Kota Malang
Wali Kota Sutiaji Rakor Langkah Cepat Tekan dan Antisipasi Penyebaran Omicron di Kota Malang

Memontum Kota Malang – Wali Kota Malang, Sutiaji, mengambil langkah cepat untuk mencegah penyebarannya di Kota Malang. Di ruang sidang Balai Kota Malang, pun telah dilaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) antara Wali Kota Malang dengan camat, lurah dan Kepala Puskesmas se-Kota Malang.
Rakor tersebut membahas tentang pencegahan penyebaran virus Covid-19 varian Omicron di wilayah Kota Malang. Dalam arahannya, Wali Kota Sutiaji menjelaskan bahwa pentingnya meningkatkan kewaspadaan atas varian baru tersebut tanpa memunculkan kepanikan di tengah masyarakat. “Jangan cemas. Bukan berarti meremehkan, tetapi waspada. Kuatkan lagi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro dan protokol kesehatan,” ujar Sutiaji.
Dirinya meminta camat, lurah dan Puskesmas terus berkomunikasi serta menjalin koordinasi untuk memberikan literasi dan sosialisasi pada masyarakat terkait penanganan virus varian Omicron ini. Salah satu pesan penting Wali Kota Sutiaji yang tersampaikan pada Rakor tersebut, adalah pemantauan perpindahan penduduk yang masuk dan keluar dari Kota Malang. Hal ini belajar dari kronologis penyebaran Omicron dari berbagai wilayah, termasuk kasus di Kabupaten Malang yang dialami seorang warga pendatang.
Baca juga
- Sempat Terjadi Aksi Saling Dorong, PN Malang Eksekusi Rumah di Perum Bumi Palapa Kota Malang
- Nasib Sekolah di Lahan UM, Pemkot Malang Siapkan Opsi Merger
- Ancam Mahasiswa dengan Pisau dan Celurit, Dua Begundal Ditangkap Polisi
- Gencarkan Deteksi Dini, 925 Warga Kota Malang Positif TBC dalam Lima Bulan
- Disimpan di Pembalut, Seorang Perempuan Coba Selundupkan Obat-Obatan ke Lapas Malang
“Di sini peran RT/RW sangat penting untuk melakukan monitoring di wilayahnya masing-masing,” tegasnya.
Di sisi lain, dirinya juga meminta jajarannya untuk menguatkan edukasi dan pemeriksaan dini (Testing), pelacakan (Tracing), dan perawatan (Treatment) atau 3T di tempat-tempat publik. “Satpol PP, Dinas Perhubungan dan BPBD agar menggerakkan kembali operasi gabungan memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan (3M) dan 3T. Tes Swab secara acak di resto, hotel dan tempat keramaian seperti Kayutangan agar disiapkan,” imbuhnya.
Sutiaji juga kembali menegaskan, agar penggunaan Aplikasi PeduliLindungi semakin didisiplinkan. Utamanya di ruang-ruang publik seperti perkantoran, hotel, resto dan di wilayah Kayutangan Heritage sebagai destinasi baru bagi warga Kota Malang. “Pemanfaatan Aplikasi PeduliLindungi harus terus dijalankan dengan baik dan kita pantau penggunaannya,” ujar Sutiaji. (hms/gie)

Kota Malang4 mingguUsai Pasar Gadang dan Kebalen, Pemkot Malang Siapkan Penataan Bertahap untuk Pasar Blimbing
Kota Malang4 mingguDukung Penertiban PKL Pasar Kebalen, DPRD Kota Malang Kembali Soroti Pengembalian Fungsi Jalan
Kota Malang4 mingguTinjau Penertiban PKL Pasar Kebalen, Wali Kota Malang Sampaikan Aturan Baru
Kota Malang4 mingguHadiri Peresmian SPPG Kedungkandang, Wali Kota Wahyu Sebut SPPG di Kota Malang Minim Permasalahan
Kota Malang1 mingguPenjualan Hewan Kurban Lesu, Pedagang di Kota Malang Sebut Pembeli Turun Drastis
Kota Malang3 mingguWali Kota Malang Sebut Proses Pembentukan Dinas Damkar Tunggu Pembahasan DPRD
Kota Malang2 mingguProgram Angkutan Pelajar Gratis Jadi Harapan Baru Sopir Angkot di Kota Malang
Hukum & Kriminal4 mingguKurun Sebulan, Polresta Malang Tangkap 39 Tersangka Narkotika

















