Pemerintahan
Walikota Sutiaji Ajak Umat Islam Bacakan Qunut Nazilah Sikapi Covid 19

Memontum Kota Malang – Mencermati perebakan covid 19 yang pergerakannya tidak bersifat landai, tapi cenderung meningkat drastis (kasus secara nasional, red), Walikota Malang Sutiaji mengajak semua pemuka agama untuk mengajak jamaahnya masing masing melakukan doa bersama.
“Secara khusus saya minta para imam masjid/mushola/langgar di kota Malang untuk membaca qunut nazilah,” ujar Ustadz Sutiaji, demikian tak jarang Walikota Malang akrab disapa.
Qunut nazilah sendiri dibacakan saat dimana negara menghadapi peperangan, bencana atau kondisi kondisi yang memang menimbulkan kegawat daruratan secara meluas. Covid 19 sendiri telah ditetapkan menjadi status keadaan tertentu darurat bencana nasional non alam, dan berdasarkan SE Kepala BNPB Nomor 13 A/2020, status tersebut diperpanjang sampai dengan tanggal 29 Mei 2020.
Sejalan dengan tersebut, Pemkot juga mengajak kepada setiap takmir masjid untuk ikut mensosialisasikan tentang antisipasi Covid 19 serta edukasi pola hidup bersih dan sehat.
“Dinkes akan memberikan pedomannya, dan itu nanti bisa disiarkan secara ajeg oleh takmir pada masjidnya masing masing maupun tempat tempat ibadah lainnya, ” tutur Walikota Sutiaji melalui Humas Kota Malang. (*/yan)

Kota Malang1 mingguLima Pengurus Karang Taruna Kecamatan di Kota Malang Layangkan Surat Terbuka, Tolak Langkah Caretaker
Hukum & Kriminal3 mingguKecanduan Judi Online, Residivis Kambuhan Curi 14 iPhone
Kota Malang4 mingguTertibkan Bangunan di Atas Aset Pemkot Malang, Kawasan RTH Buring Bakal Dikembalikan sesuai Fungsi
Kota Malang4 mingguDukung Program 1.000 Event, Pemkot Malang Benahi Kepatuhan Pelaku Usaha Pariwisata
Kota Malang1 mingguDPRD Malang Desak Pemkot Tegas Tindaklanjuti Putusan Pembongkaran Tembok Griya Shanta
Hukum & Kriminal4 mingguLanjutan Sidang Karyawan Bank Digugat Tetangga, Mediasi Gagal
Kota Malang6 hariPemkot Malang Bakal Uji Coba Jalan Tembus Griya Shanta
Kota Malang3 mingguKota Malang Raih Peringkat Pertama PPA Awards Jatim, Musrenbang Tematik hingga RT Berkelas Jadi Andalan

















