Kota Malang
Vaksinasi Booster untuk Ibu Hamil Jadi Bidikan Dinkes Kota Malang

Memontum Kota Malang – Percepatan vaksinasi dosis tiga atau vaksin booster di Kota Malang, terus dilakukan. Selain untuk Lansia, ternyata ibu hamil juga menjadi perhatian.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr Husnul Muarif, mengatakan jika vaksinasi bagi ibu hamil tergantung rekomendasi Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan (Obstetri dan Ginekologi). “Ibu hamil tergantung rekomendasi SpOG nya. Vaksin satu, dua apa, lalu vaksin dosis tiga apa. Yang cocok setelah dilakukan analisa pemeriksaan klinik kehamilannya,” ujar dr Husnul, Kamis (07/04/2022) tadi.
Ditambahkannya, saat ini masih terus memasifkan vaksinasi untuk ibu hamil. Baik itu untuk dosis satu atau pun dua. Sedangkan untuk vaksin booster, akan terus diupayakan juga.
Baca juga:
- Sempat Terjadi Aksi Saling Dorong, PN Malang Eksekusi Rumah di Perum Bumi Palapa Kota Malang
- Nasib Sekolah di Lahan UM, Pemkot Malang Siapkan Opsi Merger
- Ancam Mahasiswa dengan Pisau dan Celurit, Dua Begundal Ditangkap Polisi
- Gencarkan Deteksi Dini, 925 Warga Kota Malang Positif TBC dalam Lima Bulan
- Disimpan di Pembalut, Seorang Perempuan Coba Selundupkan Obat-Obatan ke Lapas Malang
Dikatakan Husnul, ibu hamil yang bisa divaksin yakni dengan rentang usia kehamilan 14 sampai 23 minggu. Itu pun, juga disesuaikan dengan arahan organisasi profesi yang menghimpun para Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Indonesia (POGI).
“Kalau lebih dari itu, POGI belum merekomendasikan. Sehingga, nanti yang agak sulit di boosternya,” ujar Husnul.
Selanjutnya, dirinya mencontohkan ketika ibu hamil vaksin satu di minggu ke-20, lalu vaksin keduanya sudah ditentukan satu bulan berikutnya. Untuk vaksinasi ketiga atau booster bisa dilakukan pasca melahirkan, karena jarak dari vaksin dua ketiga yakni tiga bulan.
“Karena jarak vaksin boosternya menunggu tiga bulan, jadi setelah melahirkan. Ini nanti dianalisasi oleh POGI untuk strategi vaksin ibu hamil,” tambahnya.
Diketahui, capaian vaksinasi Kota Malang saat ini untuk dosis pertama yakni 113,42 persen, dosis kedua 107,04 persen dan dosis ketiga 25,5 persen. Sedangkan bagi lansia dosis pertama 69,07 persen, dosis kedua 64,61 persen dan dosis ketiga 21,99 persen.
Sementara, untuk target booster saat Bulan Suci Ramadan, dr Husnul mengaku, masih menyesuaikan dropping. Karena ketersediaan vaksin jumlahnya bertahap dan langsung didistribusikan ke masing-masing fasilitas kesehatan (Faskes). (cw2/sit)

Kota Malang4 mingguUsai Pasar Gadang dan Kebalen, Pemkot Malang Siapkan Penataan Bertahap untuk Pasar Blimbing
Kota Malang4 mingguDukung Penertiban PKL Pasar Kebalen, DPRD Kota Malang Kembali Soroti Pengembalian Fungsi Jalan
Kota Malang4 mingguTinjau Penertiban PKL Pasar Kebalen, Wali Kota Malang Sampaikan Aturan Baru
Kota Malang4 mingguHadiri Peresmian SPPG Kedungkandang, Wali Kota Wahyu Sebut SPPG di Kota Malang Minim Permasalahan
Kota Malang1 mingguPenjualan Hewan Kurban Lesu, Pedagang di Kota Malang Sebut Pembeli Turun Drastis
Kota Malang3 mingguWali Kota Malang Sebut Proses Pembentukan Dinas Damkar Tunggu Pembahasan DPRD
Kota Malang2 mingguProgram Angkutan Pelajar Gratis Jadi Harapan Baru Sopir Angkot di Kota Malang
Hukum & Kriminal4 mingguKurun Sebulan, Polresta Malang Tangkap 39 Tersangka Narkotika

















