Pendidikan
Mahasiswa UB Ciptakan Aplikasi Peta untuk Penyandang Tunanetra yang Diberi Nama UBblind Map

Memontum Kota Malang – Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Brawijaya (UB), membuat aplikasi peta digital yang dirancang khusus untuk penyandang tunanetra bernama UBblind map. Sesuai namanya, UBblind map merupakan aplikasi berbasis peta wilayah Universitas Brawijaya (UB).
Mahasiswa Magister Ilmu Komputer yang sekaligus perancang UBblind map, Muhammad Erwin Amrullah, menjelaskan aplikasi peta tersebut menggunakan suara dan getaran menyesuaikan cara komunikasi penyandang tunanetra yang membutuhkan indera peraba dan pendengaran. “Selain itu, fitur suara dan getaran ini berfungsi sebagai informasi saat diusap pada aplikasi. Kemudian penyandang tunanetra akan mengetahui informasi pada aplikasi peta yang digunakan,” terangnya, Jumat (01/10/2021).
Baca juga:
- 3.200 Driver Ojol di Kota Malang Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan dari Pemkot
- Pemkot Malang Siapkan Lahan 5,4 Hektare di Arjowinangun untuk Sekolah Rakyat Permanen
- SRMP 16 Kota Malang Belum Buka Siswa Baru, Fokus Lanjutkan Pembelajaran 92 Siswa
- Tinjau SRMP 16 Kota Malang, Kepala KSP Dudung Dorong Pembangunan Gedung Permanen SR
- Sempat Jual Martabak dan Cuci Mobil, Hilal Akhirnya Temukan Asa Baru di Sekolah Rakyat Kota Malang
Mahasiswa yang juga anggota grup riset Geoinformatika itu mengatakan bahwa UBblind map dirancang berdasarkan peta kawasan wilayah UB. Lalu ditransformasi menjadi sebuah peta dan mempunyai fitur suara dan getaran agar penyandang tunanetra bisa menggunakannya.
“Aplikasi peta tunanetra diinstal di sebuah tablet berukuran 10 inch untuk kemudian menjadi alat fasilitas pengenalan wilayah kawasan UB. Sehingga mahasiswa maupun pengunjung tunanetra yang berada di wilayah kampus bisa mudah menuju lokasi yang dituju,” sambungnya.
Aplikasi peta tunanetra UBblind map ini, tambahnya, dibuat melalui aplikasi Unity dan Blender yang biasa digunakan untuk 3D modelling membuat sebuah game. Map dibuat berupa 3D juga untuk tunanetra yang low blind. “Tunanetra ini kan ada kategori dari low vision sampai totally blind. Jadi mereka semua bisa menggunakannya dan sudah diatur warna kecerahan bagi tunanetra kategori low blind,” imbuhnya.
Karya Erwin dengan pendampingan dua dosennya yaitu Dr Sc Fatwa Ramdani SSi MSc dan Dr Eng Herman Tolle ST MT kini tengah proses pengajuan ke Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI). “Saat ini UBblind map sudah dalam proses pengajuan ke HAKI dan juga pengguna iOS nantinya bisa men-download aplikasi ini. Semoga semakin banyak penemuan anak bangsa dalam membantu mengatasi masalah sehari-hari,” tuturnya. (mus/sit)

Kota Malang2 mingguSeragam Gratis Dibagikan Usai SPMB Tuntas, Orang Tua Siswa Diminta Jujur Kemampuan Ekonomi
Kota Malang2 mingguNasib Sekolah di Lahan UM, Pemkot Malang Siapkan Opsi Merger
Kota Malang3 mingguPenjualan Hewan Kurban Lesu, Pedagang di Kota Malang Sebut Pembeli Turun Drastis
Kota Malang4 mingguProgram Angkutan Pelajar Gratis Jadi Harapan Baru Sopir Angkot di Kota Malang
Kota Malang1 mingguDPRD Kota Malang Soroti PKL Semi Permanen dan Desak Revitalisasi Pasar Tawangmangu
Kota Malang4 mingguDepo Pomindo Pertama di Malang Raya Diresmikan, Warga Bisa Beli Minyak Goreng Mulai Rp 2 Ribu
Kota Malang3 mingguJelang Idul Adha, Wali Kota Wahyu Tinjau Lapak Penjualan Hewan Kurban di Kota Malang
Kota Malang3 mingguP3BM Minta Kejelasan Revitalisasi Pasar Besar Skema KPBU ke DPRD Kota Malang

















