Kota Malang
Cegah Stunting, Dinsos Kota Malang Bentuk Tim PLKB dengan 650 Kader Pendamping

Memontum Kota Malang – Pencegahan stunting di Kota Malang, bukan hanya tugas dari salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Melainkan, semua elemen harus terlibat. Salah satunya, yakni Dinas Sosial (Dinsos) P3AP2KB Kota Malang, sebagai pendamping dalam pencegahan stunting tersebut.
Kepala Dinsos P3AP2KB Kota Malang, Penny Indriani, menyampaikan bahwa pihaknya sebagai pendamping dalam pencegahan stunting, mulai dari pranikah, menikah, hingga hamil dan melahirkan anak. “Jadi, dari Dinsos ada Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) yang turun kelapangan, dengan pendamping untuk stunting saat ini ada 650 kader. Kita dampingi mulai dari pranikah, menikah, sampai hamil hingga melahirkan,” jelas Penny saat dikonfirmasi, Kamis (29/09/2022) tadi.
Dikatakannya, untuk 650 kader tersebut tersebar diberbagai kecamatan dan kelurahan yang ada di Kota Malang. Para kader tersebut, tentunya juga melalui rekruitmen yang telah dilakukan. Untuk anggaran kader tersebut didapat dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pusat.
“650 itu kita rekruitmen, karena anggarannya di DAK dari pusat. Tahun ini, kemungkinan diperpanjang lagi hingga tahun depan. Semoga optimal,” lanjutnya.
Tentu di dalam pranikah sendiri, diberikan bekal untuk pemahaman calon pengantin tentang pencegahan stunting, mulai dari 3 bulan pertama sebelum masa kehamilan (prakonsepsi), pengecekan dan pemeriksaan kesehatan. Tentu itu dilakukan untuk mendeteksi adanya kekurangan gizi atau anemia.
Baca juga:
- Sempat Terjadi Aksi Saling Dorong, PN Malang Eksekusi Rumah di Perum Bumi Palapa Kota Malang
- Nasib Sekolah di Lahan UM, Pemkot Malang Siapkan Opsi Merger
- Ancam Mahasiswa dengan Pisau dan Celurit, Dua Begundal Ditangkap Polisi
- Gencarkan Deteksi Dini, 925 Warga Kota Malang Positif TBC dalam Lima Bulan
- Disimpan di Pembalut, Seorang Perempuan Coba Selundupkan Obat-Obatan ke Lapas Malang
“Tentu kami berikan pemahaman kepada mereka supaya ketika sudah siap hamil dan memiliki anak, nantinya anak yang dilahirkan bisa tumbuh dengan sehat, menjadi generasi yang berkualitas dan tidak mengalami stunting,” katanya.
Sementara itu, untuk mencegah terjadi kekerasan didalam rumah tangga (KDRT), salah satu upaya yang dilakukan oleh Dinsos yakni dengan membuka program pojok curhat. Dimana itu juga sudah tersebar diberbagai kecamatan dan kelurahan yang ada di Kota Malang.
“Pojok curhat itu dari dulu sudah ada, terus sempat fakum dan kita kuatkan lagi. Jadi misalnya mengalami kekerasan, lha di pojok curhat itu lebih tahu dulu sebelum lapor ke dinas. Karena harus yang terdekat lebih tahu dulu, yaitu di kelurahan sementara,” imbuhnya. (rsy/sit)

Kota Malang4 mingguUsai Pasar Gadang dan Kebalen, Pemkot Malang Siapkan Penataan Bertahap untuk Pasar Blimbing
Kota Malang4 mingguDukung Penertiban PKL Pasar Kebalen, DPRD Kota Malang Kembali Soroti Pengembalian Fungsi Jalan
Kota Malang4 mingguTinjau Penertiban PKL Pasar Kebalen, Wali Kota Malang Sampaikan Aturan Baru
Kota Malang4 mingguHadiri Peresmian SPPG Kedungkandang, Wali Kota Wahyu Sebut SPPG di Kota Malang Minim Permasalahan
Kota Malang1 mingguPenjualan Hewan Kurban Lesu, Pedagang di Kota Malang Sebut Pembeli Turun Drastis
Kota Malang3 mingguWali Kota Malang Sebut Proses Pembentukan Dinas Damkar Tunggu Pembahasan DPRD
Kota Malang2 mingguProgram Angkutan Pelajar Gratis Jadi Harapan Baru Sopir Angkot di Kota Malang
Hukum & Kriminal4 mingguKurun Sebulan, Polresta Malang Tangkap 39 Tersangka Narkotika

















