Kota Malang
Bahasa Jawa Menjadi Tantangan Bagi Peserta UKD Khusus di Kota Malang

Memontum Kota Malang – Ujian Kompetensi Dasar (UKD) menjadi salah satu syarat wajib, bagi siswa SD yang ingin mendaftar ke jenjang Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kota Malang, melalui jalur prestasi nilai raport. Untuk itu, bagi mereka (Siswa SD, red) yang berasal dari luar Kota Malang, harus mengikuti UKD secara khusus.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Suwarjana, mengatakan bahwa UKD khusus tersebut sudah dilakukan sejak, Selasa (10/05/2022) hingga Kamis (12/05/2022) tadi. Disebutkan, bahwa UKD diikuti sebanyak 11 siswa kelas 6, dari luar Kota Malang.
“Ada sebanyak 11 siswa kelas 6 yang mengikuti UKD khusus ini, kami laksanakan di SMPN 4 Kota Malang,” ungkap Suwarjana, Kamis (12/05/2022).
Dari beberapa mata pelajaran yang diujikan terdapat muatan lokal Bahasa Daerah seperti Bahasa Jawa. Muatan lokal tersebut menjadi hal tersulit bagi peserta luar Kota Malang. Salah seorang wali murid dari Sumbawa, Brina, mengatakan bahwa itu menjadi tantangan tersendiri bagi anaknya.
“Seharusnya muatan lokal Bahasa Daerah ini tidak diikutkan dalam UKD khusus ini. Belajar Bahasa Daerah pun juga tidak bisa dikuasai dengan cepat. Anak pasti minder karena merasa akan kalah dengan temannya,” jelas Brina.
Baca juga :
- Komisi B DPRD Kota Malang Dorong MCC Dikelola dengan Skema BLUD, Diskopindag Siap Kaji
- Satpol PP Kota Malang Pastikan Penertiban Warung Liar GOR Ken Arok Tetap Jalan, SP1 Terbit Awal Agustus
- Portal Griya Shanta Ditutup, Pemkot Malang Pastikan Uji Coba Jalan Tembus Tetap Berjalan
- DPRD Kota Malang Sampaikan Enam Rekomendasi, Soroti Rendahnya Belanja Modal
- Langganan Juara OSN, MAN 2 Kota Malang Kini Jadi Percontohan Nasional Tata Kelola Madrasah
Dirinya berharap, untuk UKD Khusus, Bahasa Jawa sebaiknya tidak dimasukkan nilai utama. Menurutnya, mata pelajaran umum seperti Matematika, Bahasa Indonesia, IPA dan IPS baru bisa digunakan sebagai nilai utama, karena itu memang diajarkan secara umum di seluruh wilayah.
“Bahasa daerah kan muatan lokal, menurut saya muatan lokal tidak perlu ikut diujikan. Jelas yang dari luar daerah tidak paham,” imbuhnya.
Hal senada juga dilontarkan oleh wali murid lainnya asal Jakarta, Irna, bahwa anaknya tidak pernah belajar tentang Bahasa Jawa sebelumnya, dan menjadi momok bagi anaknya. Meskipun sebenarnya, melalui UKD Khusus menurutnya sudah fair. Karena siswa luar kota bisa mengikuti pendaftaran melalui jalur prestasi nilai rapor. Dimana sebelumnya, jalur tersebut dikhususkan hanya untuk siswa Kota Malang.
“Tapi disayangkan ada ujian Bahasa Jawa yang tidak dipelajari di sekolahnya dari kelas satu. Jadi dia tidak dapat sama sekali pelajaran itu,” kata Irna.
Namun, dengan begitu mereka tetap mendoakan agar anaknya bisa mendapat hasil baik di UKD khusus ini, agar bisa bersekolah di SMPN Kota Malang. (cw2/sit)

Kota Malang1 mingguLima Pengurus Karang Taruna Kecamatan di Kota Malang Layangkan Surat Terbuka, Tolak Langkah Caretaker
Hukum & Kriminal3 mingguKecanduan Judi Online, Residivis Kambuhan Curi 14 iPhone
Kota Malang4 mingguTertibkan Bangunan di Atas Aset Pemkot Malang, Kawasan RTH Buring Bakal Dikembalikan sesuai Fungsi
Kota Malang4 mingguDukung Program 1.000 Event, Pemkot Malang Benahi Kepatuhan Pelaku Usaha Pariwisata
Kota Malang1 mingguDPRD Malang Desak Pemkot Tegas Tindaklanjuti Putusan Pembongkaran Tembok Griya Shanta
Hukum & Kriminal4 mingguLanjutan Sidang Karyawan Bank Digugat Tetangga, Mediasi Gagal
Kota Malang6 hariPemkot Malang Bakal Uji Coba Jalan Tembus Griya Shanta
Kota Malang3 mingguKota Malang Raih Peringkat Pertama PPA Awards Jatim, Musrenbang Tematik hingga RT Berkelas Jadi Andalan

















