Kota Malang
Program Cegah Perundungan Siswa Jadi Bahasan Hearing Komisi D DPRD Kota Malang

Memontum Kota Malang – DPRD Kota Malang menggelar hearing dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, Senin (12/09/2022) tadi. Salah satu pokok persoalan yang dibahas, adalah mengenai pencegahan perundungan siswa, seperti yang disampaikan Komisi D DPRD Kota Malang, bersama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang.
Anggota Komisi D, Pujianto, mengatakan bahwa dalam hearing tersebut pihaknya menanyakan terkait dengan program pencegahan perundungan yang terjadi pada siswa sekolah. Terutama, pada siswa Sekolah Dasar (SD) dan juga Siswa Menengah Pertama (SMP).
“Tadi, sudah kita tanyakan terkait dengan program perundungan. Salah satunya, hal yang sempat mencuat dan itu sudah diserahkan ke pihak berwajib,” ucap Pujiono.
Baca Juga :
- Sempat Terjadi Aksi Saling Dorong, PN Malang Eksekusi Rumah di Perum Bumi Palapa Kota Malang
- Nasib Sekolah di Lahan UM, Pemkot Malang Siapkan Opsi Merger
- Ancam Mahasiswa dengan Pisau dan Celurit, Dua Begundal Ditangkap Polisi
- Gencarkan Deteksi Dini, 925 Warga Kota Malang Positif TBC dalam Lima Bulan
- Disimpan di Pembalut, Seorang Perempuan Coba Selundupkan Obat-Obatan ke Lapas Malang
Menurutnya, upaya untuk pencegahan terjadinya perundungan, maka siswa harus ditanamkan pendidikan karakter sejak dini. Terutama, mengenai nilai-nilai Pancasila. Selain itu juga, diperlukan pendampingan atau pengawasan dalam melakukan proses belajar mengajar.
“Karena anak-anak itu nggak bisa langsung dilepas begitu saja. Maka, perlu adanya pendampingan dalam melakukan proses belajar itu. Apalagi mereka yang masih duduk di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD),” ujarnya.
Menurutnya, perundungan itu bisa terjadi pada siswa, akibat dari kurangnya melakukan sosialisasi dan bertatap muka dengan orang lain. Apalagi, jika pembelajaran dilakukan secara online, itu membuat siswa hidup bebas.
“Pembelajaran secara online, itu ada dampak negatifnya. Sehingga, siswa itu bisa bebas dalam melakukan apapun. Siswa itu, perlu yang namanya pendekatan secara langsung atau psikologis dengan guru. Kalau itu nggak ada, maka terjadi pembulian itu,” ucap pria yang juga menjabat sebagai Bendahara DPD PAN Kota Malang.
Sehingga, tambahnya, saat ini pembelajaran yang dilakukan secara luring atau tatap muka, dinilai sangat efektif. Karena itu, pihaknya berharap ke depan pembelajaran bisa kembali normal seperti sedia kala, sebelum adanya pandemi Covid-19.
“Pembelajaran tatap muka itu sangat efektif dan itu sangat penting. Tentu, di tengah pandemi Covid-19 yang saat ini masih belum betul-betul mereda, vaksinasi untuk anak sekolah juga perlu dilakukan. Tentu itu juga untuk menjaga kekebalan para siswa tersebut,” imbuhnya. (rsy/sit)

Kota Malang4 mingguUsai Pasar Gadang dan Kebalen, Pemkot Malang Siapkan Penataan Bertahap untuk Pasar Blimbing
Kota Malang4 mingguDukung Penertiban PKL Pasar Kebalen, DPRD Kota Malang Kembali Soroti Pengembalian Fungsi Jalan
Kota Malang4 mingguTinjau Penertiban PKL Pasar Kebalen, Wali Kota Malang Sampaikan Aturan Baru
Kota Malang4 mingguHadiri Peresmian SPPG Kedungkandang, Wali Kota Wahyu Sebut SPPG di Kota Malang Minim Permasalahan
Kota Malang1 mingguPenjualan Hewan Kurban Lesu, Pedagang di Kota Malang Sebut Pembeli Turun Drastis
Kota Malang3 mingguWali Kota Malang Sebut Proses Pembentukan Dinas Damkar Tunggu Pembahasan DPRD
Kota Malang2 mingguProgram Angkutan Pelajar Gratis Jadi Harapan Baru Sopir Angkot di Kota Malang
Hukum & Kriminal4 mingguKurun Sebulan, Polresta Malang Tangkap 39 Tersangka Narkotika

















