Kota Malang
Persiapan Libur Nataru, Wali Kota Sutiaji sebut Akan Ada Pembatasan Mobilitas Kembali

Memontum Kota Malang – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), mulai bersiap siaga. Hal itu juga menyusul, telah dilakukannya rapat koordinasi (Rakor) berkaitan dengan Nataru se-Jawa Timur beberapa waktu lalu.
Meski begitu, Wali Kota Malang, Sutiaji, mengaku masih belum bisa menjabarkan secara detail apa saja aturan yang akan diberlakukan nantinya. “Senin (15/11) malam kemarin, kan Rakor dengan Provinsi di Surabaya. Tetapi, itu masih belum ada ketentuan secara khususnya. Tapi teknisnya bagaimana, nanti Polresta Malang Kota yang akan menyampaikan. Insyaallah, kami akan lakukan,” terang Sutiaji saat ditemui usai acara Malang Digital International Conference, Rabu (17/11/2021).
Secara filosofi, dirinya menambahkan, pergerakan orang menjelang Nataru, memang akan dibatasi. Pasalnya, belajar dari tahun sebelumnya, ketika libur panjang terjadi fluktuasi kenaikan kasus Covid-19.
Baca juga :
- Sempat Terjadi Aksi Saling Dorong, PN Malang Eksekusi Rumah di Perum Bumi Palapa Kota Malang
- Nasib Sekolah di Lahan UM, Pemkot Malang Siapkan Opsi Merger
- Ancam Mahasiswa dengan Pisau dan Celurit, Dua Begundal Ditangkap Polisi
- Gencarkan Deteksi Dini, 925 Warga Kota Malang Positif TBC dalam Lima Bulan
- Disimpan di Pembalut, Seorang Perempuan Coba Selundupkan Obat-Obatan ke Lapas Malang
“Kita evaluasi dari kejadian sebelum-sebelumnya. Ketika ada liburan panjang, maka terjadi fluktuasi penambahan jumlah kasus. Harapannya, Indonesia sebagai negara yang dianggap berhasil menangani pandemi, jangan sampai itu terulang lagi. Maka memang harus dengan cara pembatasan terhadap mobilitas orang-orang,” tegasnya.
Sehingga, tambahnya, kemungkinan besar akan ada penyekatan yang dilakukan kembali oleh pihak kepolisian. “Penyekatan dari kepolisian mesti ada, tapi teknisnya nanti di mereka. Karena tusi pengatur pergerakan orang atau pengguna jalan kan di kepolisian. Tapi memang belum ada pemetaannya bagaimana,” jelasnya.
Disamping itu, pemilik kursi N1 tersebut juga akan terus menggelorakan vaksinasi demi terwujudnya herd immunity. “Karena ketika vaksinasi mencapai target dan tercipta herd immunity, bisa meminimalisir resiko. Entah itu resiko berkaitan dengan transisi virus atau tingkat kematian pada pasien yang terpapar Covid-19,” jelas Sutiaji. (hms/mus/sit)

Kota Malang4 mingguUsai Pasar Gadang dan Kebalen, Pemkot Malang Siapkan Penataan Bertahap untuk Pasar Blimbing
Kota Malang4 mingguDukung Penertiban PKL Pasar Kebalen, DPRD Kota Malang Kembali Soroti Pengembalian Fungsi Jalan
Kota Malang4 mingguTinjau Penertiban PKL Pasar Kebalen, Wali Kota Malang Sampaikan Aturan Baru
Kota Malang4 mingguHadiri Peresmian SPPG Kedungkandang, Wali Kota Wahyu Sebut SPPG di Kota Malang Minim Permasalahan
Kota Malang1 mingguPenjualan Hewan Kurban Lesu, Pedagang di Kota Malang Sebut Pembeli Turun Drastis
Kota Malang3 mingguWali Kota Malang Sebut Proses Pembentukan Dinas Damkar Tunggu Pembahasan DPRD
Kota Malang2 mingguProgram Angkutan Pelajar Gratis Jadi Harapan Baru Sopir Angkot di Kota Malang
Hukum & Kriminal4 mingguKurun Sebulan, Polresta Malang Tangkap 39 Tersangka Narkotika

















