Kota Malang
Antisipasi Kejadian Serupa di Rumdin Wali Kota Blitar, Satpol PP Kota Malang Lakukan Pengamanan Ketat

Memontum Kota Malang – Untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan paska aksi perampokan yang berlangsung di rumah dinas (Rumdin) Wali Kota Blitar, Satpol PP Kota Malang akan melakukan sejumlah perubahan dalam peningkatan pengamanan aset daerah. Dengan langkah antisipasi ini, diharapkan aset Pemkot Malang, bisa aman dari segala hal.
Kepala Satpol PP Kota Malang, Heru Mulyono, menjelaskan bahwa pengamanan aset daerah yang akan diamankan itu meliputi rumah dinas (Rumdin) Wali Kota Malang, Rumdin Wakil Wali Kota, Rumdin Ketua DPRD Kota Malang, Gedung DPRD Kota Malang, Kantor Balai Kota Malang dan terakhir di Mini Block Office. “Pengamanan di enam titik itu, akan terus kita lakukan. Beberapa personel Satpol PP juga akan kita turunkan untuk terus melakukan patroli. Saat ini, kita lebih meningkatkan kewaspadaannya,” ucap Heru saat dikonfirmasi, Rabu (14/12/2022) tadi.
Menurut Heru, dalam pengamanan penjagaan tersebut juga harus lebih ditingkatkan lagi kedisiplinannya. Termasuk, dalam pergantian shift. Di mana, dalam hal itu harus tepat dan tidak boleh mengulur waktu.
“Kalau waktunya sudah ganti personel yang jaga, ya gantian. Harus disiplin terkait waktu shiftnya, lebih tanggap dan peduli kondisi sekitar,” katanya.
Baca Juga :
- Sempat Terjadi Aksi Saling Dorong, PN Malang Eksekusi Rumah di Perum Bumi Palapa Kota Malang
- Nasib Sekolah di Lahan UM, Pemkot Malang Siapkan Opsi Merger
- Ancam Mahasiswa dengan Pisau dan Celurit, Dua Begundal Ditangkap Polisi
- Gencarkan Deteksi Dini, 925 Warga Kota Malang Positif TBC dalam Lima Bulan
- Disimpan di Pembalut, Seorang Perempuan Coba Selundupkan Obat-Obatan ke Lapas Malang
Lebih lanjut disampaikan, terkait dengan pergantian shift dalam penjagaan gedung itu terus dilakukan, dan ada dua shift yang disiapkan. Namun, untuk waktunya akan lebih diperpanjang.
“Jadi, misalnya shift mulai jam 07.00 sampai jam 03.00 malam. Kemudian, juga sebaliknya. Namun, kalau mau masuk shiftnya setengah jam atau satu jam sebelumnya sudah ditempat penjagaan. Itu harus tepat waktu,” tegas Heru.
Tidak hanya itu, Handy Talkie (HT) dalam pengamanan tersebut juga harus selalu stand by dan tidak dalam keadaan mati. Karena menurutnya, itu sangat penting dan mempermudah untuk berkomunikasi.
“Kalau pakai hp masih kurang efisien harus ini itu, kalau pake HT tinggal di on kan, semua dengar ada kejadian apa-apanya dan dimana,” lanjutnya.
Selain itu, dalam pengamanan dan penjagaan tersebut, Satpol PP Kota Malang juga melakukan kolaborasi bersama dengan Polresta Malang Kota.
Sementara itu, Wali Kota Malang, Sutiaji, menyampaikan jika kewaspadaan akan terus ditingkatkan. Dirinya meminta, agar masyarakat saling mengingatkan dan tetap saling menjaga satu sama lain.
“Insyaallah, kita tetap waspada. Harus siap-siap saja. Saya kira warga Kota Malang ini saling menjaga. Semoga kita semua dijaga keselamatannya,” tambah Sutiaji. (rsy/sit)

Kota Malang4 mingguUsai Pasar Gadang dan Kebalen, Pemkot Malang Siapkan Penataan Bertahap untuk Pasar Blimbing
Kota Malang4 mingguDukung Penertiban PKL Pasar Kebalen, DPRD Kota Malang Kembali Soroti Pengembalian Fungsi Jalan
Kota Malang4 mingguTinjau Penertiban PKL Pasar Kebalen, Wali Kota Malang Sampaikan Aturan Baru
Kota Malang4 mingguHadiri Peresmian SPPG Kedungkandang, Wali Kota Wahyu Sebut SPPG di Kota Malang Minim Permasalahan
Kota Malang1 mingguPenjualan Hewan Kurban Lesu, Pedagang di Kota Malang Sebut Pembeli Turun Drastis
Kota Malang3 mingguWali Kota Malang Sebut Proses Pembentukan Dinas Damkar Tunggu Pembahasan DPRD
Kota Malang2 mingguProgram Angkutan Pelajar Gratis Jadi Harapan Baru Sopir Angkot di Kota Malang
Hukum & Kriminal4 mingguKurun Sebulan, Polresta Malang Tangkap 39 Tersangka Narkotika

















