Kota Malang
Menteri PKP Apresiasi Program Gotong Royong Renovasi Rumah Merah Putih di Kota Malang

Memontum Kota Malang – Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP), Maruarar Sirait, didampingi Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meninjau hasil program gotong royong renovasi rumah Merah Putih oleh Lippo Group yang menjadi bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) 3 Juta Rumah di Kampung Wisata Topeng, Kelurahan Tlogowaru Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jumat (17/10/2025) malam.
Di Jawa Timur, program kolaborasi pemerintah dan swasta ini, menargetkan 500 unit rumah tidak layak huni yang direnovasi. Dari jumlah tersebut, 40 diantaranya berada di Kota Malang dan 33 rumah sudah terlaksana.
Menteri PKP yang akrab disapa Ara, menjelaskan bahwa program ini merupakan salah satu bentuk gotong royong, sinergi antara pemerintah dan swasta untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. “Saya minta agar Pemkot Malang terus berkoordinasi dengan pihak Lippo dan dapat menjalankan program ini dengan baik,” kata Menteri PKP Ara.
Disaksikan Wali Kota Wahyu, Menteri Ara juga memastikan kepada warga setempat, tentang awal terbentuknya Kampung Wisata Topeng serta pembangunan rumah warga yang dahulunya hidup di jalanan dengan mengamen, mengemis dan menjadi pemulung. Kampung ini, terbentuk dan ditempati warga sejak tahun 2016, yang digagas oleh Menteri Sosial yang saat ini dijabat oleh Khofifah Indar Parawansa.
Baca juga :
Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Wahyu mengucapkan apresiasi dan terima kasih. Dirinya menegaskan, bahwa Pemkot Malang terus berkomitmen melakukan penataan dan revitalisasi kawasan permukiman agar tetap layak huni, sekaligus mendukung pengembangan ekonomi lokal, termasuk di dalamnya permukiman di Kampung Wisata Topeng.
“Tentu pemerintah bersama seluruh stakeholder terkait senantiasa melakukan identifikasi terhadap rumah-rumah yang perlu peningkatan kualitas sebagai bentuk tanggung jawab dalam memastikan tidak ada warga yang tertinggal dari proses pembangunan,” kata Wali Kota Wahyu.
Dirinya juga menegaskan, bahwa masih terdapat rumah-rumah warga yang belum layak huni. Kondisi ini menjadi tantangan yang harus dijawab, demi menghadirkan kesejahteraan masyarakat. Dalam konteks ini, kolaborasi lintas sektor tentu menjadi kunci untuk menjawab berbagai tantangan yang ada.
Pemkot Malang pun akan terus memperkuat, arah pembangunan berbasis kolaborasi. Pembangunan perumahan dan penataan kawasan tidak dapat berdiri sendiri dan diperlukan kerja bersama yang menyatukan kebijakan, kepedulian sosial serta partisipasi masyarakat.
“Program ini bagian dari upaya memperkuat wajah permukiman masyarakat yang sejalan dengan visi Kementerian PKP untuk mewujudkan kawasan hunian yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat. Kerja sama seperti ini bukan hanya meningkatkan kualitas fisik hunian, tetapi juga memperkuat tatanan sosial dan ekonomi warga,” terang Wali Kota Wahyu. (kom/mlg/sit)

Kota Malang4 mingguUsai Pasar Gadang dan Kebalen, Pemkot Malang Siapkan Penataan Bertahap untuk Pasar Blimbing
Kota Malang4 mingguDukung Penertiban PKL Pasar Kebalen, DPRD Kota Malang Kembali Soroti Pengembalian Fungsi Jalan
Kota Malang4 mingguTinjau Penertiban PKL Pasar Kebalen, Wali Kota Malang Sampaikan Aturan Baru
Kota Malang4 mingguHadiri Peresmian SPPG Kedungkandang, Wali Kota Wahyu Sebut SPPG di Kota Malang Minim Permasalahan
Kota Malang1 mingguPenjualan Hewan Kurban Lesu, Pedagang di Kota Malang Sebut Pembeli Turun Drastis
Kota Malang3 mingguWali Kota Malang Sebut Proses Pembentukan Dinas Damkar Tunggu Pembahasan DPRD
Kota Malang2 mingguProgram Angkutan Pelajar Gratis Jadi Harapan Baru Sopir Angkot di Kota Malang
Hukum & Kriminal4 mingguKurun Sebulan, Polresta Malang Tangkap 39 Tersangka Narkotika

















