Pendidikan
Mulai 15 April Kota Malang Uji Coba Sekolah Tatap Muka, Ini Rekomendasi Komisi X DPR-RI

Memontum Kota Malang – Komisi X DPR-RI berikan beberapa rekomendasi bagi Kota Malang jika ingin melakukan tatap muka. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi X DPR-RI, Dede Yusuf Macan Effendi, Senin (12/04) siang disela-sela kunjungan kerja.
“Tatap muka boleh setelah guru dan tenaga pendidik divaksin semua. Pastinya juga dengan protokol kesehatan (prokes) ketat. Jadi tidak usah nunggu bulan Juli, yang penting prokes ketat dan orangtua mengizinkan,” ungkapnya pada awak media.
Baca juga:
- Sempat Terjadi Aksi Saling Dorong, PN Malang Eksekusi Rumah di Perum Bumi Palapa Kota Malang
- Nasib Sekolah di Lahan UM, Pemkot Malang Siapkan Opsi Merger
- Ancam Mahasiswa dengan Pisau dan Celurit, Dua Begundal Ditangkap Polisi
- Gencarkan Deteksi Dini, 925 Warga Kota Malang Positif TBC dalam Lima Bulan
- Disimpan di Pembalut, Seorang Perempuan Coba Selundupkan Obat-Obatan ke Lapas Malang
Izin orang tua menjadi faktor yang penting, bahkan pihaknya pun mendorong adanya database siswa yang tinggal bersama orang tua dengan komorbid.
“Kalau orang tua punya penyakit komorbid sebaiknya anak jangan sekolah tatap muka. Karena anak akan keluar masuk, nanti ketemu orang tuanya, rawan,” jelasnya.
Mantan Wakil Gubernur Jawa Barat itu pun juga menegaskan bahwa yang namanya tatap muka bukan berarti kembali ke sekolah seperti saat sebelum pandemi. Melainkan maksimal siswa yang masuk hanya 50 persen dari total jumlah siswa di sekolah tersebut.
Menurutnya tatap muka harus segera dilaksanakan untuk mengembalikan semangat belajar generasi muda. “Berdasarkan survei, 85 persen orang tua menginginkan tatap muka. Karena saat belajar di rumah, optimalisasi pelajaran hanya 50 persen. Sisanya siswa malah memakai kuota untuk bermain game, sehingga semangat kembali sekolah berkurang,” bebernya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Malang, Suwarjana, mengatakan bahwa uji coba tatap muka akan dilaksanakan usai libur awal puasa.
“Tanggal 15 April 2021 uji coba tatap muka untuk SD kelas 6, dan 19 April untuk SD kelas 1-5 dan SMP kelas 7-8. Untuk sekolah mana saja, kami tidak pilih-pilih, kalau memang sudah siap silahkan,” ungkapnya.
Berdasarkan keterangan Suwarjana, pada prinsipnya semua sekolah secara prokes sudah memenuhi. Mulai dari alat pengukur suhu, penyediaan handsanitizer, dan tempat cuci tangan.
“Jadi tinggal tergantung pada kerelaan orang tua. Karena siswa yang ikut tatap muka tetap harus ada izin orang tua,” tambahnya.
Untuk metode masuknya, dijelaskan pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah (Dispussipda) Kota Malang itu, akan bergantian perjenjang kelas.
“Jadi 100 persen yang masuk, tapi bergantian perjenjang kelas. Misal 2 hari untuk kelas 7, 2 hari berikutnya untuk kelas 8. Karena kalau dibuat dalam satu kelas 50 persen masuk, 50 persen daring, dirasa akan menyulitkan,” jelasnya.
Selain itu jam pelajaran hanya pukul 07.30 sampai 11.30 tanpa istirahat, dan diwajibkan membawa bekal.
Uji coba ini pun akan berlangsung 1 hingga 2 minggu dengan pengawasan yang ketat dari Pemkot Malang melalui Dikbud.
“Jika ada yang melanggar ketentuan prokes, ya terpaksa kami tutup, tidak boleh tatap muka,” tegasnya. (mus/ed2)

Kota Malang4 mingguUsai Pasar Gadang dan Kebalen, Pemkot Malang Siapkan Penataan Bertahap untuk Pasar Blimbing
Kota Malang4 mingguDukung Penertiban PKL Pasar Kebalen, DPRD Kota Malang Kembali Soroti Pengembalian Fungsi Jalan
Kota Malang4 mingguTinjau Penertiban PKL Pasar Kebalen, Wali Kota Malang Sampaikan Aturan Baru
Kota Malang4 mingguHadiri Peresmian SPPG Kedungkandang, Wali Kota Wahyu Sebut SPPG di Kota Malang Minim Permasalahan
Kota Malang1 mingguPenjualan Hewan Kurban Lesu, Pedagang di Kota Malang Sebut Pembeli Turun Drastis
Kota Malang3 mingguWali Kota Malang Sebut Proses Pembentukan Dinas Damkar Tunggu Pembahasan DPRD
Kota Malang2 mingguProgram Angkutan Pelajar Gratis Jadi Harapan Baru Sopir Angkot di Kota Malang
Hukum & Kriminal4 mingguKurun Sebulan, Polresta Malang Tangkap 39 Tersangka Narkotika

















