Kota Malang

Wali Kota Malang Berangkatkan 419 Jamaah Haji Menuju Embarkasi Surabaya

Diterbitkan

-

CJH: Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, saat melepas keberangkatan calon jamaah haji (CJH) asal Kota Malang. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, secara langsung melepas keberangkatan dua kloter terbesar calon jamaah haji (CJH) asal Kota Malang menuju Embarkasi Surabaya. Keberangkatan itu, dilakukan dari Lapangan Ki Angmor, Kota Malang, Jalan Ronggolawe, Kamis (23/04/2026) tadi.

Pria nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, itu mengatakan bahwa pemberangkatan kali ini merupakan kloter 10 dan kloter 11 dengan total 419 jemaah. Dua kloter tersebut menjadi rombongan terbanyak dibandingkan kloter lainnya dari Kota Malang.

“Ini kloter 10 dan 11 sebanyak 419 jemaah. Dari total tujuh kloter yang akan diberangkatkan, dua kloter ini memang yang paling banyak,” ujar Wali Kota Wahyu.

Keberangkatan kali ini, menurutnya dilakukan lebih awal agar rombongan dapat tiba tepat waktu di embarkasi sebelum jadwal pemeriksaan lanjutan menjelang penerbangan. Dalam hal ini Pemkot Malang, menurutnya turut membantu proses pemberangkatan, khususnya dalam penyediaan transportasi menuju embarkasi.

Advertisement

“Namun, untuk teknis penyelenggaraan ibadah haji sepenuhnya menjadi kewenangan Kementerian Haji dan Umrah,” katanya.

Baca juga :

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Wahyu juga menitipkan pesan kepada para calon jamaah untuk menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah serta membawa nama baik Kota Malang di Tanah Suci. “Saya titip doa agar Kota Malang tetap aman dan kondusif. Jamaah juga kami harapkan menjaga kesehatan, mengikuti arahan petugas, dan pulang dalam keadaan haji mabrur,” tuturnya.

Sementara itu, Kasubag TU Kementerian Haji dan Umrah Kota Malang, Elis Mufida, menjelaskan bahwa seluruh jemaah haji asal Kota Malang masuk gelombang pertama pemberangkatan melalui Embarkasi Surabaya. Total, jamaah haji Kota Malang tahun ini tercatat sebanyak 1.201 orang yang terbagi dalam tujuh kloter keberangkatan, mulai kloter awal hingga kloter terakhir.

Sebelum terbang ke Arab Saudi, seluruh jemaah kembali menjalani pemeriksaan kesehatan di embarkasi guna memastikan kondisi fisik benar-benar siap menjalankan ibadah haji.

Advertisement

Ditambahkan Elis, menjelang keberangkatan terdapat beberapa perubahan data jemaah. Tercatat tiga jemaah meninggal dunia sebelum keberangkatan dan langsung digantikan oleh jemaah cadangan sehingga kuota tetap terpenuhi. Selain itu, dua jemaah lainnya terpaksa menunda keberangkatan karena kondisi kesehatan, di antaranya mengalami stroke dan penurunan kesadaran.

“Total ada lima jamaah yang tidak berangkat tahun ini, tiga karena meninggal dunia dan dua menunda karena sakit,” jelasnya.

Adapun jamaah haji tertua asal Kota Malang tahun ini, berusia 96 tahun dan untuk yang termuda berusia 16 tahun. Untuk pemberangkatan hari ini, kloter 10 membawa 43 jemaah, sedangkan kloter 11 berjumlah 475 jemaah setelah adanya perubahan data. (rsy/sit)

Advertisement
Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Terpopuler

Lewat ke baris perkakas