Kota Malang
Kayutangan Street Style Tuai Pro Kontra, Inisiator Tanggapi Santai

Memontum Kota Malang – Pro dan kontra terkait gelaran Kayutangan Street Style, direspon santai oleh tiga inisiasi kegiatan yakni Rulli Suprayugo, Belinda Ameliyah dan Reza Wu. Maklum, gelaran yang dilakukan pada Jumat (22/07/2022) malam itu, dianggap meniru Citayam Fashion Week yang berada di Jakarta.
Hanya saja, hal itu pun ditepis oleh penggagas. Menurutnya, gelaran tersebut tentu berbeda dengan Citayam Fashion Week. Karena, dalam gelaran tersebut tidak ada show yang ditempatkan di satu titik. Namun, pengunjung bebas mengekespresikan dirinya.
“Kalau di Citayam, itu kan dimulai dari anak yang pingin nongkrong. Tetapi, kemudian ingin mengaktualisasi lewat fashion. Kalau di Kayutangan, ini inisiasinya adalah orang yang paham dan ngerti fashion,” jelas Rulli.
Dengan menggunakan nama street style, itu menurutnya tentu berbeda dengan Citayam Fashion Week. Menanggapi komentar netizen yang tuai pro dan kontra, dirinya menanggapi dengan santai. Jika netizen memberikan hal yang positi, maka akan dijadikan sebuah catatan. Namun jika negatif, juga tidak akan diambil hati.
Baca juga :
- Komisi B DPRD Kota Malang Dorong MCC Dikelola dengan Skema BLUD, Diskopindag Siap Kaji
- Satpol PP Kota Malang Pastikan Penertiban Warung Liar GOR Ken Arok Tetap Jalan, SP1 Terbit Awal Agustus
- Portal Griya Shanta Ditutup, Pemkot Malang Pastikan Uji Coba Jalan Tembus Tetap Berjalan
- DPRD Kota Malang Sampaikan Enam Rekomendasi, Soroti Rendahnya Belanja Modal
- Langganan Juara OSN, MAN 2 Kota Malang Kini Jadi Percontohan Nasional Tata Kelola Madrasah
“Pasti ambil sisi positifnya. Karena banyak sekali yang memberikan masukan dan mengingatkan kami. Kalau untuk netizen yang belum bersahabat dengan fashion atau dengan style, mengingatkan dengan cara mereka masing-masing aja,” lanjutnya.
Belinda Ameliyah juga menambahkan, bahwa dengan gerakan yang dilakukan tersebut, tentu banyak yang mendukung. Mulai dari kalangan muda-mudi hingga para orang tua.
Lebih lanjut dirinya juga mengatakan, bahwa ke depan tentu ini akan dijadikan sebuah kebiasaan bagi warga Kota Malang di Kawasan Kayutangan Heritage. Selain itu juga, akan menyuguhkan fashion yang berbeda dengan mengangkat tema lokal budaya.
“Kita sebenarnya nggak ada show di zebra cross. Acaranya juga tidak ada konsep, ini nongkrong dengan gaya. Pasti kami akan mengangkat budaya lokal, tunggu aja di acara selanjutnya,” imbuh Belinda. (rsy/sit)

Kota Malang1 mingguLima Pengurus Karang Taruna Kecamatan di Kota Malang Layangkan Surat Terbuka, Tolak Langkah Caretaker
Hukum & Kriminal3 mingguKecanduan Judi Online, Residivis Kambuhan Curi 14 iPhone
Kota Malang4 mingguTertibkan Bangunan di Atas Aset Pemkot Malang, Kawasan RTH Buring Bakal Dikembalikan sesuai Fungsi
Kota Malang4 mingguDukung Program 1.000 Event, Pemkot Malang Benahi Kepatuhan Pelaku Usaha Pariwisata
Kota Malang1 mingguDPRD Malang Desak Pemkot Tegas Tindaklanjuti Putusan Pembongkaran Tembok Griya Shanta
Hukum & Kriminal4 mingguLanjutan Sidang Karyawan Bank Digugat Tetangga, Mediasi Gagal
Kota Malang6 hariPemkot Malang Bakal Uji Coba Jalan Tembus Griya Shanta
Kota Malang3 mingguKota Malang Raih Peringkat Pertama PPA Awards Jatim, Musrenbang Tematik hingga RT Berkelas Jadi Andalan

















