Kota Malang

Gerakan Pangan Murah Serentak Digelar, Pemkot Malang Gelontorkan 40 Ton Beras SPHP di Lima Kecamatan

Diterbitkan

-

PANGAN MURAH: Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, saat mengikuti Gerakan Pangan Murah di Pendopo Kantor Kelurahan Mulyorejo. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengikuti Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak se Indonesia melalui virtual zoom, di Pendopo Kantor Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Sabtu (30/08/2025) tadi. Kegiatan itu dilakukan, dalam rangka rangkaian memperingati Peringatan HUT ke-80 RI.

Pria nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, itu menyampaikan bahwa kegiatan GPM dilaksanakan di seluruh kecamatan yang ada di Indonesia. Hal ini, juga arahan langsung dari Presiden RI, Prabowo Subianto.

“Hari ini saya didampingi Pak Danrem dan Pak Dandim dengan pimpinan Bulog Cabang Malang, sesuai dengan perintah Bapak Presiden RI dalam rangka HUT Proklamasi ke 80, kita mengadakan serentak GPM. Kewajiban yang harus kita berikan kepada masyarakat, adalah beras minimal 7 ton di tiap kecamatan. Tapi, kami tiap kecamatan menyediakan 8 ton ditambah dengan gula, minyak goreng dan ada beberapa bahan pokok lainnya,” jelas Wali Kota Wahyu.

Selain bahan pokok, tambahnya, juga disediakan hasil kelompok tani dari kelurahan Merjosari, Kota Malang. Diantaranya yakni ada cabai rawit, cabai merah besar dan tomat.

Advertisement

“Jadi kita berikan untuk masyarakat agar dapat memenuhi kebutuhannya. Tentu juga dengan harga yang lebih terjangkau dan berbeda dengan yang ada di pasaran,” tambahnya.

Wali Kota Wahyu juga menegaskan, GPM ini tidak hanya berhenti pada pelaksanaan serentak nasional ini. Namun, sepanjang September 2025, nantinya akan disiapkan sebanyak 15 kali GPM secara mandiri.

Baca juga :

“Tadi kita lihat langsung antusiasme masyarakat sangat tinggi. Memang untuk hasilnya saat ini belum bisa langsung menurunkan harga, tapi nanti akan terasa dampaknya setelah GPM mandiri berjalan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan, memastikan kondisi stok pangan tetap stabil. Untuk jumlah beras SPHP yang sudah terdistribusi di lima kecamatan, total 40 ton. Sehingga per kecamatan ada 8 ton yang tersalurkan.

Advertisement

“Beras dengan merek lainnya kita sediakan 5,2 ton, minyak goreng 2.274 liter, gula 796 kg, telur 250 kg, tepung 320 kg, garam 150 kg, mie 240 kg dan kecap 26 liter. Ke depan, GPM akan terus kita evaluasi setelah pelaksanaan September mendatang,” ujar Slamet.

Mengenai perbedaan harga dengan di pasaran, slamet mengakui ada selisih antara Rp 1.000 hingga Rp 2.000 ribu. Seperti, beras SPHP medium per kg Rp 13.500. “Kalau di pasaran bisa selisih Rp 2.000, dengan bahan pokok yang lain juga ada selisihnya,” tambahnya.

Di sisi lain, salah satu warga Mulyorejo, Emi mengaku sangat terbantu dengan adanya GPM. Karena harga yang ditawarkan lebih terjangkau dibanding biasanya.

“Alhamdulillah sangat membantu, soalnya saya tidak punya suami. Tadi saya beli beras SPHP 10 kg seharga Rp 57.500 per 5 kg. Kalau beli eceran biasanya Rp 15.500 – Rp 16.000 per kg. Mudah-mudahan GPM ini bisa ada lagi, supaya terus membantu masyarakat yang kurang mampu,” imbuh Emi. (rsy/sit)

Advertisement
Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Terpopuler

Lewat ke baris perkakas