Kota Malang
Wali Kota Malang Tandatangani Tuntutan Aksi Solidaritas Tragedi Kanjuruhan

Memontum Kota Malang – Wali Kota Malang, Sutiaji, siap turut mengawal usut tuntas tragedi Kanjuruhan. Hal itu disampaikannya, seusai menemui ribuan massa aksi solidaritas 40 hari tragedi Kanjuruhan di Alun-Alun Tugu Kota Malang, Kamis (10/11/2022) tadi.
Dalam kesempatan itu, dirinya juga menandatangani beberapa tuntutan yang dilayangkan oleh Aremania. Beberapa isi dari tuntutan tersebut, diantaranya yakni pertama, seret, tangkap dan adili seluruh aktor dibalik tragedi Kanjuruhan, 1 Oktober 2022, juga seluruh eksekutor lapangan tragedi Kanjuruhan, 1 Oktober 2022. Kedua, jadikan tragedi Kanjuruhan sebagai pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat, bukan hanya sebagai Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) ringan.
Ketiga, yaitu bayar segala kerugian yang diderita korban dan keluarga korban tragedi Kanjuruhan, 1 Oktober 2022 melalui mekanisme kompensasi dan restitusi. Setelah menandatangani tuntutan tersebut, orang nomor satu di lingkungan Pemkot Malang ini akan siap meneruskan kepada institusi di atasnya.
Baca juga :
- Sempat Terjadi Aksi Saling Dorong, PN Malang Eksekusi Rumah di Perum Bumi Palapa Kota Malang
- Nasib Sekolah di Lahan UM, Pemkot Malang Siapkan Opsi Merger
- Ancam Mahasiswa dengan Pisau dan Celurit, Dua Begundal Ditangkap Polisi
- Gencarkan Deteksi Dini, 925 Warga Kota Malang Positif TBC dalam Lima Bulan
- Disimpan di Pembalut, Seorang Perempuan Coba Selundupkan Obat-Obatan ke Lapas Malang
“Nanti kami akan berkirim surat dan kami sampaikan kepada Kapolri, Menkopolhukam, Presiden untuk mengawal apa yang menjadi aspirasi Arek Malang. Bukan hanya Arek Malang, tetapi ini anak bangsa yang mempunyai nilai kemerdekaan yang harus diperhatikan,” jelas Wali Kota Sutiaji.
Tidak lupa, dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada ribuan Aremania dan seluruh warga Malang Raya, yang melakukan aksi damai dalam menyuarakan aspirasinya. “Ini menunjukkan bahwa Malang luar biasa, mampu menahan diri. Serta, mampu menciptakan kedamaian dalam waktu jeda 40 hari, yang saya kira itu tidak sedikit,” lanjutnya.
Dengan hal tersebut, menurutnya Aremania telah menunjukkan sebagai suporter sepak bola yang sudah dewasa. Selain itu, menurutnya Aremania juga mampu menciptakan kedamaian. “Tekad bulat untuk memperjuangan keadilan bagi 135 orang meninggal itu, adalah tekad bahwa bola itu cinta kedamaian,” imbuhnya. (rsy/gie)

Kota Malang4 mingguUsai Pasar Gadang dan Kebalen, Pemkot Malang Siapkan Penataan Bertahap untuk Pasar Blimbing
Kota Malang4 mingguDukung Penertiban PKL Pasar Kebalen, DPRD Kota Malang Kembali Soroti Pengembalian Fungsi Jalan
Kota Malang4 mingguTinjau Penertiban PKL Pasar Kebalen, Wali Kota Malang Sampaikan Aturan Baru
Kota Malang4 mingguHadiri Peresmian SPPG Kedungkandang, Wali Kota Wahyu Sebut SPPG di Kota Malang Minim Permasalahan
Kota Malang1 mingguPenjualan Hewan Kurban Lesu, Pedagang di Kota Malang Sebut Pembeli Turun Drastis
Kota Malang3 mingguWali Kota Malang Sebut Proses Pembentukan Dinas Damkar Tunggu Pembahasan DPRD
Kota Malang2 mingguProgram Angkutan Pelajar Gratis Jadi Harapan Baru Sopir Angkot di Kota Malang
Hukum & Kriminal4 mingguKurun Sebulan, Polresta Malang Tangkap 39 Tersangka Narkotika

















