Kota Malang

Gereja Kayutangan Kota Malang Buka Halaman untuk Pelaksanaan Salat Id

Diterbitkan

-

TOLERANSI: Nampak Umat Islam saat melaksanakan Salat Id di Halaman Gereja Paroki Hati Kudus Yesus atau Gereja Kayutangan, Kota Malang. (ist)

Memontum Kota Malang – Gereja Paroki Hati Kudus Yesus atau Gereja Kayutangan, Kota Malang, kembali membuka halaman gereja untuk dimanfaatkan sebagai tempat pelaksanaan Salat Id. Tradisi tersebut, sudah terjaga selama lebih dari tiga dekade.

Bahkan, sejak Sabtu (21/03/2026) dini hari, pukul 04.30, persiapan sudah dilakukan. Meski jumlah jamaah tahun ini tidak sebanyak sebelumnya, namun semangat keterlibatan dari pihak gereja justru semakin terasa.

Romo Paroki Kayutangan, Henrikus Suwaji OCarm, mengatakan bahwa kegiatan itu bukanlah hal baru. Dirinya bahkan menemukan dokumentasi sejak tahun 1993, yang menandakan kegiatan tersebut telah berlangsung lama sebagai bagian dari budaya toleransi di Kota Malang.

“Kegiatan seperti ini sudah cukup lama. Saya menemukan dokumentasi tertua tahun 1993 dan kemungkinan sebelumnya sudah ada,” ujar Henrikus.

Advertisement

Baca juga :

Tidak hanya menyediakan tempat, para romo, frater, suster, hingga Umat Katolik juga hadir langsung untuk menyambut dan mengucapkan selamat kepada jamaah Salat Id. Kehadiran mereka menjadi simbol keterbukaan dan penghormatan antar umat beragama.

“Kami menyediakan tempat dan tikar bagi teman-teman Muslim untuk menjalankan Salat Idul Fitri. Setelah itu, biasanya kami juga saling mengucapkan selamat Idul Fitri,” ucapnya.

Usai pelaksanaan salat, suasana hangat langsung terasa. Umat Katolik dan Muslim saling bersalaman, bermaaf-maafan dan mempererat kebersamaan, serta menguatkan makna Hari Raya sebagai momentum kembali ke fitrah sekaligus merawat persaudaraan.

Lebih lanjut, menurutnya nilai toleransi tidak hanya hadir saat momen hari besar keagamaan. Dalam kehidupan sehari-hari, Paroki Kayutangan juga menginisiasi Kampung Moderasi di kawasan Gempol Margabakti, sebagai ruang nyata hidup berdampingan lintas iman.

Advertisement

“Semangat toleransi harus terus dirawat dan ditanamkan, terutama kepada generasi muda, agar keberagaman tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan kekuatan bangsa. Karena dengan berbeda-beda, kita tetap bersaudara. Perbedaan tidak boleh memisahkan, justru harus semakin menyatukan,” imbuhnya. (rsy/sit)

Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Terpopuler

Lewat ke baris perkakas