Kota Malang
Entaskan Kemiskinan Perkotaan, Wali Kota Malang Perkuat Lembaga ZIS

Memontum Kota Malang – Untuk mengoptimalkan peran lembaga Zakat, Infaq dan Sodaqoh (ZIS), dalam membantu mengentas kemiskinan di Kota Malang, Wali Kota Malang, Sutiaji memberikan pengarahan kepada 24 Lembaga Amil Zakat (LAZ) di salah satu hotel Kota Malang, Selasa (22/11/2022) tadi. Orang nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, itu menyampaikan bahwa sebagai bentuk komitmen mengangkat mustahiq (yang menerima zakat) menjadi muzakki (yang memberi zakat). Dimana bentuk kolaborasi bersama dengan Dinas terkait juga dinilai sangat penting.
“Kami punya komitmen dari orang yang berhak menerima zakat menjadi orang yang harus mengeluarkan zakat. Sehingga kolaborasi dengan Diskopindag ini penting. Dimana bisa memberikan edukasi, transfer knowledge (ilmu, red), dan juga transfer skill (keahlian, red),” jelas Wali Kota Sutiaji.
Dikatakannya, jika nantinya akan menguatkan kemampuan dan memberdayakan UMKM yang ada. Itu, secara otomatis menurutnya, akan mengangkat masyarakat dari kondisi ekonomi rendah (miskin) menjadi tidak miskin.
“Karena targetnya ini swasta, lembaga non pemerintahan. Maka, sifatnya kita anjuran saja. Nanti mungkin satu LAZ, mendampingi satu orang. Sambil nanti akan kita kuatkan kemampuannya, dan terus berdayakan UMKM nya,” katanya.
Baca juga :
- Sempat Terjadi Aksi Saling Dorong, PN Malang Eksekusi Rumah di Perum Bumi Palapa Kota Malang
- Nasib Sekolah di Lahan UM, Pemkot Malang Siapkan Opsi Merger
- Ancam Mahasiswa dengan Pisau dan Celurit, Dua Begundal Ditangkap Polisi
- Gencarkan Deteksi Dini, 925 Warga Kota Malang Positif TBC dalam Lima Bulan
- Disimpan di Pembalut, Seorang Perempuan Coba Selundupkan Obat-Obatan ke Lapas Malang
Hal itu, ujarnya, nantinya akan dikolaborasikan dengan perguruan tinggi, karena di dalamnya ada sebuah Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM), yang bisa menangani masalah pembiayaan, pendanaan, dan sebagainya. Termasuk, juga dalam memberikan sebuah pelatihan.
“Nantinya kita kolaborasikan dengan perguruan tinggi, termasuk dalam memberikan pelatihan. Saat ini kita juga sedang fokuskan halal center di masing-masing perguruan tinggi, dan sertifikasi halal tanpa biaya,” lanjutnya.
Sejalan dengan itu, Kabag Kesra Pemkot Malang, Achmad Mabrur, mengatakan dengan penguatan usaha baru seperti pada pembedayaan ekonomi tersebut, nantinya lambat laun bisa mengubah penerima zakat menjadi yang membayar zakat. Apalagi dalam kegiatan tersebut, juga dihadirkan narasumber yang ahli dalam penguatan usaha tersebut.
“Harapannya mudah-mudahan dengan ada niatan bersama ini bisa terwujud, niatan merubah mustahiq menjadi Muzakki. Maka pada kegiatan ini dibantu oleh narasumber dari salah satu perguruan tinggi Negeri, yang mempunyai halal center dan diskopindag sebagai penguatan aspek pemasaran, dan keterampilan bisa berjalan dengan baik,” imbuhnya. (hms/rsy/sit)

Kota Malang4 mingguUsai Pasar Gadang dan Kebalen, Pemkot Malang Siapkan Penataan Bertahap untuk Pasar Blimbing
Kota Malang4 mingguDukung Penertiban PKL Pasar Kebalen, DPRD Kota Malang Kembali Soroti Pengembalian Fungsi Jalan
Kota Malang4 mingguTinjau Penertiban PKL Pasar Kebalen, Wali Kota Malang Sampaikan Aturan Baru
Kota Malang4 mingguHadiri Peresmian SPPG Kedungkandang, Wali Kota Wahyu Sebut SPPG di Kota Malang Minim Permasalahan
Kota Malang1 mingguPenjualan Hewan Kurban Lesu, Pedagang di Kota Malang Sebut Pembeli Turun Drastis
Kota Malang3 mingguWali Kota Malang Sebut Proses Pembentukan Dinas Damkar Tunggu Pembahasan DPRD
Kota Malang2 mingguProgram Angkutan Pelajar Gratis Jadi Harapan Baru Sopir Angkot di Kota Malang
Hukum & Kriminal4 mingguKurun Sebulan, Polresta Malang Tangkap 39 Tersangka Narkotika

















