Kota Malang

KAI Daop 8 Surabaya Siagakan 111 Ribu Kursi untuk Nataru dan Layanan di Stasiun Malang Diperkuat

Diterbitkan

-

NATARU: Ilustrasi Kereta Api di Stasiun Kota Malang, dalam menghadapi Nataru. (ist)

Memontum Kota Malang – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya menetapkan kesiapan penuh menghadapi Masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Masa angkutan berlangsung selama 18 hari, mulai 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, dengan fokus penguatan layanan di Stasiun Malang yang menjadi salah satu titik padat penumpang.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif, mengatakan bahwa seluruh unsur operasional telah disiagakan secara menyeluruh demi memastikan perjalanan masyarakat berjalan aman dan nyaman. “Masa libur panjang Nataru selalu menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk berkumpul dengan keluarga maupun berwisata. Keandalan transportasi publik menjadi faktor kunci dalam menjaga kelancaran perjalanan,” ujar Luqman, Senin (08/12/2025) tadi.

Tahun ini, tambahnya, KAI Daop 8 menyediakan 6.184 tempat duduk per hari, atau 111.312 kursi selama masa Nataru untuk KA keberangkatan dari Stasiun Malang. Total, terdapat 13 kereta api, terdiri dari 12 KA reguler dan 1 KA tambahan yang akan melayani lonjakan mobilitas masyarakat.

“Guna memastikan kesiapan teknis, KAI bersama DJKA juga telah melakukan ramp check di Stasiun Malang, termasuk pemeriksaan Standar Pelayanan Minimum (SPM) pada sarana dan stasiun. Pengecekan jalur secara menyeluruh juga dilakukan oleh manajemen Daop 8 untuk memastikan prasarana siap menghadapi masa puncak perjalanan,” jelasnya.

Advertisement

Baca juga :

Selama periode Nataru, KAI Daop 8 juga menambah 7 Customer Service Mobile (CSM) dan 15 Relawan Railfans. Selain itu, Stasiun Malang akan menghadirkan berbagai aktivitas tematik bertema akhir tahun, mulai dari Merchandise for Kids, Fun Activity for Kids, hingga dekorasi khusus di area stasiun dan sejumlah rangkaian kereta.

Selain itu, untuk menjaga situasi tetap kondusif, KAI menambah 10 petugas pengamanan eksternal, yang terdiri dari, 6 personel garnisun, 2 personel TNI dan 2 personel Polri. Termasuk juga dilakukan patroli rutin, kolaborasi dengan kewilayahan setempat

“Bahkan juga dilakukan sidak serentak, serta pemantauan CCTV 24 jam dan disiagakan untuk memastikan keamanan,” tambahnya.

Lebih lanjut, KAI Daop 8 mengerahkan 5 petugas pemantauan di daerah khusus dan 4 petugas pemeriksa jalur yang berdinas di antara Stasiun Sengon hingga Stasiun Kesamben. Hal ini, untuk memastikan potensi gangguan perjalanan dapat terdeteksi dan ditangani sejak dini.

Advertisement

Luqman menekankan, bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Dirinya juga mengimbau calon penumpang untuk memesan tiket sejak awal. “Kami memastikan layanan KAI Daop 8 siap mendukung masyarakat menikmati perjalanan akhir tahun dengan aman dan lancar. Untuk ketersediaan tiket dapat dipantau melalui aplikasi Access by KAI yang menyajikan informasi secara real time,” imbuh Luqman. (rsy/sit)

Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Terpopuler

Lewat ke baris perkakas