Kota Malang
Wali Kota Malang Tandatangani Tuntutan Aksi Solidaritas Tragedi Kanjuruhan

Memontum Kota Malang – Wali Kota Malang, Sutiaji, siap turut mengawal usut tuntas tragedi Kanjuruhan. Hal itu disampaikannya, seusai menemui ribuan massa aksi solidaritas 40 hari tragedi Kanjuruhan di Alun-Alun Tugu Kota Malang, Kamis (10/11/2022) tadi.
Dalam kesempatan itu, dirinya juga menandatangani beberapa tuntutan yang dilayangkan oleh Aremania. Beberapa isi dari tuntutan tersebut, diantaranya yakni pertama, seret, tangkap dan adili seluruh aktor dibalik tragedi Kanjuruhan, 1 Oktober 2022, juga seluruh eksekutor lapangan tragedi Kanjuruhan, 1 Oktober 2022. Kedua, jadikan tragedi Kanjuruhan sebagai pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat, bukan hanya sebagai Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) ringan.
Ketiga, yaitu bayar segala kerugian yang diderita korban dan keluarga korban tragedi Kanjuruhan, 1 Oktober 2022 melalui mekanisme kompensasi dan restitusi. Setelah menandatangani tuntutan tersebut, orang nomor satu di lingkungan Pemkot Malang ini akan siap meneruskan kepada institusi di atasnya.
Baca juga :
- Komisi B DPRD Kota Malang Dorong MCC Dikelola dengan Skema BLUD, Diskopindag Siap Kaji
- Satpol PP Kota Malang Pastikan Penertiban Warung Liar GOR Ken Arok Tetap Jalan, SP1 Terbit Awal Agustus
- Portal Griya Shanta Ditutup, Pemkot Malang Pastikan Uji Coba Jalan Tembus Tetap Berjalan
- DPRD Kota Malang Sampaikan Enam Rekomendasi, Soroti Rendahnya Belanja Modal
- Langganan Juara OSN, MAN 2 Kota Malang Kini Jadi Percontohan Nasional Tata Kelola Madrasah
“Nanti kami akan berkirim surat dan kami sampaikan kepada Kapolri, Menkopolhukam, Presiden untuk mengawal apa yang menjadi aspirasi Arek Malang. Bukan hanya Arek Malang, tetapi ini anak bangsa yang mempunyai nilai kemerdekaan yang harus diperhatikan,” jelas Wali Kota Sutiaji.
Tidak lupa, dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada ribuan Aremania dan seluruh warga Malang Raya, yang melakukan aksi damai dalam menyuarakan aspirasinya. “Ini menunjukkan bahwa Malang luar biasa, mampu menahan diri. Serta, mampu menciptakan kedamaian dalam waktu jeda 40 hari, yang saya kira itu tidak sedikit,” lanjutnya.
Dengan hal tersebut, menurutnya Aremania telah menunjukkan sebagai suporter sepak bola yang sudah dewasa. Selain itu, menurutnya Aremania juga mampu menciptakan kedamaian. “Tekad bulat untuk memperjuangan keadilan bagi 135 orang meninggal itu, adalah tekad bahwa bola itu cinta kedamaian,” imbuhnya. (rsy/gie)

Kota Malang1 mingguLima Pengurus Karang Taruna Kecamatan di Kota Malang Layangkan Surat Terbuka, Tolak Langkah Caretaker
Hukum & Kriminal3 mingguKecanduan Judi Online, Residivis Kambuhan Curi 14 iPhone
Kota Malang4 mingguTertibkan Bangunan di Atas Aset Pemkot Malang, Kawasan RTH Buring Bakal Dikembalikan sesuai Fungsi
Kota Malang4 mingguDukung Program 1.000 Event, Pemkot Malang Benahi Kepatuhan Pelaku Usaha Pariwisata
Kota Malang1 mingguDPRD Malang Desak Pemkot Tegas Tindaklanjuti Putusan Pembongkaran Tembok Griya Shanta
Hukum & Kriminal4 mingguLanjutan Sidang Karyawan Bank Digugat Tetangga, Mediasi Gagal
Kota Malang6 hariPemkot Malang Bakal Uji Coba Jalan Tembus Griya Shanta
Kota Malang3 mingguKota Malang Raih Peringkat Pertama PPA Awards Jatim, Musrenbang Tematik hingga RT Berkelas Jadi Andalan

















