Kota Malang
Peringatan Hari AIDS Sedunia, Jaringan Lintas Isu Desak Pemkot Malang untuk Terbitkan Perda

Memontum Kota Malang – Peringatan Hari AIDS sedunia tahun ini, mengingatkan bahwa penanganan HIV/AIDS di Indonesia masih belum optimal, terlebih di Kota Malang. Karena pada momentum ini, puluhan orang dari komunitas Jaringan Lintas Isu (Jati) menggelar aksi di depan Balai Kota Malang, Kamis (01/12/2022) pagi.
Ada beberapa tuntutan yang disampaikan, yakni agar Pemerintah Kota Malang segera mengaktifkan kembali Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) dan menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) mengenai HIV/AIDS atau penyakit menular. Karena, Kota Malang termasuk juara dua penyumbang kasus tertinggi HIV di Jawa Timur, setelah Surabaya.
“Kasus penyakit HIV/AIDS ini terus naik. Pasti ada aja orang yang positif, sehingga kami menuntut pemerintah untuk segera mengaktifkan kembali KPA dan juga Perda HIV atau penyakit menular, yang hingga saat ini belum punya,” ujar Perwakilan Jati, Rika Wanda.
Baca juga:
- Sempat Terjadi Aksi Saling Dorong, PN Malang Eksekusi Rumah di Perum Bumi Palapa Kota Malang
- Nasib Sekolah di Lahan UM, Pemkot Malang Siapkan Opsi Merger
- Ancam Mahasiswa dengan Pisau dan Celurit, Dua Begundal Ditangkap Polisi
- Gencarkan Deteksi Dini, 925 Warga Kota Malang Positif TBC dalam Lima Bulan
- Disimpan di Pembalut, Seorang Perempuan Coba Selundupkan Obat-Obatan ke Lapas Malang
Disebutkan Rika, jika kasus positif HIV/AIDS di Kota Malang saat ini ada sebanyak 2906 kasus. Itu tidak hanya di dominasi oleh orang dewasa saja, melainkan juga anak-anak usia sekolah. Sehingga, menurutnya itu perlu untuk diterbitkan Perda.
“Malang ini tidak ada Perda. Jadi nomenklaturnya itu tidak ada, sehingga payung hukum untuk Orang Dengan HIV/AIDS (ODHIV) itu tidak ada,” katanya.
Sehingga, menurutnya dalam penanganan kasus tersebut harus ada kolaborasi dan peran dari semua pihak. Bukan hanya Dinas Kesehatan saja, melainkan seluruh dinas terkait.
“Peran dari Dinkes, Dinsos, Dikbud, itu sangat penting dan dibutuhkan. Karena itu perlu ada pengobatan, pendampingan, dan informasi serta edukasi ke masyarakat,” lanjutnya.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr Husnul Muarif, membenarkan jika Kota Malang memang menduduki peringkat ke dua kasus HIV/AIDS terbanyak di Jawa Timur. “Ada 30 persen orang yang terjangkit HIV di Kota Malang, memang warga asli Kota Malang. Tapi sebagian besar sisanya, warga luar Malang yang menjalani perawatan kesehatan dan memilih menetap untuk menghindari stigma lingkungannya,” jelas Husnul.
Dikatakan Husnul, jika rantai penularan HIV/AIDS itu perlu diputus. Khususnya di kalangan mahasiswa dan pelajar yang perlu dimitigasi dengan pemberian edukasi. Serta memutus rantai LSL (lelaki suka lelaki) dan heteroseksual yang mendominasi kasus HIV/AIDS. (rsy/sit)

Kota Malang4 mingguUsai Pasar Gadang dan Kebalen, Pemkot Malang Siapkan Penataan Bertahap untuk Pasar Blimbing
Kota Malang4 mingguDukung Penertiban PKL Pasar Kebalen, DPRD Kota Malang Kembali Soroti Pengembalian Fungsi Jalan
Kota Malang4 mingguTinjau Penertiban PKL Pasar Kebalen, Wali Kota Malang Sampaikan Aturan Baru
Kota Malang4 mingguHadiri Peresmian SPPG Kedungkandang, Wali Kota Wahyu Sebut SPPG di Kota Malang Minim Permasalahan
Kota Malang1 mingguPenjualan Hewan Kurban Lesu, Pedagang di Kota Malang Sebut Pembeli Turun Drastis
Kota Malang3 mingguWali Kota Malang Sebut Proses Pembentukan Dinas Damkar Tunggu Pembahasan DPRD
Kota Malang2 mingguProgram Angkutan Pelajar Gratis Jadi Harapan Baru Sopir Angkot di Kota Malang
Hukum & Kriminal4 mingguKurun Sebulan, Polresta Malang Tangkap 39 Tersangka Narkotika

















