingguTinjau Penertiban PKL Pasar Kebalen, Wali Kota Malang Sampaikan Aturan Baru
Kota Malang4 mingguHadiri Peresmian SPPG Kedungkandang, Wali Kota Wahyu Sebut SPPG di Kota Malang Minim Permasalahan
Kota Malang1 mingguPenjualan Hewan Kurban Lesu, Pedagang di Kota Malang Sebut Pembeli Turun Drastis
Kota Malang3 mingguWali Kota Malang Sebut Proses Pembentukan Dinas Damkar Tunggu Pembahasan DPRD
Kota Malang2 mingguProgram Angkutan Pelajar Gratis Jadi Harapan Baru Sopir Angkot di Kota Malang
Hukum & Kriminal4 mingguKurun Sebulan, Polresta Malang Tangkap 39 Tersangka Narkotika

















